Seputar Kaltim

    OIKN Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Lewat Donor Darah dan Skrining Diabetes 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    10 April 2026 pukul 14:47 WITA

    Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) ajak masyarakat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit. (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar kegiatan donor darah dan sosialisasi skrining diabetes melitus berbasis aplikasi DoScreen di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/4/2026). 

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

    Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, HIPPI Kaltim, PMI Kota Balikpapan, serta sejumlah fasilitas kesehatan seperti RSUD Abadi Samboja dan RSUD Ratu Aji Putri Botung. Selain itu, kegiatan juga didukung PGRI Cabang Sepaku.

    Ratusan peserta mengikuti kegiatan ini, mulai dari pegawai Otorita IKN, pekerja konstruksi, hingga masyarakat sekitar. Antusiasme terlihat dari tingginya partisipasi dalam donor darah, maupun keikutsertaan dalam sosialisasi skrining diabetes berbasis aplikasi.

    Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan stok darah, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat dan hari ini kita bisa mengumpulkan minimal 300 kantong darah,” ucap Basuki dalam keterangan resminya.

    Sementara itu, perwakilan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Mahendro Kusumo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan dan sektor kesehatan dalam membangun budaya hidup sehat di IKN.

    “Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi DoScreen dapat membantu masyarakat melakukan skrining dini diabetes secara lebih mudah dan cepat, sehingga potensi risiko penyakit dapat diketahui sejak awal,” tambah Mahendro.

    Melalui kegiatan ini, Otorita IKN ingin mendorong terciptanya ekosistem kesehatan yang lebih inklusif, preventif dan berbasis teknologi.

    “Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang tidak hanya modern, tetapi juga berorientasi pada kualitas hidup masyarakat,” paparnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    OIKN Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Lewat Donor Darah dan Skrining Diabetes 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    10 April 2026 pukul 14:47 WITA

    Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) ajak masyarakat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit. (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar kegiatan donor darah dan sosialisasi skrining diabetes melitus berbasis aplikasi DoScreen di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/4/2026). 

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

    Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, HIPPI Kaltim, PMI Kota Balikpapan, serta sejumlah fasilitas kesehatan seperti RSUD Abadi Samboja dan RSUD Ratu Aji Putri Botung. Selain itu, kegiatan juga didukung PGRI Cabang Sepaku.

    Ratusan peserta mengikuti kegiatan ini, mulai dari pegawai Otorita IKN, pekerja konstruksi, hingga masyarakat sekitar. Antusiasme terlihat dari tingginya partisipasi dalam donor darah, maupun keikutsertaan dalam sosialisasi skrining diabetes berbasis aplikasi.

    Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan stok darah, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat dan hari ini kita bisa mengumpulkan minimal 300 kantong darah,” ucap Basuki dalam keterangan resminya.

    Sementara itu, perwakilan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Mahendro Kusumo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan dan sektor kesehatan dalam membangun budaya hidup sehat di IKN.

    “Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi DoScreen dapat membantu masyarakat melakukan skrining dini diabetes secara lebih mudah dan cepat, sehingga potensi risiko penyakit dapat diketahui sejak awal,” tambah Mahendro.

    Melalui kegiatan ini, Otorita IKN ingin mendorong terciptanya ekosistem kesehatan yang lebih inklusif, preventif dan berbasis teknologi.

    “Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang tidak hanya modern, tetapi juga berorientasi pada kualitas hidup masyarakat,” paparnya.

    (Sf/Lo)