Seputar Kaltim

    Niat Hati Selamatkan Teman, Bocah ini Malah Ikut Hanyut di Bendungan di Samarinda, Satu Ditemukan Tewas

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Oktober 2025 pukul 20:17 WITA

    Tim Basarnas yang mulai turun ke lapangan upaya menyelamatkan salah satu anak yang hanyut. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Insiden terjadi di kawasan Sungai Benanga, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin (27/10/2025) petang.

    Dua orang dilaporkan hanyut terbawa arus deras saat beraktivitas di pinggir sungai sekira pukul 16.00 WITA.

    Satu di antaranya, yakni seorang bocah berusia 12 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

    Sementara satu orang lainnya, seorang rekannya yang berusaha menolong bocah itu, hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

    Koordinator Pos SAR Samarinda Basarnas, Mardi Sianturi, membeberkan kronologi kejadian.

    Menurutnya, insiden ini bermula ketika bocah berusia 12 tahun itu bersama empat rekannya berada di pinggiran sungai.

    Anak tersebut kemudian memutuskan untuk melompat ke sungai, diduga dengan niat untuk mandi-mandi.

    "Kronologisnya pada jam 4 (16.00 WITA) kita terima laporan. Jadi, anak laki-laki umur 12 tahun ini melompat untuk mandi-mandi di pinggiran sungai," jelas Mardi Sianturi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Senin malam.

    Nahas, bocah itu rupanya tidak bisa berenang dan langsung terlihat tenggelam terbawa arus.

    Melihat kejadian itu, seorang rekannya yang juga berada di lokasi sontak bereaksi.

    Rekannya tersebut refleks melompat ke sungai dengan niat hati ingin menyelamatkan sang bocah.

    "Baru rekannya yang satu lagi ini refleks, ingin menyelamatkan. Ternyata rekannya ini juga kurang (mahir) untuk berenang. Sehingga mereka berdua tenggelam," ungkap Mardi.

    Mardi menambahkan, saksi mata dan warga sekitar sempat berusaha mengejar keduanya, namun arus yang cukup deras membuat mereka tak tergapai.

    "Saksi ataupun warga sekitar melihat, berusaha untuk mengejar, tetapi tidak dapat lagi menggapai kedua orang itu," tambahnya.

    Warga sekitar segera berinisiatif melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi. Upaya tersebut membuahkan hasil.

    Bocah 12 tahun itu ditemukan sekitar 600 meter ke arah hilir bendungan dalam kondisi tersangkut tanaman air.

    Riaman, salah satu warga yang ikut menemukan jasad bocah itu, menceritakan detik-detik penemuan.

    "Dengar kabar hanyut, kami jaga di pinggir. Begitu ada teriakan (melihat sesuatu), 'wah di sini', kita kejar," tutur Riaman.

    "Untung itu ada ilung (tanaman air/eceng gondok), jadi ada ilung di situ, dia tabrak ilung itu, naik (terlihat) dia. Cepat kita lompat," jelasnya.

    Jasad bocah itu kemudian dievakuasi oleh warga.

    Sementara itu, Tim SAR Gabungan dari Basarnas Samarinda langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap pria yang masih hilang.

    Pencarian difokuskan pada pria yang tadinya berusaha menolong itu.

    "Untuk saat ini, karena baru saja terjadi, makanya kita lakukan langsung pencarian. Mana tahu ini langsung, mudah-mudahan cepat ditemukan," kata Mardi.

    Pencarian dilakukan pada Senin malam dengan menggunakan rubber boat (perahu karet) dengan area penyisiran sejauh 1 kilometer.

    Mardi pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim penghujan yang membuat arus sungai menjadi deras.

