Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam upaya menjaga ketertiban dan ketentraman di Kota Samarinda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meluncurkan program Sinergi Pemberdayaan Satlinmas dalam Ketentraman dan Ketertiban Umum (Sipmas Keren).
Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam mendeteksi dini dan mencegah potensi gangguan ketentraman, terutama di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini menjelaskan bahwa selama ini Satlinmas di Samarinda yang sudah dikukuhkan oleh wali kota dinilai belum berjakan dengan optimal. Menurutnya sinergi pemberdayaan masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menghadapi ketertiban dan ketentraman di Samarinda.
"Satlinmas ini nantinya akan berperan dalam deteksi dini, pencegahan terkait kebencanaan, dan berbagai masalah ketertiban lainnya di wilayah masing-masing," jelas Anis, Jumat (20/9/2024).
Sebagai pilot project program ini akan mulai berjalan di Kecamatan Samarinda Kota, yang menurutnya merupakan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, terutama dalam sektor Usaha Kecil Menengah (UKM).
"Samarinda Kota ini tantangannya berbeda, karena banyak warganya yang sibuk dengan kegiatan usaha. Namun, ada juga warga yang bersedia terlibat dalam Satlinmas, dan ini yang menjadi tantangan bagi kami untuk merangkul mereka di tengah kesibukan aktivitas tersebut," tambahnya.
Lebih lanjut, mantan Camat Samarinda Kota ini menekankan pentingnya pendekatan bertahap dalam pelaksanaan program ini, yang akan dilakukan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
"Untuk jangka pendek, kami akan melaksanakan program ini selama tiga bulan dalam waktu dekat. Output yang diharapkan adalah adanya pelatihan bagi Satlinmas, termasuk pelatihan digitalisasi pelaporan, agar pengawasan di wilayah dapat dilakukan secara lebih nyata," paparnya.
Meski Satlinmas berperan dalam pengawasan dan pencegahan, Anis menegaskan bahwa mereka bukanlah eksekutor. Di mana Satlinmas hanya membantu dalam hal mendeteksi, mengimbau, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengn kegiatan yang menyangkut ketenteraman dan ketertiban umum.
"Tindakan eksekusi tetap menjadi ranah Satpol PP," tegasnya.
Ia menjabarkan bahwa Satlinmas sendiri merupakan bagian dari masyarakat yang dibentuk di tingkat kelurahan dan diresmikan oleh lurah setempat. Mereka diproyeksikan untuk membantu dalam menjaga ketertiban dan ketentraman di wilayahnya.
"Dengan adanya program Sipmas Keren ini, kita berharap Satlinmas dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan tertib di Samarinda," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam upaya menjaga ketertiban dan ketentraman di Kota Samarinda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meluncurkan program Sinergi Pemberdayaan Satlinmas dalam Ketentraman dan Ketertiban Umum (Sipmas Keren).
Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam mendeteksi dini dan mencegah potensi gangguan ketentraman, terutama di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini menjelaskan bahwa selama ini Satlinmas di Samarinda yang sudah dikukuhkan oleh wali kota dinilai belum berjakan dengan optimal. Menurutnya sinergi pemberdayaan masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menghadapi ketertiban dan ketentraman di Samarinda.
"Satlinmas ini nantinya akan berperan dalam deteksi dini, pencegahan terkait kebencanaan, dan berbagai masalah ketertiban lainnya di wilayah masing-masing," jelas Anis, Jumat (20/9/2024).
Sebagai pilot project program ini akan mulai berjalan di Kecamatan Samarinda Kota, yang menurutnya merupakan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, terutama dalam sektor Usaha Kecil Menengah (UKM).
"Samarinda Kota ini tantangannya berbeda, karena banyak warganya yang sibuk dengan kegiatan usaha. Namun, ada juga warga yang bersedia terlibat dalam Satlinmas, dan ini yang menjadi tantangan bagi kami untuk merangkul mereka di tengah kesibukan aktivitas tersebut," tambahnya.
Lebih lanjut, mantan Camat Samarinda Kota ini menekankan pentingnya pendekatan bertahap dalam pelaksanaan program ini, yang akan dilakukan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
"Untuk jangka pendek, kami akan melaksanakan program ini selama tiga bulan dalam waktu dekat. Output yang diharapkan adalah adanya pelatihan bagi Satlinmas, termasuk pelatihan digitalisasi pelaporan, agar pengawasan di wilayah dapat dilakukan secara lebih nyata," paparnya.
Meski Satlinmas berperan dalam pengawasan dan pencegahan, Anis menegaskan bahwa mereka bukanlah eksekutor. Di mana Satlinmas hanya membantu dalam hal mendeteksi, mengimbau, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengn kegiatan yang menyangkut ketenteraman dan ketertiban umum.
"Tindakan eksekusi tetap menjadi ranah Satpol PP," tegasnya.
Ia menjabarkan bahwa Satlinmas sendiri merupakan bagian dari masyarakat yang dibentuk di tingkat kelurahan dan diresmikan oleh lurah setempat. Mereka diproyeksikan untuk membantu dalam menjaga ketertiban dan ketentraman di wilayahnya.
"Dengan adanya program Sipmas Keren ini, kita berharap Satlinmas dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan tertib di Samarinda," pungkasnya.
(Sf/Rs)