Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Prokompim.Bontang)
Bontang - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Agus Haris mempunyai 17 program prioritas selama 100 hari kerja, salah satunya yakni Tengok Tetangga.
Neni mengatakan gerakan tersebut merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan pengawasan stunting di Kota Bontang.
Melalui kerjasama dengan masyarakat, ia yakin permasalahan gizi buruk bagi ibu hamil, bayi dan balita bisa lebih menyeluruh diawasi.
“Kami yakin dengan program ini kita bisa jadi lebih tau pemetaan stunting di Bontang,” ujarnya belum lama ini.
Pihaknya kini sedang membuat form terkait apa saja yang harus diisi dan ditanyakan kepada masyarakat.
Kegiatan ini Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bontang.
“Misalnya ibu hamil dan pasangan yang akan menikah, bagaimana perlakuan yang seharusnya kita lakukan” lanjutnya.
Selain memberikan makanan tambahan bergizi untuk ibu hamil, pemerintah juga akan memberi bantuan obat,susu, dan vitamin untuk memastikan kondisi ibu hamil dalam kondisi yang prima.
Misalnya untuk ibu hamil yang mengalami kurang darah atau anemia akan diberikan obat sulfas ferosus.“Ini kan ada pergeseran anggaran, kami maksimalkan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Prokompim.Bontang)
Bontang - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Agus Haris mempunyai 17 program prioritas selama 100 hari kerja, salah satunya yakni Tengok Tetangga.
Neni mengatakan gerakan tersebut merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan pengawasan stunting di Kota Bontang.
Melalui kerjasama dengan masyarakat, ia yakin permasalahan gizi buruk bagi ibu hamil, bayi dan balita bisa lebih menyeluruh diawasi.
“Kami yakin dengan program ini kita bisa jadi lebih tau pemetaan stunting di Bontang,” ujarnya belum lama ini.
Pihaknya kini sedang membuat form terkait apa saja yang harus diisi dan ditanyakan kepada masyarakat.
Kegiatan ini Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bontang.
“Misalnya ibu hamil dan pasangan yang akan menikah, bagaimana perlakuan yang seharusnya kita lakukan” lanjutnya.
Selain memberikan makanan tambahan bergizi untuk ibu hamil, pemerintah juga akan memberi bantuan obat,susu, dan vitamin untuk memastikan kondisi ibu hamil dalam kondisi yang prima.
Misalnya untuk ibu hamil yang mengalami kurang darah atau anemia akan diberikan obat sulfas ferosus.“Ini kan ada pergeseran anggaran, kami maksimalkan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
(Sf/By)