Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi kapal karam. (Foto: AI)
Tanjung Redeb - Niat berlibur warga Kampung Bohe Silian, Kecamatan Maratua, berujung petaka setelah kapal yang mereka tumpangi karam akibat menabrak karang di Perairan Maratua, Jumat pagi (2/1/2026).
Kapal nelayan tersebut diketahui membawa 15 orang penumpang yang berangkat dari dermaga RT 2 Kampung Bohe Silian pada pukul 08.00 Wita menuju Pulau Bakungan untuk melakukan kegiatan rekreasi.
Salah satu anak dari penumpang, Ariva, mengungkapkan kepanikan yang dialami orang tuanya saat mengetahui kapal tersebut mengalami kecelakaan.
"Mama saya ikut kapal itu. Katanya kapal nabrak batu. Untung mama saya aman, dia pegang tali. Mama saya tidak bisa berenang, jadi sempat menangis. Padahal rencananya mau piknik ke Bakungan," ujar Ariva.
Sementara itu, Kapolsek Maratua, Ipda Sunarto, membenarkan kejadian tersebut. Dimana, ia menjelaskan kapal tersebut berangkat dari dermaga sekitar pukul 08:00 Wita dan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.10 WITA.
"Kapal nelayan milik Jupri dengan 15 penumpang berangkat dari Kampung Bohe Silian menuju Pulau Bakungan. Sekitar 20 menit perjalanan, kapal menabrak karang hingga miring dan kemasukan air," jelas Ipda Sunarto.
Sehingga, dirinya menyampaikan akibat benturan tersebut, kapal akhirnya tenggelam di kedalaman sekitar empat meter. Sejumlah penumpang terjatuh ke laut dan segera mendapat pertolongan dari kapal nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Beruntung seluruh penumpang berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," tandas Ipda Sunarto.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi kapal karam. (Foto: AI)
Tanjung Redeb - Niat berlibur warga Kampung Bohe Silian, Kecamatan Maratua, berujung petaka setelah kapal yang mereka tumpangi karam akibat menabrak karang di Perairan Maratua, Jumat pagi (2/1/2026).
Kapal nelayan tersebut diketahui membawa 15 orang penumpang yang berangkat dari dermaga RT 2 Kampung Bohe Silian pada pukul 08.00 Wita menuju Pulau Bakungan untuk melakukan kegiatan rekreasi.
Salah satu anak dari penumpang, Ariva, mengungkapkan kepanikan yang dialami orang tuanya saat mengetahui kapal tersebut mengalami kecelakaan.
"Mama saya ikut kapal itu. Katanya kapal nabrak batu. Untung mama saya aman, dia pegang tali. Mama saya tidak bisa berenang, jadi sempat menangis. Padahal rencananya mau piknik ke Bakungan," ujar Ariva.
Sementara itu, Kapolsek Maratua, Ipda Sunarto, membenarkan kejadian tersebut. Dimana, ia menjelaskan kapal tersebut berangkat dari dermaga sekitar pukul 08:00 Wita dan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.10 WITA.
"Kapal nelayan milik Jupri dengan 15 penumpang berangkat dari Kampung Bohe Silian menuju Pulau Bakungan. Sekitar 20 menit perjalanan, kapal menabrak karang hingga miring dan kemasukan air," jelas Ipda Sunarto.
Sehingga, dirinya menyampaikan akibat benturan tersebut, kapal akhirnya tenggelam di kedalaman sekitar empat meter. Sejumlah penumpang terjatuh ke laut dan segera mendapat pertolongan dari kapal nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Beruntung seluruh penumpang berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," tandas Ipda Sunarto.
(Sf/Rs)