Cari disini...
Seputar Kaltim
Pelantikan dan pengambilan sumpah janji pejabat pimpinan tinggi pratama serta mengukuhkan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Bontang 2026 jilid III. (Foto: Diskominfo Bontang)
Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni melakukan rotasi pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kamis (21/5/2026).
Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian, mulai dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota dan disaksikan Penjabat Sekretaris Daerah, Akhmad Suharto serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki.
Bahtiar Mabe sebagai yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Dinkes beralih menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
Kemudian drg Toetoek Pribadi Ekowati yang sebelumnya bertugas di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) kini dipercaya menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang.
Ahmad Yani yang sebelumnya menjabat Kepala Satpol PP dilantik menjadi Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat. Posisi Kepala Satpol PP selanjutnya ditempati Edy Forestwanto yang sebelumnya memimpin DP3AKB.
Selain pelantikan pejabat eselon II, Neni juga mengukuhkan 10 kepala sekolah di lingkungan Pemkot Bontang, terdiri dari satu kepala sekolah tingkat SMP dan sembilan kepala sekolah tingkat SD.
Dalam sambutannya, Neni meminta para pejabat yang baru dilantik segera melakukan penyesuaian dan konsolidasi di lingkungan kerja masing-masing.
“Kepada para pejabat JPT pratama yang baru saja mengambil sumpah, saya instruksikan untuk segera melakukan konsolidasi internal, memetakan potensi hambatan dan melahirkan terobosan inovatif,” ujarnya.
Kepada para kepala sekolah yang baru dikukuhkan, Neni menegaskan peran pendidikan sangat penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang.
“Saudara sekalian adalah nakhoda peradaban yang memegang kendali atas mutu sumber daya manusia masa depan Kota Bontang,” katanya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji pejabat pimpinan tinggi pratama serta mengukuhkan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Bontang 2026 jilid III. (Foto: Diskominfo Bontang)
Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni melakukan rotasi pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kamis (21/5/2026).
Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian, mulai dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota dan disaksikan Penjabat Sekretaris Daerah, Akhmad Suharto serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki.
Bahtiar Mabe sebagai yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Dinkes beralih menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
Kemudian drg Toetoek Pribadi Ekowati yang sebelumnya bertugas di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) kini dipercaya menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang.
Ahmad Yani yang sebelumnya menjabat Kepala Satpol PP dilantik menjadi Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat. Posisi Kepala Satpol PP selanjutnya ditempati Edy Forestwanto yang sebelumnya memimpin DP3AKB.
Selain pelantikan pejabat eselon II, Neni juga mengukuhkan 10 kepala sekolah di lingkungan Pemkot Bontang, terdiri dari satu kepala sekolah tingkat SMP dan sembilan kepala sekolah tingkat SD.
Dalam sambutannya, Neni meminta para pejabat yang baru dilantik segera melakukan penyesuaian dan konsolidasi di lingkungan kerja masing-masing.
“Kepada para pejabat JPT pratama yang baru saja mengambil sumpah, saya instruksikan untuk segera melakukan konsolidasi internal, memetakan potensi hambatan dan melahirkan terobosan inovatif,” ujarnya.
Kepada para kepala sekolah yang baru dikukuhkan, Neni menegaskan peran pendidikan sangat penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang.
“Saudara sekalian adalah nakhoda peradaban yang memegang kendali atas mutu sumber daya manusia masa depan Kota Bontang,” katanya.
(Sf/Lo)