Seputar Kaltim

    Optimis, Agus Haris Sebut Angka Kemiskinan Ekstrem di Bontang Tuntas Sebelum 100 Hari Kerja

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    10 April 2025 pukul 16:32 WITA

    Rapat terkait angka kemiskinan ekstrem di Bontang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. (Prokompim Bontang)

    Bontang - Angka kemiskinan ekstrem di Bontang mengalami penurunan positif yang sangat drastis, hingga tersisa tujuh Kartu Keluarga (KK) dengan 22 jiwa.

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengaku optimis program 100 hari kerjanya dan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni terkait Bontang zero miskin ekstrem akan segera terealisasikan.

    Berdasarkan progres yang berjalan, ia yakin dalam waktu dekat permasalahan miskin ektrem di Bontang akan tuntas.

    “Bahkan sebelum 100 hari kerja saja kami yakin ini sudah selesai, dalam waktu 30 hari ke depan kita targetkan kalau bisa tinggal satu KK,” ujarnya saat diwawancarai via telepon, Kamis (10/4/2024).

    Menurut pria yang akrab disapa AH itu, pengentasan miskin ekstrem seharusnya bukan permasalahan yang rumit di Bontang. Mengingat Bontang dikelilingi oleh perusahaan raksasa yang memiliki peran sosial untuk membantu program pemerintah.

    “Kita sangat yakin ini berhasil karena banyak perusahaan di Bontang yang turut bekerja sama,” lanjutnya.

    Intervensi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk menangani masalah miskin ekstrem direalisasikan dengan memberikan bantuan Rp1 juta per bulan melalui Baznas Bontang, renovasi rumah tidak layak huni dan pemberian pelatihan kerja bagi anggota keluarga.

    “Bekerja sama dengan perusahaan, kami yakin upaya ini sudah sangat baik untuk mengatasi masalah miskin ekstrem,” lanjut AH.

    Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati memaparkan data kemiskinan ekstrem yang kini tersisa. Loktuan dua KK dengan delapan jiwa, Api-api dua KK dengan tujuh jiwa, Tanjung Laut satu KK dengan tiga jiwa, Tanjung Laut Indah satu KK dengan dua jiwa dan Kanaan satu KK dengan dua jiwa. 

    Sebelumnya, angka miskin ekstrem di Bontang masih 42 KK dengan 149 jiwa yang kemudian menyusut menjadi 30 KK dan kini tersisa 7 KK. 
    “Tersisa 22 KK yang akan terus dilakukan intervesi,” ucap Toetoek saat rapat kemiskinan ekstrem di Bontang, Rabu (9/4/2025) lalu.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Optimis, Agus Haris Sebut Angka Kemiskinan Ekstrem di Bontang Tuntas Sebelum 100 Hari Kerja

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    10 April 2025 pukul 16:32 WITA

    Rapat terkait angka kemiskinan ekstrem di Bontang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. (Prokompim Bontang)

    Bontang - Angka kemiskinan ekstrem di Bontang mengalami penurunan positif yang sangat drastis, hingga tersisa tujuh Kartu Keluarga (KK) dengan 22 jiwa.

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengaku optimis program 100 hari kerjanya dan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni terkait Bontang zero miskin ekstrem akan segera terealisasikan.

    Berdasarkan progres yang berjalan, ia yakin dalam waktu dekat permasalahan miskin ektrem di Bontang akan tuntas.

    “Bahkan sebelum 100 hari kerja saja kami yakin ini sudah selesai, dalam waktu 30 hari ke depan kita targetkan kalau bisa tinggal satu KK,” ujarnya saat diwawancarai via telepon, Kamis (10/4/2024).

    Menurut pria yang akrab disapa AH itu, pengentasan miskin ekstrem seharusnya bukan permasalahan yang rumit di Bontang. Mengingat Bontang dikelilingi oleh perusahaan raksasa yang memiliki peran sosial untuk membantu program pemerintah.

    “Kita sangat yakin ini berhasil karena banyak perusahaan di Bontang yang turut bekerja sama,” lanjutnya.

    Intervensi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk menangani masalah miskin ekstrem direalisasikan dengan memberikan bantuan Rp1 juta per bulan melalui Baznas Bontang, renovasi rumah tidak layak huni dan pemberian pelatihan kerja bagi anggota keluarga.

    “Bekerja sama dengan perusahaan, kami yakin upaya ini sudah sangat baik untuk mengatasi masalah miskin ekstrem,” lanjut AH.

    Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati memaparkan data kemiskinan ekstrem yang kini tersisa. Loktuan dua KK dengan delapan jiwa, Api-api dua KK dengan tujuh jiwa, Tanjung Laut satu KK dengan tiga jiwa, Tanjung Laut Indah satu KK dengan dua jiwa dan Kanaan satu KK dengan dua jiwa. 

    Sebelumnya, angka miskin ekstrem di Bontang masih 42 KK dengan 149 jiwa yang kemudian menyusut menjadi 30 KK dan kini tersisa 7 KK. 
    “Tersisa 22 KK yang akan terus dilakukan intervesi,” ucap Toetoek saat rapat kemiskinan ekstrem di Bontang, Rabu (9/4/2025) lalu.

    (Sf/Lo)