Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Cabang Balikpapan, Ferdinan Nurdin. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Cabang Balikpapan, Ferdinan Nurdin menyampaikan pelaksanaan monitoring angkutan udara selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan aman dan lancar tanpa kejadian signifikan.
“Alhamdulillah selama pelaksanaan monitoring nataru tidak ada kejadian yang sangat signifikan. Seluruh kegiatan berjalan normal,” kata Ferdinan kepada media, Selasa (6/1/2026).
Otban Wilayah VII Balikpapan membawahi tiga provinsi dengan total 28 bandara yang terdiri dari bandara Angkasa Pura, bandara pemerintah, serta bandara milik swasta.
Dari jumlah tersebut, terdapat tujuh bandara yang menjadi fokus pengawasan selama periode nataru, yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Samarinda dan Berau di Kaltim, Tarakan di Kalimantan Utara, serta Sampit dan Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah.
“Berdasarkan hasil evaluasi, aktivitas penerbangan di tujuh bandara tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pergerakan pesawat naik sekitar empat persen, sementara jumlah penumpang meningkat sebesar 6,7 persen,” lanjutnya.
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan tercatat sebagai bandara dengan trafik tertinggi, disusul Bandara Berau. Puncak arus keberangkatan terjadi pada 22 Desember, sementara arus balik penumpang berlangsung sekitar 4 Januari. Selama periode tersebut, Otban VII melakukan pemeriksaan terhadap 136 pesawat.
“Seluruh pesawat yang kami periksa dinyatakan laik terbang dan tidak ditemukan kendala teknis yang signifikan,” jelasnya.
Secara nasional, total pesawat yang diperiksa selama nataru mencapai sekitar 600 unit, dengan 136 di antaranya berada di wilayah kerja Otban VII.
Pengawasan dilakukan oleh lima kelompok inspektur, meliputi bidang navigasi udara yang memantau AirNav, bidang kelayakan udara yang mengawasi maskapai, bidang bandar udara dan keamanan, serta bidang angkutan udara.
“Monitoring dilakukan setiap hari di seluruh bandara yang berada dalam wilayah kerja Otban VII,” imbuh Ferdinan.
Selain evaluasi nataru, Ferdinan juga menyoroti potensi pariwisata di Katim. Menurutnya daerah ini memiliki destinasi wisata unggulan seperti Berau, Maratua dan Derawan yang perlu dipromosikan secara lebih masif.
Sebagai upaya mendukung pariwisata, Otban VII mengumumkan rencana peluncuran penerbangan perdana rute Berau–Maratua pulang pergi yang akan dilaksanakan pada 16 Januari 2025. Penerbangan tersebut akan dilayani oleh Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 penumpang.
“Kami berharap dukungan media dan seluruh pihak untuk mempromosikan pariwisata Katim agar dikenal tidak hanya secara nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah rute baru juga tengah dipersiapkan oleh maskapai. Lion Group melalui Super Air Jet berencana menambah frekuensi penerbangan rute Berau–Balikpapan dari dua kali menjadi tiga kali per hari.
“Maskapai Citilink juga direncanakan mengganti layanan pesawat ATR menjadi Airbus untuk rute tertentu,” ungkapnya.
Rencana pengembangan rute lainnya meliputi penerbangan Berau–Tarakan pulang pergi, Tanjung Selor–Balikpapan, serta reaktivasi sejumlah rute yang sempat berhenti beroperasi. Otban VII terus berkoordinasi dan memfasilitasi agar konektivitas udara kembali aktif seperti sebelum pandemi, khususnya pada 2019.
“Kami terus melakukan penjajakan agar pergerakan transportasi udara semakin hidup dan mampu mendorong mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Cabang Balikpapan, Ferdinan Nurdin. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Cabang Balikpapan, Ferdinan Nurdin menyampaikan pelaksanaan monitoring angkutan udara selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan aman dan lancar tanpa kejadian signifikan.
“Alhamdulillah selama pelaksanaan monitoring nataru tidak ada kejadian yang sangat signifikan. Seluruh kegiatan berjalan normal,” kata Ferdinan kepada media, Selasa (6/1/2026).
Otban Wilayah VII Balikpapan membawahi tiga provinsi dengan total 28 bandara yang terdiri dari bandara Angkasa Pura, bandara pemerintah, serta bandara milik swasta.
Dari jumlah tersebut, terdapat tujuh bandara yang menjadi fokus pengawasan selama periode nataru, yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Samarinda dan Berau di Kaltim, Tarakan di Kalimantan Utara, serta Sampit dan Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah.
“Berdasarkan hasil evaluasi, aktivitas penerbangan di tujuh bandara tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pergerakan pesawat naik sekitar empat persen, sementara jumlah penumpang meningkat sebesar 6,7 persen,” lanjutnya.
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan tercatat sebagai bandara dengan trafik tertinggi, disusul Bandara Berau. Puncak arus keberangkatan terjadi pada 22 Desember, sementara arus balik penumpang berlangsung sekitar 4 Januari. Selama periode tersebut, Otban VII melakukan pemeriksaan terhadap 136 pesawat.
“Seluruh pesawat yang kami periksa dinyatakan laik terbang dan tidak ditemukan kendala teknis yang signifikan,” jelasnya.
Secara nasional, total pesawat yang diperiksa selama nataru mencapai sekitar 600 unit, dengan 136 di antaranya berada di wilayah kerja Otban VII.
Pengawasan dilakukan oleh lima kelompok inspektur, meliputi bidang navigasi udara yang memantau AirNav, bidang kelayakan udara yang mengawasi maskapai, bidang bandar udara dan keamanan, serta bidang angkutan udara.
“Monitoring dilakukan setiap hari di seluruh bandara yang berada dalam wilayah kerja Otban VII,” imbuh Ferdinan.
Selain evaluasi nataru, Ferdinan juga menyoroti potensi pariwisata di Katim. Menurutnya daerah ini memiliki destinasi wisata unggulan seperti Berau, Maratua dan Derawan yang perlu dipromosikan secara lebih masif.
Sebagai upaya mendukung pariwisata, Otban VII mengumumkan rencana peluncuran penerbangan perdana rute Berau–Maratua pulang pergi yang akan dilaksanakan pada 16 Januari 2025. Penerbangan tersebut akan dilayani oleh Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 penumpang.
“Kami berharap dukungan media dan seluruh pihak untuk mempromosikan pariwisata Katim agar dikenal tidak hanya secara nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah rute baru juga tengah dipersiapkan oleh maskapai. Lion Group melalui Super Air Jet berencana menambah frekuensi penerbangan rute Berau–Balikpapan dari dua kali menjadi tiga kali per hari.
“Maskapai Citilink juga direncanakan mengganti layanan pesawat ATR menjadi Airbus untuk rute tertentu,” ungkapnya.
Rencana pengembangan rute lainnya meliputi penerbangan Berau–Tarakan pulang pergi, Tanjung Selor–Balikpapan, serta reaktivasi sejumlah rute yang sempat berhenti beroperasi. Otban VII terus berkoordinasi dan memfasilitasi agar konektivitas udara kembali aktif seperti sebelum pandemi, khususnya pada 2019.
“Kami terus melakukan penjajakan agar pergerakan transportasi udara semakin hidup dan mampu mendorong mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
(Sf/Lo)