Seputar Kaltim

    Operasi Patuh Mahakam 2026 Dimulai 8 Juni, Helm SNI hingga Balap Liar Jadi Sasaran

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    06 Juni 2026 pukul 11:11 WITA

    Personel Polres Kutim mengikuti Latraops sebagai persiapan Operasi Patuh Mahakam 2026. (Foto : Polres Kutim)

    Sangatta - Pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, bermain ponsel saat berkendara, hingga pelaku balap liar akan menjadi sasaran Operasi Patuh Mahakam 2026. Menjelang pelaksanaan operasi tersebut, Polres Kutai Timur (Kutim) menggelar Latihan Pra Operasi (Latraops), Jumat (5/6/2026).

    Latraops yang berlangsung di Auditorium Pelangi, Mako Polres Kutim, diikuti personel dari berbagai satuan fungsi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026 yang akan digelar serentak di Kalimantan Timur pada 8-21 Juni 2026.

    Selama Latraops, personel mendapatkan materi mengenai pola pelaksanaan operasi, penegakan hukum di lapangan, serta pendekatan edukatif yang akan diterapkan kepada masyarakat selama Operasi Patuh Mahakam berlangsung.

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, mengatakan Latraops menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing selama Operasi Patuh Mahakam 2026.

    "Melalui Latraops ini, seluruh personel diberikan pemahaman yang sama terkait sasaran, cara bertindak, serta langkah-langkah yang harus dilakukan selama Operasi Patuh Mahakam 2026. Harapannya, pelaksanaan operasi dapat berjalan optimal, profesional, dan humanis," ujar AKBP Fauzan.

    Ia mengatakan, Operasi Patuh Mahakam tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

    Operasi tersebut akan menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas yang berisiko menimbulkan kecelakaan, seperti tidak memakai helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, bermain ponsel saat berkendara, melawan arus, dan melampaui batas kecepatan.

    Pengendara di bawah umur, penggunaan knalpot brong, serta praktik balap liar juga masuk dalam fokus pengawasan petugas selama operasi berlangsung.

    Fauzan mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

    "Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat Kutim untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, melengkapi surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan," katanya.

    Ia berharap Operasi Patuh Mahakam 2026 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan di Kutim dapat ditekan.

    "Melalui Operasi Patuh Mahakam 2026, kami berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas. Keselamatan harus menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban sehingga angka kecelakaan lalu lintas di Kutim dapat ditekan dan situasi Kamseltibcarlantas tetap aman serta kondusif," tutupnya.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    Operasi Patuh Mahakam 2026 Dimulai 8 Juni, Helm SNI hingga Balap Liar Jadi Sasaran

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    06 Juni 2026 pukul 11:11 WITA

    Personel Polres Kutim mengikuti Latraops sebagai persiapan Operasi Patuh Mahakam 2026. (Foto : Polres Kutim)

    Sangatta - Pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, bermain ponsel saat berkendara, hingga pelaku balap liar akan menjadi sasaran Operasi Patuh Mahakam 2026. Menjelang pelaksanaan operasi tersebut, Polres Kutai Timur (Kutim) menggelar Latihan Pra Operasi (Latraops), Jumat (5/6/2026).

    Latraops yang berlangsung di Auditorium Pelangi, Mako Polres Kutim, diikuti personel dari berbagai satuan fungsi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026 yang akan digelar serentak di Kalimantan Timur pada 8-21 Juni 2026.

    Selama Latraops, personel mendapatkan materi mengenai pola pelaksanaan operasi, penegakan hukum di lapangan, serta pendekatan edukatif yang akan diterapkan kepada masyarakat selama Operasi Patuh Mahakam berlangsung.

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, mengatakan Latraops menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing selama Operasi Patuh Mahakam 2026.

    "Melalui Latraops ini, seluruh personel diberikan pemahaman yang sama terkait sasaran, cara bertindak, serta langkah-langkah yang harus dilakukan selama Operasi Patuh Mahakam 2026. Harapannya, pelaksanaan operasi dapat berjalan optimal, profesional, dan humanis," ujar AKBP Fauzan.

    Ia mengatakan, Operasi Patuh Mahakam tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

    Operasi tersebut akan menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas yang berisiko menimbulkan kecelakaan, seperti tidak memakai helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, bermain ponsel saat berkendara, melawan arus, dan melampaui batas kecepatan.

    Pengendara di bawah umur, penggunaan knalpot brong, serta praktik balap liar juga masuk dalam fokus pengawasan petugas selama operasi berlangsung.

    Fauzan mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

    "Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat Kutim untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, melengkapi surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan," katanya.

    Ia berharap Operasi Patuh Mahakam 2026 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan di Kutim dapat ditekan.

    "Melalui Operasi Patuh Mahakam 2026, kami berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas. Keselamatan harus menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban sehingga angka kecelakaan lalu lintas di Kutim dapat ditekan dan situasi Kamseltibcarlantas tetap aman serta kondusif," tutupnya.

    (Sf/RS)