Seputar Kaltim

    PAD Kukar 2024 Ditargetkan Tembus Rp800 Miliar 

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    21 Mei 2024 pukul 18:58 WITA

    Kepala Bapenda Kukar Bahari Joko Susilo. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2024 ini bisa menembus Rp800 miliar.
     
    "Capaian PAD di 2023 itu sekitar Rp700 miliar dan untuk 2024 ini, kita optimis bisa tembus target, yakni Rp800 miliar," kata Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo, Selasa (21/5/2024).

    Ia mengaku ada perbedaan dalam pemungutan pajak pada 2024 ini yang akan membawa perubahan signifikan. Sebelumnya menggunakan UU nomor 28 tahun 2009, tapi kini mengacu UU nomor 1 tahun 2022 dan didukung Perda nomor 1 tahun 2024. 

    Joko mengungkapkan, PAD yang dihasilkan selama ini berasal dari pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuar, parkir, air dan tanah, sarang burung walet, pajak bumi bangunan, bea perolehan hak atas tanah, serta bangunan. 
     
    KHasil retribusi daerah meliputi kebersihan, pencetakan KTP, pergantian biaya dan parkir. Selanjutnya pajak hasil pengelolaan kekayaan daerah dan pendapatan daerah lainnya yang sah.
     
    Kata dia, potensi yang besar dalam menghasilkan PAD adalah pembayaran pajak, baik restoran maupun penerangan jalan. "Kami akan terus menggali potensi-potensi itu dan memaksimalkan PAD," ucapnya.
     
    Sementara capaian PAD sampai pertengahan Mei 2024 ini sudah 34 persen dari target yang telah ditetapkan.

    Dalam memaksimalkan PAD, Bapenda Kukar memudahkan masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak itu sendiri.

    "Pembayaran pajak bisa melalui digitalisasi secara online, baik dari banking maupun ATM. Itu untuk memudahkan masyarakat melakukan pembayaran pajak," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    PAD Kukar 2024 Ditargetkan Tembus Rp800 Miliar 

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    21 Mei 2024 pukul 18:58 WITA

    Kepala Bapenda Kukar Bahari Joko Susilo. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2024 ini bisa menembus Rp800 miliar.
     
    "Capaian PAD di 2023 itu sekitar Rp700 miliar dan untuk 2024 ini, kita optimis bisa tembus target, yakni Rp800 miliar," kata Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo, Selasa (21/5/2024).

    Ia mengaku ada perbedaan dalam pemungutan pajak pada 2024 ini yang akan membawa perubahan signifikan. Sebelumnya menggunakan UU nomor 28 tahun 2009, tapi kini mengacu UU nomor 1 tahun 2022 dan didukung Perda nomor 1 tahun 2024. 

    Joko mengungkapkan, PAD yang dihasilkan selama ini berasal dari pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuar, parkir, air dan tanah, sarang burung walet, pajak bumi bangunan, bea perolehan hak atas tanah, serta bangunan. 
     
    KHasil retribusi daerah meliputi kebersihan, pencetakan KTP, pergantian biaya dan parkir. Selanjutnya pajak hasil pengelolaan kekayaan daerah dan pendapatan daerah lainnya yang sah.
     
    Kata dia, potensi yang besar dalam menghasilkan PAD adalah pembayaran pajak, baik restoran maupun penerangan jalan. "Kami akan terus menggali potensi-potensi itu dan memaksimalkan PAD," ucapnya.
     
    Sementara capaian PAD sampai pertengahan Mei 2024 ini sudah 34 persen dari target yang telah ditetapkan.

    Dalam memaksimalkan PAD, Bapenda Kukar memudahkan masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak itu sendiri.

    "Pembayaran pajak bisa melalui digitalisasi secara online, baik dari banking maupun ATM. Itu untuk memudahkan masyarakat melakukan pembayaran pajak," pungkasnya.

    (Sf/By)