Cari disini...
Seputar Kaltim
Perwakilan pekerja konstruksi yang terdampak insiden kebakaran di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Site 1A, Tower Nusa Indah menerima bantuan dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan dukungan menyeluruh bagi para pekerja konstruksi, khususnya mereka yang terdampak insiden kebakaran di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Site 1A, Tower Nusa Indah.
Kebakaran yang terjadi Rabu (1/10/2025) lalu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Meski begitu, sejumlah pekerja yang terdampak langsung telah dievakuasi ke hunian sementara sebagai langkah cepat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan mereka.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi para pekerja, tidak hanya dari sisi fisik dan kebutuhan dasar, tetapi juga dari aspek psikososial.
“Otorita IKN memiliki tim yang secara khusus memantau kondisi rekan-rekan pekerja yang terdampak, baik dari sisi psikologis maupun sosial. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi,” ucap Alimuddin dalam siaran persnya, Selasa (7/10/2025).
Sebagai bentuk kepedulian, Otorita IKN juga menyalurkan bantuan berupa pakaian dan perlengkapan pribadi. Bantuan tersebut berasal dari donasi pegawai internal, mencakup pakaian layak pakai, baju dan celana baru, pakaian dalam, selimut hingga handuk baru.
Selain memenuhi kebutuhan mendesak, bantuan ini menjadi simbol solidaritas Otorita IKN terhadap para pekerja yang menjadi ujung tombak pembangunan IKN.
“Ini bukan sekadar bantuan logistik, tetapi bentuk perhatian dan penghargaan kami atas peran penting para pekerja. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari visi Nusantara sebagai kota dunia untuk semua,” tambahnya.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa Otorita IKN tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjamin ekosistem kerja yang aman, manusiawi, dan berkelanjutan bagi seluruh elemen pendukung pembangunan ibu kota negara baru.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Perwakilan pekerja konstruksi yang terdampak insiden kebakaran di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Site 1A, Tower Nusa Indah menerima bantuan dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan dukungan menyeluruh bagi para pekerja konstruksi, khususnya mereka yang terdampak insiden kebakaran di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Site 1A, Tower Nusa Indah.
Kebakaran yang terjadi Rabu (1/10/2025) lalu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Meski begitu, sejumlah pekerja yang terdampak langsung telah dievakuasi ke hunian sementara sebagai langkah cepat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan mereka.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi para pekerja, tidak hanya dari sisi fisik dan kebutuhan dasar, tetapi juga dari aspek psikososial.
“Otorita IKN memiliki tim yang secara khusus memantau kondisi rekan-rekan pekerja yang terdampak, baik dari sisi psikologis maupun sosial. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi,” ucap Alimuddin dalam siaran persnya, Selasa (7/10/2025).
Sebagai bentuk kepedulian, Otorita IKN juga menyalurkan bantuan berupa pakaian dan perlengkapan pribadi. Bantuan tersebut berasal dari donasi pegawai internal, mencakup pakaian layak pakai, baju dan celana baru, pakaian dalam, selimut hingga handuk baru.
Selain memenuhi kebutuhan mendesak, bantuan ini menjadi simbol solidaritas Otorita IKN terhadap para pekerja yang menjadi ujung tombak pembangunan IKN.
“Ini bukan sekadar bantuan logistik, tetapi bentuk perhatian dan penghargaan kami atas peran penting para pekerja. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari visi Nusantara sebagai kota dunia untuk semua,” tambahnya.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa Otorita IKN tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjamin ekosistem kerja yang aman, manusiawi, dan berkelanjutan bagi seluruh elemen pendukung pembangunan ibu kota negara baru.
(Sf/Rs)