    "Di saat-saat sekarang ini kami imbau, apalagi di daerah-daerah sungai yang kita lihat ini alirannya sangat deras. Jadi tetap waspada, kalaupun ada anak-anaknya tetap selalu dinasihatin ataupun selalu dalam pengawasan," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Niat Hati Selamatkan Teman, Bocah ini Malah Ikut Hanyut di Bendungan di Samarinda, Satu Ditemukan Tewas

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Oktober 2025 pukul 20:17 WITA

    Tim Basarnas yang mulai turun ke lapangan upaya menyelamatkan salah satu anak yang hanyut. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Insiden terjadi di kawasan Sungai Benanga, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin (27/10/2025) petang.

    Dua orang dilaporkan hanyut terbawa arus deras saat beraktivitas di pinggir sungai sekira pukul 16.00 WITA.

    Satu di antaranya, yakni seorang bocah berusia 12 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

    Sementara satu orang lainnya, seorang rekannya yang berusaha menolong bocah itu, hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

    Koordinator Pos SAR Samarinda Basarnas, Mardi Sianturi, membeberkan kronologi kejadian.

    Menurutnya, insiden ini bermula ketika bocah berusia 12 tahun itu bersama empat rekannya berada di pinggiran sungai.

    Anak tersebut kemudian memutuskan untuk melompat ke sungai, diduga dengan niat untuk mandi-mandi.

    "Kronologisnya pada jam 4 (16.00 WITA) kita terima laporan. Jadi, anak laki-laki umur 12 tahun ini melompat untuk mandi-mandi di pinggiran sungai," jelas Mardi Sianturi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Senin malam.

    Nahas, bocah itu rupanya tidak bisa berenang dan langsung terlihat tenggelam terbawa arus.

    Melihat kejadian itu, seorang rekannya yang juga berada di lokasi sontak bereaksi.

    Rekannya tersebut refleks melompat ke sungai dengan niat hati ingin menyelamatkan sang bocah.

    "Baru rekannya yang satu lagi ini refleks, ingin menyelamatkan. Ternyata rekannya ini juga kurang (mahir) untuk berenang. Sehingga mereka berdua tenggelam," ungkap Mardi.

    Mardi menambahkan, saksi mata dan warga sekitar sempat berusaha mengejar keduanya, namun arus yang cukup deras membuat mereka tak tergapai.

    "Saksi ataupun warga sekitar melihat, berusaha untuk mengejar, tetapi tidak dapat lagi menggapai kedua orang itu," tambahnya.

    Warga sekitar segera berinisiatif melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi. Upaya tersebut membuahkan hasil.

    Bocah 12 tahun itu ditemukan sekitar 600 meter ke arah hilir bendungan dalam kondisi tersangkut tanaman air.

    Riaman, salah satu warga yang ikut menemukan jasad bocah itu, menceritakan detik-detik penemuan.

    "Dengar kabar hanyut, kami jaga di pinggir. Begitu ada teriakan (melihat sesuatu), 'wah di sini', kita kejar," tutur Riaman.

    "Untung itu ada ilung (tanaman air/eceng gondok), jadi ada ilung di situ, dia tabrak ilung itu, naik (terlihat) dia. Cepat kita lompat," jelasnya.

    Jasad bocah itu kemudian dievakuasi oleh warga.

    Sementara itu, Tim SAR Gabungan dari Basarnas Samarinda langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap pria yang masih hilang.

    Pencarian difokuskan pada pria yang tadinya berusaha menolong itu.

    "Untuk saat ini, karena baru saja terjadi, makanya kita lakukan langsung pencarian. Mana tahu ini langsung, mudah-mudahan cepat ditemukan," kata Mardi.

    Pencarian dilakukan pada Senin malam dengan menggunakan rubber boat (perahu karet) dengan area penyisiran sejauh 1 kilometer.

    Mardi pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim penghujan yang membuat arus sungai menjadi deras.

    "Di saat-saat sekarang ini kami imbau, apalagi di daerah-daerah sungai yang kita lihat ini alirannya sangat deras. Jadi tetap waspada, kalaupun ada anak-anaknya tetap selalu dinasihatin ataupun selalu dalam pengawasan," tutupnya.

    (Sf/Rs)