Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Beberapa hewan kurban yang masih tersedia di Lapak Mitra Abadi (Dok: Habib)
Tenggarong - Nilai tukar rupiah belakangan ini terus menunjukan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Per 20 Mei 2026 hari ini, nilai tukar rupiah ke satu dolar AS mencapai Rp17,702.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi harga penjualan hewan kurban, terutama menjelang perayaan Hari Idul Adha 2026 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Salah satu penjual hewan kurban Mitra Abadi di Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) bernama Jo justru tetap mematok harga normal meski kondisi nilai tukar rupiah saat ini tengah melemah.
Ia mengaku harga sapi dan kambing yang dijual tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya.
“Kalau kota-kota lain biasanya ada kenaikan harga karena biaya transportasi. Tapi kalau di kami masih sama harganya seperti tahun lalu,” ujar Jo, Rabu (20/5/2026).
Di lapak miliknya, kini tersedia belasan sapi dan kambing yang dijual dengan harga bervariasi. Untuk sapi, harga per ekornya dibanderol mulai dari Rp18-23 juta tergantung bobot hewan, sementara kambing dijual Rp4-6,5 juta per ekor.
Kini tercatat sudah 10 ekor hewan kurban telah laku terjual kepada pembeli dari wilayah Tenggarong maupun luar daerah. Bahkan, beberapa sapi berukuran jumbo disebut akan dikirim ke Kecamatan Kembang Janggut untuk kebutuhan kurban.
Jo menyatakan belum berani menambah stok hewan kurban dan memilih fokus untuk menjual hewan yang saat ini tersedia di lapaknya.
“Kalau melihat tahun ini sepertinya adanya penurunan dibanding tahun lalu, jadi kami belum berani nambah stok lagi dan sementara habiskan yang ada dulu,” ungkap Jo.
“Kalau tahun lalu stok sapi kita tembus 40 ekor dan kambing sekitar 50 ekor,” tambahnya.
Ia berharap seluruh hewan kurban yang saat ini tersedia di lapaknya dapat habis terjual sebelum Hari Raya Idul Adha 2026 tiba.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Beberapa hewan kurban yang masih tersedia di Lapak Mitra Abadi (Dok: Habib)
Tenggarong - Nilai tukar rupiah belakangan ini terus menunjukan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Per 20 Mei 2026 hari ini, nilai tukar rupiah ke satu dolar AS mencapai Rp17,702.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi harga penjualan hewan kurban, terutama menjelang perayaan Hari Idul Adha 2026 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Salah satu penjual hewan kurban Mitra Abadi di Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) bernama Jo justru tetap mematok harga normal meski kondisi nilai tukar rupiah saat ini tengah melemah.
Ia mengaku harga sapi dan kambing yang dijual tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya.
“Kalau kota-kota lain biasanya ada kenaikan harga karena biaya transportasi. Tapi kalau di kami masih sama harganya seperti tahun lalu,” ujar Jo, Rabu (20/5/2026).
Di lapak miliknya, kini tersedia belasan sapi dan kambing yang dijual dengan harga bervariasi. Untuk sapi, harga per ekornya dibanderol mulai dari Rp18-23 juta tergantung bobot hewan, sementara kambing dijual Rp4-6,5 juta per ekor.
Kini tercatat sudah 10 ekor hewan kurban telah laku terjual kepada pembeli dari wilayah Tenggarong maupun luar daerah. Bahkan, beberapa sapi berukuran jumbo disebut akan dikirim ke Kecamatan Kembang Janggut untuk kebutuhan kurban.
Jo menyatakan belum berani menambah stok hewan kurban dan memilih fokus untuk menjual hewan yang saat ini tersedia di lapaknya.
“Kalau melihat tahun ini sepertinya adanya penurunan dibanding tahun lalu, jadi kami belum berani nambah stok lagi dan sementara habiskan yang ada dulu,” ungkap Jo.
“Kalau tahun lalu stok sapi kita tembus 40 ekor dan kambing sekitar 50 ekor,” tambahnya.
Ia berharap seluruh hewan kurban yang saat ini tersedia di lapaknya dapat habis terjual sebelum Hari Raya Idul Adha 2026 tiba.
(Sf/Rs)