Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi. (Freepik)
Bontang - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang mencatat kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan tren positif hingga 31 Mei 2026.
Realisasi pajak daerah telah mencapai Rp65,64 miliar, setara dengan 28,92 persen dari total target tahun 2026 sebesar Rp226,98 miliar.
Data tersebut disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram @bapendakotabontang dalam dashboard Pajak Daerah Kota Bontang 2026. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa capaian ini masih berada di jalur pertumbuhan yang stabil dibandingkan periode sebelumnya.
Bapenda Bontang menetapkan target PAD 2026 sebesar Rp226,98 miliar dengan realisasi hingga akhir Mei telah mencapai Rp65,64 miliar. Capaian ini menunjukkan progres awal tahun yang dinilai cukup positif dalam mendukung pendapatan daerah.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, realisasi pajak daerah juga menunjukkan tren peningkatan. Pada 2025, realisasi tercatat sebesar Rp63.183.537.659,50, sementara pada 2026 hingga Mei sudah meningkat menjadi Rp65,64 miliar.
Berdasarkan dashboard Bapenda, kontribusi terbesar pajak daerah Kota Bontang berasal dari beberapa sektor, di antaranya:
* PBJT Tenaga Listrik: Rp18,92 miliar
* PBJT Makanan dan Minuman: Rp11,77 miliar
* Opsen PKB: Rp8,26 miliar
* Pajak Air Tanah: Rp7,39 miliar
* PBJT PBB-P2: Rp6,37 miliar
* Opsen BBNKB: Rp6,25 miliar
Sektor lain seperti pajak reklame, parkir, hiburan, serta pajak mineral bukan logam dan batuan juga memberikan kontribusi terhadap total penerimaan daerah.
Bapenda Kota Bontang menyebutkan capaian ini tidak lepas dari strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, serta optimalisasi digitalisasi sistem perpajakan. Upaya ini dinilai efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperluas basis pajak di berbagai sektor.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi. (Freepik)
Bontang - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang mencatat kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan tren positif hingga 31 Mei 2026.
Realisasi pajak daerah telah mencapai Rp65,64 miliar, setara dengan 28,92 persen dari total target tahun 2026 sebesar Rp226,98 miliar.
Data tersebut disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram @bapendakotabontang dalam dashboard Pajak Daerah Kota Bontang 2026. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa capaian ini masih berada di jalur pertumbuhan yang stabil dibandingkan periode sebelumnya.
Bapenda Bontang menetapkan target PAD 2026 sebesar Rp226,98 miliar dengan realisasi hingga akhir Mei telah mencapai Rp65,64 miliar. Capaian ini menunjukkan progres awal tahun yang dinilai cukup positif dalam mendukung pendapatan daerah.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, realisasi pajak daerah juga menunjukkan tren peningkatan. Pada 2025, realisasi tercatat sebesar Rp63.183.537.659,50, sementara pada 2026 hingga Mei sudah meningkat menjadi Rp65,64 miliar.
Berdasarkan dashboard Bapenda, kontribusi terbesar pajak daerah Kota Bontang berasal dari beberapa sektor, di antaranya:
* PBJT Tenaga Listrik: Rp18,92 miliar
* PBJT Makanan dan Minuman: Rp11,77 miliar
* Opsen PKB: Rp8,26 miliar
* Pajak Air Tanah: Rp7,39 miliar
* PBJT PBB-P2: Rp6,37 miliar
* Opsen BBNKB: Rp6,25 miliar
Sektor lain seperti pajak reklame, parkir, hiburan, serta pajak mineral bukan logam dan batuan juga memberikan kontribusi terhadap total penerimaan daerah.
Bapenda Kota Bontang menyebutkan capaian ini tidak lepas dari strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, serta optimalisasi digitalisasi sistem perpajakan. Upaya ini dinilai efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperluas basis pajak di berbagai sektor.
(Sf/Lo)