Seputar Kaltim

    Operasi Siswa Korban Perundungan di PPU Dibiayai Gubernur, Pemda Minta Sekolah Perkuat Pencegahan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    25 Juni 2026 pukul 19:27 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membantu pembiayaan operasi rekonstruksi terhadap seorang siswa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang mengalami cedera pada bagian telinga usai perselisihan antarsiswa yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan dugaan perundungan.

    Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan penanganan medis tersebut diberikan setelah kondisi korban dinilai berpotensi berdampak terhadap masa depan dan rencana pendidikan siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang kedinasan.

    "Pak Gubernur membantu pembiayaan operasi plastik terhadap siswa yang mengalami cedera fisik. Pertimbangannya karena anak ini punya cita-cita melanjutkan pendidikan ke kepolisian atau tentara," kata Mudyat, Rabu (24/6/2026).

    Korban sebelumnya mengalami luka pada bagian daun telinga hingga harus menjalani tindakan operasi rekonstruksi di RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

    Menurut Mudyat, biaya penanganan tersebut mencapai sekitar Rp100 juta dan ditanggung melalui bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kaltim.

    Ia memastikan perkara yang sempat mencuat itu telah diselesaikan melalui mediasi dan berakhir secara kekeluargaan.

    "Sudah selesai, kedua belah pihak juga sudah berdamai," ujarnya.

    Mudyat menambahkan pemerintah daerah sebelumnya juga telah mendampingi proses pemulihan dengan menjenguk korban dan memberikan dukungan agar tetap melanjutkan pendidikan tanpa kehilangan rasa percaya diri.

    Sementara itu, siswa lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut juga disebut tetap difasilitasi agar dapat melanjutkan pendidikan.

    Menurut Mudyat, Gubernur Kaltim telah meminta jajaran pemerintah provinsi membantu proses penerimaan sekolah melalui jalur afirmasi setelah sebelumnya siswa tersebut diinformasikan belum diterima di sekolah tujuan.

    Pemkab PPU berharap kasus serupa tidak kembali terjadi. Mudyat meminta sekolah memperkuat pengawasan serta membangun ruang komunikasi sejak gejala perundungan mulai terlihat.

    "Ketika ada tanda-tanda awal, itu harus dicegah. Guru dan kepala sekolah punya peran penting agar kasus seperti ini tidak terulang," katanya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Operasi Siswa Korban Perundungan di PPU Dibiayai Gubernur, Pemda Minta Sekolah Perkuat Pencegahan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    25 Juni 2026 pukul 19:27 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membantu pembiayaan operasi rekonstruksi terhadap seorang siswa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang mengalami cedera pada bagian telinga usai perselisihan antarsiswa yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan dugaan perundungan.

    Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan penanganan medis tersebut diberikan setelah kondisi korban dinilai berpotensi berdampak terhadap masa depan dan rencana pendidikan siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang kedinasan.

    "Pak Gubernur membantu pembiayaan operasi plastik terhadap siswa yang mengalami cedera fisik. Pertimbangannya karena anak ini punya cita-cita melanjutkan pendidikan ke kepolisian atau tentara," kata Mudyat, Rabu (24/6/2026).

    Korban sebelumnya mengalami luka pada bagian daun telinga hingga harus menjalani tindakan operasi rekonstruksi di RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

    Menurut Mudyat, biaya penanganan tersebut mencapai sekitar Rp100 juta dan ditanggung melalui bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kaltim.

    Ia memastikan perkara yang sempat mencuat itu telah diselesaikan melalui mediasi dan berakhir secara kekeluargaan.

    "Sudah selesai, kedua belah pihak juga sudah berdamai," ujarnya.

    Mudyat menambahkan pemerintah daerah sebelumnya juga telah mendampingi proses pemulihan dengan menjenguk korban dan memberikan dukungan agar tetap melanjutkan pendidikan tanpa kehilangan rasa percaya diri.

    Sementara itu, siswa lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut juga disebut tetap difasilitasi agar dapat melanjutkan pendidikan.

    Menurut Mudyat, Gubernur Kaltim telah meminta jajaran pemerintah provinsi membantu proses penerimaan sekolah melalui jalur afirmasi setelah sebelumnya siswa tersebut diinformasikan belum diterima di sekolah tujuan.

    Pemkab PPU berharap kasus serupa tidak kembali terjadi. Mudyat meminta sekolah memperkuat pengawasan serta membangun ruang komunikasi sejak gejala perundungan mulai terlihat.

    "Ketika ada tanda-tanda awal, itu harus dicegah. Guru dan kepala sekolah punya peran penting agar kasus seperti ini tidak terulang," katanya.

    (Sf/Rs)