Cari disini...
Seputar Kaltim
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, bersama jajaran PLN UPP KLT 3 dan mitra kerja meninjau langsung instalasi peralatan di area Gardu Induk (GI) 150 kV Bontang Lestari. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Upaya mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi lokal, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) tengah mengakselerasi penyelesaian proyek strategis Gardu Induk (GI) 150 kV Bontang Lestari dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bontang Lestari - Incomer 2 Phi.
Infrastruktur kelistrikan ini disiapkan untuk menggantikan fungsi Trafo Mobile 30 MVA yang selama ini menjadi penopang sementara. Peningkatan stabilitas pasokan listrik di Bontang ini diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi masuknya investasi, sekaligus mendorong produktivitas industri dan UMKM lokal.
Untuk mengawal kelancaran proyek, General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, turun langsung meninjau progres konstruksi di lapangan, Kamis (16/4/2026).
Didampingi jajaran PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 3 (PLN UPP KLT 3) dan mitra kerja, peninjauan ini difokuskan untuk memastikan standar mutu konstruksi dan ketepatan waktu penyelesaian target.
"Pembangunan infrastruktur ini adalah prioritas untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Bontang. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan, karena keandalan listrik adalah kunci utama penggerak ekonomi warga," tegas Basuki di sela-sela peninjauannya.
Meski pengerjaan dikejar target penyelesaian, Basuki menginstruksikan seluruh tim dan mitra pelaksana dari KSO PT Hasta Prajatama – PT Mahameru Energi Semesta untuk tetap mematuhi prinsip Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L). Ia mengingatkan bahwa percepatan proyek tetap harus mengedepankan keselamatan jiwa para pekerja.
"Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang andal. Pengawasan optimal dan kolaborasi solid adalah harga mati agar manfaat listrik ini bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas di Kalimantan Timur," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, bersama jajaran PLN UPP KLT 3 dan mitra kerja meninjau langsung instalasi peralatan di area Gardu Induk (GI) 150 kV Bontang Lestari. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Upaya mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi lokal, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) tengah mengakselerasi penyelesaian proyek strategis Gardu Induk (GI) 150 kV Bontang Lestari dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bontang Lestari - Incomer 2 Phi.
Infrastruktur kelistrikan ini disiapkan untuk menggantikan fungsi Trafo Mobile 30 MVA yang selama ini menjadi penopang sementara. Peningkatan stabilitas pasokan listrik di Bontang ini diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi masuknya investasi, sekaligus mendorong produktivitas industri dan UMKM lokal.
Untuk mengawal kelancaran proyek, General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, turun langsung meninjau progres konstruksi di lapangan, Kamis (16/4/2026).
Didampingi jajaran PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 3 (PLN UPP KLT 3) dan mitra kerja, peninjauan ini difokuskan untuk memastikan standar mutu konstruksi dan ketepatan waktu penyelesaian target.
"Pembangunan infrastruktur ini adalah prioritas untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Bontang. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan, karena keandalan listrik adalah kunci utama penggerak ekonomi warga," tegas Basuki di sela-sela peninjauannya.
Meski pengerjaan dikejar target penyelesaian, Basuki menginstruksikan seluruh tim dan mitra pelaksana dari KSO PT Hasta Prajatama – PT Mahameru Energi Semesta untuk tetap mematuhi prinsip Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L). Ia mengingatkan bahwa percepatan proyek tetap harus mengedepankan keselamatan jiwa para pekerja.
"Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang andal. Pengawasan optimal dan kolaborasi solid adalah harga mati agar manfaat listrik ini bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas di Kalimantan Timur," pungkasnya.
(Sf/Rs)