Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Bontang Neni Moeniaeni saat menyampaikan sambutan terkait kenaikan gaji THL. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengumumkan kenaikan gaji bagi Tenaga Harian Lepas (THL) Kota Bontang dari sebelumnya Rp3,2 juga menjadi Rp3,7 juta atau setara Upah Minimum Kota (UMK) Bontang.
Ini disampaikan Neni dalam acara pendistribusian paket sembako Ramadan bagi THL Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Permukiman (Perkim) Bontang, Kamis (6/3/2025).
Ia mengatakan seluruh Bontang telah mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), tapi ada sekitar 300 orang yang tidak lolos. Ini dikarenakan persyaratan yang tidak memenuhi standar, salah satunya yakni latar belakang pendidikan.
“Kita akan alihkan ke skema outsourcing dan akan disetarakan menjadi UMK,” lanjutnya.
Ini setelah adanya keluhan dari THL yang meminta perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk kenaikan gaji dan pergantian seragam yang sudah lusuh.
“Untuk seragam juga kita upayakan segera berikan yang baru,” kata dia.
Ia berharap para pasukan hijau dan kuning tersebut lebih semangat dalam bekerja agar kebersihan Kota Bontang senantiasa terjaga dengan baik.
Ini sesuai dengan salah satu visinya, yakni terkait kelestarian lingkungan. Sejauh ini, Bontang sudah kerap kali memenangkan Piala Adiwiyata.
Menurutnya, ini tidak lepas kerja keras pasukan hijau dan kuning yang rutin membersihkan setiap sudut kota. “Tapi kebersihan Bontang harus selalu terjaga ya,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Bontang Neni Moeniaeni saat menyampaikan sambutan terkait kenaikan gaji THL. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengumumkan kenaikan gaji bagi Tenaga Harian Lepas (THL) Kota Bontang dari sebelumnya Rp3,2 juga menjadi Rp3,7 juta atau setara Upah Minimum Kota (UMK) Bontang.
Ini disampaikan Neni dalam acara pendistribusian paket sembako Ramadan bagi THL Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Permukiman (Perkim) Bontang, Kamis (6/3/2025).
Ia mengatakan seluruh Bontang telah mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), tapi ada sekitar 300 orang yang tidak lolos. Ini dikarenakan persyaratan yang tidak memenuhi standar, salah satunya yakni latar belakang pendidikan.
“Kita akan alihkan ke skema outsourcing dan akan disetarakan menjadi UMK,” lanjutnya.
Ini setelah adanya keluhan dari THL yang meminta perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk kenaikan gaji dan pergantian seragam yang sudah lusuh.
“Untuk seragam juga kita upayakan segera berikan yang baru,” kata dia.
Ia berharap para pasukan hijau dan kuning tersebut lebih semangat dalam bekerja agar kebersihan Kota Bontang senantiasa terjaga dengan baik.
Ini sesuai dengan salah satu visinya, yakni terkait kelestarian lingkungan. Sejauh ini, Bontang sudah kerap kali memenangkan Piala Adiwiyata.
Menurutnya, ini tidak lepas kerja keras pasukan hijau dan kuning yang rutin membersihkan setiap sudut kota. “Tapi kebersihan Bontang harus selalu terjaga ya,” tandasnya.
(Sf/By)