Cari disini...
Seputar Kaltim
Puluhan orang terjaring razia di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat. (Foto: Andri/seputarfakta.com)
Balikpapan – Sebanyak 48 dari 58 orang yang diamankan dalam operasi pemberantasan narkotika di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat, dinyatakan positif narkotika berdasarkan hasil tes urine. Operasi yang digelar, Jumat (9/10/2026) malam itu juga menemukan seorang yang kedapatan membawa paket sabu.
Dirresnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, operasi tersebut merupakan tindak lanjut perintah Kapolri untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Di wilayah hukum Polda Kaltim, operasi dilaksanakan secara serentak di 10 kabupaten/kota. Pelaksanaannya melibatkan Dirresnarkoba Polda Kaltim bersama Polresta Balikpapan dan jajaran.
“Operasi sarang narkoba ini merupakan perintah dari pusat. Di Kaltim dilaksanakan secara serentak di 10 kabupaten/kota,” ucap Romylus usai kegiatan.
Ia menjelaskan, Gunung Bugis menjadi salah satu kawasan yang menjadi sasaran penindakan, karena dikenal sebagai wilayah yang mendapat perhatian aparat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika.
Petugas mulai menyisir kawasan tersebut sekitar pukul 20.00 Wita. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah orang yang dicurigai, termasuk warga yang melintas menggunakan kendaraan.
“Dalam operasi itu, polisi mengamankan 58 orang beserta sejumlah kendaraan. Dari hasil tes urine, 48 orang dinyatakan positif narkotika, sedangkan 10 orang lainnya negatif,” jelasnya.
Sebanyak 48 orang yang hasil tes urinenya positif kemudian dibawa ke Markas Polresta Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satuan Reserse Narkoba.
Selain hasil tes urine tersebut, petugas juga menemukan seorang yang membawa paket sabu. Temuan itu menjadi bagian dari pemeriksaan lanjutan untuk mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak yang diamankan.
“Operasi ini merupakan upaya kepolisian menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kawasan yang menjadi perhatian aparat penegak hukum,” terangnya.
Hingga kini, polisi masih memeriksa orang-orang yang diamankan untuk menentukan peran dan keterlibatan masing-masing, termasuk menindaklanjuti temuan paket sabu dalam operasi tersebut.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Puluhan orang terjaring razia di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat. (Foto: Andri/seputarfakta.com)
Balikpapan – Sebanyak 48 dari 58 orang yang diamankan dalam operasi pemberantasan narkotika di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat, dinyatakan positif narkotika berdasarkan hasil tes urine. Operasi yang digelar, Jumat (9/10/2026) malam itu juga menemukan seorang yang kedapatan membawa paket sabu.
Dirresnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, operasi tersebut merupakan tindak lanjut perintah Kapolri untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Di wilayah hukum Polda Kaltim, operasi dilaksanakan secara serentak di 10 kabupaten/kota. Pelaksanaannya melibatkan Dirresnarkoba Polda Kaltim bersama Polresta Balikpapan dan jajaran.
“Operasi sarang narkoba ini merupakan perintah dari pusat. Di Kaltim dilaksanakan secara serentak di 10 kabupaten/kota,” ucap Romylus usai kegiatan.
Ia menjelaskan, Gunung Bugis menjadi salah satu kawasan yang menjadi sasaran penindakan, karena dikenal sebagai wilayah yang mendapat perhatian aparat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika.
Petugas mulai menyisir kawasan tersebut sekitar pukul 20.00 Wita. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah orang yang dicurigai, termasuk warga yang melintas menggunakan kendaraan.
“Dalam operasi itu, polisi mengamankan 58 orang beserta sejumlah kendaraan. Dari hasil tes urine, 48 orang dinyatakan positif narkotika, sedangkan 10 orang lainnya negatif,” jelasnya.
Sebanyak 48 orang yang hasil tes urinenya positif kemudian dibawa ke Markas Polresta Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satuan Reserse Narkoba.
Selain hasil tes urine tersebut, petugas juga menemukan seorang yang membawa paket sabu. Temuan itu menjadi bagian dari pemeriksaan lanjutan untuk mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak yang diamankan.
“Operasi ini merupakan upaya kepolisian menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kawasan yang menjadi perhatian aparat penegak hukum,” terangnya.
Hingga kini, polisi masih memeriksa orang-orang yang diamankan untuk menentukan peran dan keterlibatan masing-masing, termasuk menindaklanjuti temuan paket sabu dalam operasi tersebut.
(Sf/Rs)