Cari disini...
Seputar Kaltim
Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada 2024 ini sedang mempersiapkan pelatihan kewirausahaan, sekaligus melakukan pendampingan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal dengan melibatkan sebanyak 796 orang yang berada di wilayah IKN.
Ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM), baik itu dari segi keterampilan maupun pengetahuan terhadap potensi ekonomi lokal.
Program ini dikhususkan untuk warga lokal yang berada di Penajam Paser Utara (PPU), yang kini dinobatkan sebagai Ibu Kota Baru atau IKN.
Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin mengungkapkan bahwa UMKM lokal dapat menjadi sebuah pondasi perekonomian suatu negara, karena mereka memiliki peran penting yang bisa mempengaruhi pertumbuhan pada sektor perekonomian.
“Mereka itu memiliki peran yang cukup penting, jadi kita harus mendorong mereka agar dapat memaksimalkan peran tersebut dengan diadakannya pelatihan dan pendampingan yang diharapkan saat pembangunan IKN selesai, mereka tidak hanya menjadi penonton tetapi juga sebagai pemain utama di tempat sendiri,” ungkap Alimudin, Minggu (4/8/2024).
Lanjut dia, pelatihan yang saat ini tengah dipersiapkan diharapkan diikuti dengan rasa antusias yang tinggi, sehingga kegiatan tersebut benar-benar dapat menciptakan SDM yang mampu bersaing secara luas.
“Kami benar-benar telah mempersiapkan, bahkan pelatihannya ada banyak, tentu yang di bidang kuliner pasti ada sebab kebanyakan UMKM lokal terdiri dari kuliner jadi itu yang perlu kami perhatikan dan kembangkan,” sebutnya.
Sebagaimana diketahui, Alimuddin selalu berupaya agar warga lokal tidak menjadi penonton di tempat sendiri, sehingga perlu dilakukan pendampingan dan menggelar berbagai pelatihan yang dikhususkan kepada UMKM lokal di wilayah IKN agar mereka memiliki daya saing yang kuat di pasar.
“Bahkan sebelumnya kami sempat mengajak UMKM lokal untuk ikut pada saat pameran-pameran internasional. Justru itu kami terus mendukung dan berharap kepada masyarakat khususnya UMKM lokal dapat memanfaatkan potensi dan melihat sebuah peluang dari kehadiran IKN ini,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada 2024 ini sedang mempersiapkan pelatihan kewirausahaan, sekaligus melakukan pendampingan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal dengan melibatkan sebanyak 796 orang yang berada di wilayah IKN.
Ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM), baik itu dari segi keterampilan maupun pengetahuan terhadap potensi ekonomi lokal.
Program ini dikhususkan untuk warga lokal yang berada di Penajam Paser Utara (PPU), yang kini dinobatkan sebagai Ibu Kota Baru atau IKN.
Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin mengungkapkan bahwa UMKM lokal dapat menjadi sebuah pondasi perekonomian suatu negara, karena mereka memiliki peran penting yang bisa mempengaruhi pertumbuhan pada sektor perekonomian.
“Mereka itu memiliki peran yang cukup penting, jadi kita harus mendorong mereka agar dapat memaksimalkan peran tersebut dengan diadakannya pelatihan dan pendampingan yang diharapkan saat pembangunan IKN selesai, mereka tidak hanya menjadi penonton tetapi juga sebagai pemain utama di tempat sendiri,” ungkap Alimudin, Minggu (4/8/2024).
Lanjut dia, pelatihan yang saat ini tengah dipersiapkan diharapkan diikuti dengan rasa antusias yang tinggi, sehingga kegiatan tersebut benar-benar dapat menciptakan SDM yang mampu bersaing secara luas.
“Kami benar-benar telah mempersiapkan, bahkan pelatihannya ada banyak, tentu yang di bidang kuliner pasti ada sebab kebanyakan UMKM lokal terdiri dari kuliner jadi itu yang perlu kami perhatikan dan kembangkan,” sebutnya.
Sebagaimana diketahui, Alimuddin selalu berupaya agar warga lokal tidak menjadi penonton di tempat sendiri, sehingga perlu dilakukan pendampingan dan menggelar berbagai pelatihan yang dikhususkan kepada UMKM lokal di wilayah IKN agar mereka memiliki daya saing yang kuat di pasar.
“Bahkan sebelumnya kami sempat mengajak UMKM lokal untuk ikut pada saat pameran-pameran internasional. Justru itu kami terus mendukung dan berharap kepada masyarakat khususnya UMKM lokal dapat memanfaatkan potensi dan melihat sebuah peluang dari kehadiran IKN ini,” pungkasnya.
(Sf/Rs)