Seputar Kaltim

    Organisasi di Kaltim ini Bersedia Reklamasi Lubang Tambang, Datangi Pj Gubernur dan Tawarkan Kerjasama 

    Penulis:Firzatullah Akbar|Redaktur:Rusdianto
    12 Juli 2024 pukul 15:40 WITA

    Ket foto : Foto Pertemuan Pj Gubernur dengan Palhi.(Firza/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerhati Aktivitas Lingkungan Hijau Indonesia (Palhi) bersedia melakukan upaya reklamasi bekas galian tambang batubara, di Kalimantan Timur (Kaltim). Organisasi ini, bahkan telah melakukan upaya-upaya pascatambang, hingga reklamasi pada lahan seluas 20 hektare. 

    Demi memberi dampak yang lebih luas, Palhi menyambangi Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik, di kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Jumat (12/7/2024).

    Ketua Palhi, Rahmat menuturkan pemulihan lingkungan eks tambang kedepannya harus mengedepankan kualitas lahannya. Rahmat, menyarankan lahan harus ditanami dengan berbagai macam jenis vegetasi. 

    "Selama ini kegiatan kami masih melakukan reklamasi, pascatambang, termasuk bersih-bersih lingkungan,"ujar Rahmat. 

    Ia berharap, ada kerjasama yang baik dengan Pemprov Kaltim agar lebih banyak lagi lahan bekas tambang yang bisa dipulihkan. 

    “Dari rekam jejak tersebut, kami harap kolaborasi ini bisa jadi langkah awal yang baik demi menghijaukan eks tambang di Kaltim dan memulihkan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan,” bebernya. 

    Menanggapi hal itu, Pj Gubernur, Akmal Malik mengaku berbahagia atas inisiatif Palhi. Pasalnya, penyelesaian masalah lingkungan di Kaltim masih memerlukan banyak solusi. Spesifik soal bekas galian tambang batubara, Akmal menyebut setidaknya ada sekitar 174 titik eks tambang yang belum terselesaikan.

    "Ya kita sambut baik tentu saja, tetapi kita mau lihat track record dulu apakah mereka expert di bidangnya, karena kita akan lakukan kerjasama," kata Akmal. 

    Ia mengaku,  cenderung menyarankan untuk fokus kepada eks galian tambang saja jadi masalah penghijauannya tepat, urusan eks tambang pun bisa diselesaikan bersamaan. Mereka sepakat terkait itu.

    "Kalau lebih banyak gerakan seperti ini di Kaltim, kita bisa selesaikan persoalan  eks tambang ini," tukasnya. 

    "Ada sekian ratus saja (ormas seperti Palhi), kita tidak usah ribut-ribut lagi,"pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Organisasi di Kaltim ini Bersedia Reklamasi Lubang Tambang, Datangi Pj Gubernur dan Tawarkan Kerjasama 

    Penulis:Firzatullah Akbar|Redaktur:Rusdianto
    12 Juli 2024 pukul 15:40 WITA

    Ket foto : Foto Pertemuan Pj Gubernur dengan Palhi.(Firza/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerhati Aktivitas Lingkungan Hijau Indonesia (Palhi) bersedia melakukan upaya reklamasi bekas galian tambang batubara, di Kalimantan Timur (Kaltim). Organisasi ini, bahkan telah melakukan upaya-upaya pascatambang, hingga reklamasi pada lahan seluas 20 hektare. 

    Demi memberi dampak yang lebih luas, Palhi menyambangi Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik, di kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Jumat (12/7/2024).

    Ketua Palhi, Rahmat menuturkan pemulihan lingkungan eks tambang kedepannya harus mengedepankan kualitas lahannya. Rahmat, menyarankan lahan harus ditanami dengan berbagai macam jenis vegetasi. 

    "Selama ini kegiatan kami masih melakukan reklamasi, pascatambang, termasuk bersih-bersih lingkungan,"ujar Rahmat. 

    Ia berharap, ada kerjasama yang baik dengan Pemprov Kaltim agar lebih banyak lagi lahan bekas tambang yang bisa dipulihkan. 

    “Dari rekam jejak tersebut, kami harap kolaborasi ini bisa jadi langkah awal yang baik demi menghijaukan eks tambang di Kaltim dan memulihkan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan,” bebernya. 

    Menanggapi hal itu, Pj Gubernur, Akmal Malik mengaku berbahagia atas inisiatif Palhi. Pasalnya, penyelesaian masalah lingkungan di Kaltim masih memerlukan banyak solusi. Spesifik soal bekas galian tambang batubara, Akmal menyebut setidaknya ada sekitar 174 titik eks tambang yang belum terselesaikan.

    "Ya kita sambut baik tentu saja, tetapi kita mau lihat track record dulu apakah mereka expert di bidangnya, karena kita akan lakukan kerjasama," kata Akmal. 

    Ia mengaku,  cenderung menyarankan untuk fokus kepada eks galian tambang saja jadi masalah penghijauannya tepat, urusan eks tambang pun bisa diselesaikan bersamaan. Mereka sepakat terkait itu.

    "Kalau lebih banyak gerakan seperti ini di Kaltim, kita bisa selesaikan persoalan  eks tambang ini," tukasnya. 

    "Ada sekian ratus saja (ormas seperti Palhi), kita tidak usah ribut-ribut lagi,"pungkasnya.

    (Sf/Rs)