Seputar Kaltim

    Pabrik Mobil dan Truk Listrik Asal Tiongkok Bakal Berdiri di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Februari 2024 pukul 19:24 WITA

    Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim, Arie Nur Nakahasima Oetomo. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan segera memiliki pabrik perakitan mobil dan truk listrik dari produsen asal Tiongkok, Anhui Jianghuai Automobile (JAC). Pabrik ini merupakan salah satu hasil dari kerja sama ekonomi antarprovinsi lintas negara yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim dengan Provinsi Anhui, Tiongkok.

    Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim, Arie Nur Nakahasima Oetomo, mengatakan bahwa kerja sama ini mencakup lima sektor utama, yaitu investasi, perdagangan, pertanian, pendidikan, dan pariwisata.

    "Kerja sama ini sudah ditandatangani pada tahun 2023 lalu, dan sekarang kita sedang mempertajam sektor-sektor yang bisa diwujudkan. Salah satunya adalah pabrik mobil listrik, yang merupakan investasi strategis bagi Kaltim," ujar Arie di Samarinda, Kamis (1/2/2024).

    Selain pabrik mobil listrik, Arie juga menyebutkan beberapa rencana investasi lain yang sedang dibahas, seperti pabrik baterai litium, pabrik Crude Palm Oil (CPO) bersama PT Maloy Batuta Trans Kalimantan, dan pabrik industri kimia batubara.

    "Kita berharap semua rencana investasi ini bisa segera terealisasi, setelah melalui proses persetujuan dari pihak-pihak terkait. Rencananya, bulan Mei nanti kita akan langsung ke Anhui untuk menindaklanjuti kerja sama ini," tambahnya.

    Arie menuturkan bahwa kerja sama antara Kaltim dan Anhui tidak hanya sebatas investasi, tetapi juga meliputi sektor perdagangan, pertanian, pendidikan, dan pariwisata. Ia menyebutkan beberapa contoh, seperti perdagangan kayu dan batubara, pengembangan lahan sawah, pelatihan dan beasiswa pendidikan, pertukaran pelajar, pemasaran objek wisata, dan investasi perhotelan.

    "Kita berharap kerja sama ini bisa memberikan manfaat bagi kedua provinsi, baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, maupun lingkungan. Kita juga berharap kerja sama ini bisa meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pabrik Mobil dan Truk Listrik Asal Tiongkok Bakal Berdiri di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Februari 2024 pukul 19:24 WITA

    Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim, Arie Nur Nakahasima Oetomo. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan segera memiliki pabrik perakitan mobil dan truk listrik dari produsen asal Tiongkok, Anhui Jianghuai Automobile (JAC). Pabrik ini merupakan salah satu hasil dari kerja sama ekonomi antarprovinsi lintas negara yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim dengan Provinsi Anhui, Tiongkok.

    Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim, Arie Nur Nakahasima Oetomo, mengatakan bahwa kerja sama ini mencakup lima sektor utama, yaitu investasi, perdagangan, pertanian, pendidikan, dan pariwisata.

    "Kerja sama ini sudah ditandatangani pada tahun 2023 lalu, dan sekarang kita sedang mempertajam sektor-sektor yang bisa diwujudkan. Salah satunya adalah pabrik mobil listrik, yang merupakan investasi strategis bagi Kaltim," ujar Arie di Samarinda, Kamis (1/2/2024).

    Selain pabrik mobil listrik, Arie juga menyebutkan beberapa rencana investasi lain yang sedang dibahas, seperti pabrik baterai litium, pabrik Crude Palm Oil (CPO) bersama PT Maloy Batuta Trans Kalimantan, dan pabrik industri kimia batubara.

    "Kita berharap semua rencana investasi ini bisa segera terealisasi, setelah melalui proses persetujuan dari pihak-pihak terkait. Rencananya, bulan Mei nanti kita akan langsung ke Anhui untuk menindaklanjuti kerja sama ini," tambahnya.

    Arie menuturkan bahwa kerja sama antara Kaltim dan Anhui tidak hanya sebatas investasi, tetapi juga meliputi sektor perdagangan, pertanian, pendidikan, dan pariwisata. Ia menyebutkan beberapa contoh, seperti perdagangan kayu dan batubara, pengembangan lahan sawah, pelatihan dan beasiswa pendidikan, pertukaran pelajar, pemasaran objek wisata, dan investasi perhotelan.

    "Kita berharap kerja sama ini bisa memberikan manfaat bagi kedua provinsi, baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, maupun lingkungan. Kita juga berharap kerja sama ini bisa meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok," pungkasnya.

    (Sf/Rs)