Seputar Kaltim

    Orang yang Pernah Mendarat di Bulan ini, Sarankan Pilih Lagu yang Tepat Saat Saksikan Gerhana Matahari Cincin Api

    Redaktur:Rusdianto
    13 Oktober 2023 pukul 08:19 WITA

    Gerhana Matahari cincin api, diprediksi terjadi 14 Oktober 2023 (Dok NASA)

    Samarinda - Buzz Aldrin, salah satu dari sedikit manusia yang pernah menjejakkan kaki di permukaan Bulan, menyarankan beberapa hal ketika menyaksikan fenomena gerhana Matahari cincin. 

    Seperti diketahui, lembaga eksplorasi ruang angkasa Amerika Serikat NASA, merilis jadwal penampilan Gerhana Matahari Cincin yang diperkirakan bakal terjadi pada Sabtu 14 Oktober 2023 besok. 

    Dalam unggahan di laman Facebook pribadinya, Aldrin yang merupakan manusia  kedua yang mendarat di Bulan setelah Neil Armstrong, tampak demikian antusias akan fenomena ini.

    "Jangan sampai terlewatkan. Ini (gerhana matahari cincin api) akan menjadi satu-satunya yang terlihat selama puluhan tahun ke depan," tulis Aldrin. 

    Untuk menyaksikan fenomena yang pada keterangan resmi NASA disebutkan dapat dilihat di seluruh Amerika Serikat dan jutaan orang di seluruh dunia akan dapat menyaksikannya, itu Buzz menyarankan untuk memilih lagu yang tepat agar suasana menjadi lebih menyenangkan. 

    "Anda mungkin juga ingin memilih beberapa musik untuk menikmati pemandangan," tukas Aldrin. 

    Ia sendiri, mengaku sudah punya playlistnya. "Aku bisa mendengar suara Johny Cash yang dalam, sekarang," imbuhnya. 


    Masih dari keterangan di laman resmi NASA, dijelaskan ada tiga jenis gerhana matahari: total, annular, dan parsial. Saat Bulan jauh dari Bumi, ukurannya terlalu kecil untuk menutupi Matahari seluruhnya, sehingga terjadi gerhana cincin, seperti yang diperkirakan terjadi pada 14 Oktober 2023. 

    Saat Bulan dekat dengan Bumi, ukurannya lebih besar. menutupi seluruh Matahari sehingga menyebabkan terjadinya gerhana total yang akan terjadi pada tanggal 8 April 2024. 

    Gerhana sebagian terjadi jika Bumi, Bulan, dan Matahari tidak sejajar sempurna sehingga hanya sebagian Matahari saja yang tampak tertutup, sehingga menyebabkan bentuk bulan sabit. 

    Pada saat terjadi gerhana matahari total atau cincin, orang yang berada di luar jalur totalitas/annularitas akan melihat gerhana matahari sebagian.

    Itulah sebabnya, fenomena gerhana matahari cincin tidak bisa disaksikan di Indonesia.

    Namun, untuk warga plus enam dua yang hendak menyaksikan gerhana matahari cincin api ini, bisa menontonnya melalui siaran langsung di berbagai kanal media sosial NASA, seperti di X (dulu Twitter), Facebook dan YouTube. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Orang yang Pernah Mendarat di Bulan ini, Sarankan Pilih Lagu yang Tepat Saat Saksikan Gerhana Matahari Cincin Api

    Redaktur:Rusdianto
    13 Oktober 2023 pukul 08:19 WITA

    Gerhana Matahari cincin api, diprediksi terjadi 14 Oktober 2023 (Dok NASA)

    Samarinda - Buzz Aldrin, salah satu dari sedikit manusia yang pernah menjejakkan kaki di permukaan Bulan, menyarankan beberapa hal ketika menyaksikan fenomena gerhana Matahari cincin. 

    Seperti diketahui, lembaga eksplorasi ruang angkasa Amerika Serikat NASA, merilis jadwal penampilan Gerhana Matahari Cincin yang diperkirakan bakal terjadi pada Sabtu 14 Oktober 2023 besok. 

    Dalam unggahan di laman Facebook pribadinya, Aldrin yang merupakan manusia  kedua yang mendarat di Bulan setelah Neil Armstrong, tampak demikian antusias akan fenomena ini.

    "Jangan sampai terlewatkan. Ini (gerhana matahari cincin api) akan menjadi satu-satunya yang terlihat selama puluhan tahun ke depan," tulis Aldrin. 

    Untuk menyaksikan fenomena yang pada keterangan resmi NASA disebutkan dapat dilihat di seluruh Amerika Serikat dan jutaan orang di seluruh dunia akan dapat menyaksikannya, itu Buzz menyarankan untuk memilih lagu yang tepat agar suasana menjadi lebih menyenangkan. 

    "Anda mungkin juga ingin memilih beberapa musik untuk menikmati pemandangan," tukas Aldrin. 

    Ia sendiri, mengaku sudah punya playlistnya. "Aku bisa mendengar suara Johny Cash yang dalam, sekarang," imbuhnya. 


    Masih dari keterangan di laman resmi NASA, dijelaskan ada tiga jenis gerhana matahari: total, annular, dan parsial. Saat Bulan jauh dari Bumi, ukurannya terlalu kecil untuk menutupi Matahari seluruhnya, sehingga terjadi gerhana cincin, seperti yang diperkirakan terjadi pada 14 Oktober 2023. 

    Saat Bulan dekat dengan Bumi, ukurannya lebih besar. menutupi seluruh Matahari sehingga menyebabkan terjadinya gerhana total yang akan terjadi pada tanggal 8 April 2024. 

    Gerhana sebagian terjadi jika Bumi, Bulan, dan Matahari tidak sejajar sempurna sehingga hanya sebagian Matahari saja yang tampak tertutup, sehingga menyebabkan bentuk bulan sabit. 

    Pada saat terjadi gerhana matahari total atau cincin, orang yang berada di luar jalur totalitas/annularitas akan melihat gerhana matahari sebagian.

    Itulah sebabnya, fenomena gerhana matahari cincin tidak bisa disaksikan di Indonesia.

    Namun, untuk warga plus enam dua yang hendak menyaksikan gerhana matahari cincin api ini, bisa menontonnya melalui siaran langsung di berbagai kanal media sosial NASA, seperti di X (dulu Twitter), Facebook dan YouTube. 

    (Sf/Rs)