Cari disini...
Seputarfakta.com - Sahrul -
Seputar Kaltim
Ormas adat dayak mengawal penuntasan kasus di Muara Kate dan meminta kepastian tidak ada aktivitas hauling menggunakan jalan umum (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Organisasi Masyarakat (Ormas) Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) perwakilan dari seluruh Kalimantan menggelar aksi di depan kantor Polres Paser, Jumat (22/11/2024).
Aksi itu digelar terkait kasus kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu di posko jaga hauling batu bara, tepatnya di Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser.
Lewat aksi itu TBBR juga menginginkan kepastian dari aparat kepolisian agar tidak ada aktivitas hauling batu bara menggunakan jalan umum.
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo memastikan terkait kasus di Muara Kate pihaknya terus memperoses hingga kasus itu terungkap.
"Dalam pengungkapan kasus kita masih proses secara penuh dan maksimal mulai dari pekan lalu pasca kejadian hingga sampai hari ini," katanya usai Aksi berlangsung.
Mengenai aktivitas hauling menggunakan jalan umum, ia juga memastikan tidak ada kendaraan angkutan hauling yang melintasi jalanan umum.
"Kita juga memastikan bahwa dalam kegiatan (akrivitas hauling) tidak ada yang menggunakan jalanan umum," tuturnya.
Mengenai perkembangan penanganan kasus di Muara Kate yang belum terungkap hingga kini, kata dia, ada beberapa kendala yang dialami dalam upaya mengumpulkan informasi, sehingga proses pemeriksaan terhadap saksi dilakukan pemeriksaan terfokus pada seseorang di lokasi kejadian.
"Kami lakukan pemeriksaan kembali terhadap saksi-saksi, kemudian juga orang yang kemungkinan berada di lokasi kejadian dan orang-orang yang hadir pada saat pertemuan sebelumnya," ungkapnya.
Sebelumnya, disebut bahwa ada 11 orang yang telah diperiksa, namun sampai saat ini ada empat saksi baru yang dilakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut.
"Ada empat orang saksi tambahan dan kasus ini masih kita dalami," tandasnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Sahrul -
Seputar Kaltim

Ormas adat dayak mengawal penuntasan kasus di Muara Kate dan meminta kepastian tidak ada aktivitas hauling menggunakan jalan umum (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Organisasi Masyarakat (Ormas) Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) perwakilan dari seluruh Kalimantan menggelar aksi di depan kantor Polres Paser, Jumat (22/11/2024).
Aksi itu digelar terkait kasus kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu di posko jaga hauling batu bara, tepatnya di Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser.
Lewat aksi itu TBBR juga menginginkan kepastian dari aparat kepolisian agar tidak ada aktivitas hauling batu bara menggunakan jalan umum.
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo memastikan terkait kasus di Muara Kate pihaknya terus memperoses hingga kasus itu terungkap.
"Dalam pengungkapan kasus kita masih proses secara penuh dan maksimal mulai dari pekan lalu pasca kejadian hingga sampai hari ini," katanya usai Aksi berlangsung.
Mengenai aktivitas hauling menggunakan jalan umum, ia juga memastikan tidak ada kendaraan angkutan hauling yang melintasi jalanan umum.
"Kita juga memastikan bahwa dalam kegiatan (akrivitas hauling) tidak ada yang menggunakan jalanan umum," tuturnya.
Mengenai perkembangan penanganan kasus di Muara Kate yang belum terungkap hingga kini, kata dia, ada beberapa kendala yang dialami dalam upaya mengumpulkan informasi, sehingga proses pemeriksaan terhadap saksi dilakukan pemeriksaan terfokus pada seseorang di lokasi kejadian.
"Kami lakukan pemeriksaan kembali terhadap saksi-saksi, kemudian juga orang yang kemungkinan berada di lokasi kejadian dan orang-orang yang hadir pada saat pertemuan sebelumnya," ungkapnya.
Sebelumnya, disebut bahwa ada 11 orang yang telah diperiksa, namun sampai saat ini ada empat saksi baru yang dilakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut.
"Ada empat orang saksi tambahan dan kasus ini masih kita dalami," tandasnya.
(Sf/By)