Cari disini...
Seputar Kaltim
Personel Basarnas, DPKP dan BPBD PPU saat melakukan pencarian terhadap pemancing yang dilaporkan hilang di perairan Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, Jumat (18/4/2025).(Istimewa)
Penajam - Seorang pemancing dilaporkan menghilang di perairan Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (18/4/2025).
Menurut laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU sekitar pukul 10.00 WITA, pemancing tersebut diduga menyeburkan diri ke laut demi meraih perahunya yang hanyut saat hendak mengikatkan tali ke bagang.
Namun, pemancing bersama perahu yang dikejarnya semakin jauh terbawa arus dan hilang dari pandangan temannya, Aldy yang melaporkan hilangnya korban ke BPBD PPU.
“Berdasarkan keterangan dari teman korban, tali kapal terlepas dan perlahan hanyut ke tengah laut. Jadi, dia (pemancing) terjun ke laut untuk mengejar kapalnya,” ucap Kepala BPBD PPU, Sukadi Kuncoro.
Usai menerima laporan, BPBD PPU langsung melakukan pencarian bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dengan menggunakan perahu penyelamatan.
“Ada 30 personel yang turun, dari BPBD, DPKP dan Basarnas. Kabarnya korban belum ditemukan,” ungkap Kuncoro.
Hingga berita ini terbit, personel BPBD, DPKP dan Basarnas masih melakukan pencarian terhadap pemancing yang dikabarkan di perairan Tanjung Jumlai.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Personel Basarnas, DPKP dan BPBD PPU saat melakukan pencarian terhadap pemancing yang dilaporkan hilang di perairan Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, Jumat (18/4/2025).(Istimewa)
Penajam - Seorang pemancing dilaporkan menghilang di perairan Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (18/4/2025).
Menurut laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU sekitar pukul 10.00 WITA, pemancing tersebut diduga menyeburkan diri ke laut demi meraih perahunya yang hanyut saat hendak mengikatkan tali ke bagang.
Namun, pemancing bersama perahu yang dikejarnya semakin jauh terbawa arus dan hilang dari pandangan temannya, Aldy yang melaporkan hilangnya korban ke BPBD PPU.
“Berdasarkan keterangan dari teman korban, tali kapal terlepas dan perlahan hanyut ke tengah laut. Jadi, dia (pemancing) terjun ke laut untuk mengejar kapalnya,” ucap Kepala BPBD PPU, Sukadi Kuncoro.
Usai menerima laporan, BPBD PPU langsung melakukan pencarian bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dengan menggunakan perahu penyelamatan.
“Ada 30 personel yang turun, dari BPBD, DPKP dan Basarnas. Kabarnya korban belum ditemukan,” ungkap Kuncoro.
Hingga berita ini terbit, personel BPBD, DPKP dan Basarnas masih melakukan pencarian terhadap pemancing yang dikabarkan di perairan Tanjung Jumlai.
(Sf/Lo)