Seputar Kaltim

    Operasi Ketupat Mahakam 2026 Berakhir, Kecelakaan Lalu Lintas Naik 58 Persen

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    27 Maret 2026 pukul 16:43 WITA

    Pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 oleh Polda Kaltim resmi berakhir. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 oleh Polda Kaltim resmi berakhir setelah berlangsung selama 13 hari, sejak 13-25 Maret 2026.

    Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kaltim dinilai relatif terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan pada angka kecelakaan lalu lintas.

    Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (anev), tercatat sebanyak 229 kejadian gangguan kamtibmas selama operasi berlangsung.

    “Rinciannya meliputi 205 kasus kejahatan, dua pelanggaran, 18 gangguan, serta empat kejadian bencana,” terang Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan dihadapan awak media, Jumat (27/3/2025).

    Dari total kasus kejahatan tersebut, mayoritas didominasi oleh kejahatan konvensional sebanyak 179 kasus. Selain itu terdapat 24 kasus kejahatan transnasional dan dua kasus kejahatan terhadap kekayaan negara.

    Secara kewilayahan, Polresta Balikpapan mencatat jumlah kejadian tertinggi dengan 70 kasus, disusul Polresta Samarinda sebanyak 51 kasus, serta Polres Penajam Paser Utara dengan 20 kasus.

    “Wilayah lain seperti Berau, Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser hingga Mahakam Ulu juga mencatat kejadian dengan jumlah yang bervariasi,” lanjutnya.

    Di sisi lain, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mengalami peningkatan cukup tajam. Selama Operasi Ketupat Mahakam 2026, tercatat 30 kejadian kecelakaan, meningkat 11 kasus (58 persen) dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang berjumlah 19 kejadian.

    Dampak dari kecelakaan tersebut juga meningkat. Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 10 orang naik 43 persen. Sementara itu, korban luka berat mencapai 27 orang (naik 80 persen) dan luka ringan sebanyak 11 orang (naik 120 persen).

    Kata dia, lonjakan angka kecelakaan menjadi perhatian serius, terutama dalam momentum arus mudik dan balik lebaran.

    “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Patuhi aturan lalu lintas, jaga jarak aman, serta hindari berkendara dalam kondisi lelah. Keselamatan adalah yang utama,” sembari mengingatkan warga.

    Ia menegaskan kepolisian akan terus mengoptimalkan langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kaltim.

    Selama operasi berlangsung, seluruh satuan tugas juga dinilai telah menjalankan tugas secara optimal. Tercatat total 9.135 kegiatan dilaksanakan, mencakup upaya preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga bantuan operasional.

    “Pada aspek penegakan hukum, jumlah tilang mengalami peningkatan signifikan sebesar 116 persen atau mencapai 854 penindakan,” akunya.

    Sebaliknya, jumlah teguran menurun 53 persen menjadi 2.936 kegiatan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan tindakan tegas terhadap pelanggaran lalu lintas selama operasi berlangsung.

    Selain itu, volume lalu lintas kendaraan juga mengalami peningkatan. Pada ruas tol Tol Balikpapan–Samarinda, tercatat sebanyak 187.075 kendaraan melintas selama periode Lebaran 2026, meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Sementara volume kendaraan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara mencapai 53.008 kendaraan dalam periode 13 hingga 23 Maret 2026,” paparnya.

    Polda Kaltim menegaskan seluruh jajaran di wilayah hukumnya diharapkan terus meningkatkan kegiatan preemtif, preventif, serta represif guna menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas.

    Penanganan setiap kejadian juga diminta dilakukan secara profesional, proporsional dan sesuai prosedur, demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Idulfitri.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Operasi Ketupat Mahakam 2026 Berakhir, Kecelakaan Lalu Lintas Naik 58 Persen

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    27 Maret 2026 pukul 16:43 WITA

    Pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 oleh Polda Kaltim resmi berakhir. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 oleh Polda Kaltim resmi berakhir setelah berlangsung selama 13 hari, sejak 13-25 Maret 2026.

    Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kaltim dinilai relatif terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan pada angka kecelakaan lalu lintas.

    Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (anev), tercatat sebanyak 229 kejadian gangguan kamtibmas selama operasi berlangsung.

    “Rinciannya meliputi 205 kasus kejahatan, dua pelanggaran, 18 gangguan, serta empat kejadian bencana,” terang Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan dihadapan awak media, Jumat (27/3/2025).

    Dari total kasus kejahatan tersebut, mayoritas didominasi oleh kejahatan konvensional sebanyak 179 kasus. Selain itu terdapat 24 kasus kejahatan transnasional dan dua kasus kejahatan terhadap kekayaan negara.

    Secara kewilayahan, Polresta Balikpapan mencatat jumlah kejadian tertinggi dengan 70 kasus, disusul Polresta Samarinda sebanyak 51 kasus, serta Polres Penajam Paser Utara dengan 20 kasus.

    “Wilayah lain seperti Berau, Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser hingga Mahakam Ulu juga mencatat kejadian dengan jumlah yang bervariasi,” lanjutnya.

    Di sisi lain, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mengalami peningkatan cukup tajam. Selama Operasi Ketupat Mahakam 2026, tercatat 30 kejadian kecelakaan, meningkat 11 kasus (58 persen) dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang berjumlah 19 kejadian.

    Dampak dari kecelakaan tersebut juga meningkat. Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 10 orang naik 43 persen. Sementara itu, korban luka berat mencapai 27 orang (naik 80 persen) dan luka ringan sebanyak 11 orang (naik 120 persen).

    Kata dia, lonjakan angka kecelakaan menjadi perhatian serius, terutama dalam momentum arus mudik dan balik lebaran.

    “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Patuhi aturan lalu lintas, jaga jarak aman, serta hindari berkendara dalam kondisi lelah. Keselamatan adalah yang utama,” sembari mengingatkan warga.

    Ia menegaskan kepolisian akan terus mengoptimalkan langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kaltim.

    Selama operasi berlangsung, seluruh satuan tugas juga dinilai telah menjalankan tugas secara optimal. Tercatat total 9.135 kegiatan dilaksanakan, mencakup upaya preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga bantuan operasional.

    “Pada aspek penegakan hukum, jumlah tilang mengalami peningkatan signifikan sebesar 116 persen atau mencapai 854 penindakan,” akunya.

    Sebaliknya, jumlah teguran menurun 53 persen menjadi 2.936 kegiatan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan tindakan tegas terhadap pelanggaran lalu lintas selama operasi berlangsung.

    Selain itu, volume lalu lintas kendaraan juga mengalami peningkatan. Pada ruas tol Tol Balikpapan–Samarinda, tercatat sebanyak 187.075 kendaraan melintas selama periode Lebaran 2026, meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Sementara volume kendaraan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara mencapai 53.008 kendaraan dalam periode 13 hingga 23 Maret 2026,” paparnya.

    Polda Kaltim menegaskan seluruh jajaran di wilayah hukumnya diharapkan terus meningkatkan kegiatan preemtif, preventif, serta represif guna menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas.

    Penanganan setiap kejadian juga diminta dilakukan secara profesional, proporsional dan sesuai prosedur, demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Idulfitri.

    (Sf/Lo)