Seputar Kaltim

    Nenang, Tanjung Tengah, dan Api-Api Masuk Radar KNMP di PPU

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    13 Mei 2026 pukul 13:53 WITA

    Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan KKP telah melakukan peninjauan di tiga lokasi untuk KNMP. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Tiga lokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah ditinjau Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai calon kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

    Tiga lokasi tersebut berada di Kelurahan Nenang, Tanjung Tengah, dan Api-Api. Ketiganya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

    Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, survei dilakukan setelah sebelumnya pemerintah daerah melakukan audiensi dengan KKP terkait usulan pembangunan dan revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang nantinya akan dikelola melalui program KNMP.

    "Sementara peninjauan oleh KKP sudah dilakukan, tepatnya April lalu. Kami sempat mendampingi, ada tiga lokasi yang disurvei, yakni Kelurahan Nenang, Tanjung Tengah, dan Api-Api," kata Andi, saat diwawancarai, Rabu (6/5/2026) lalu. 

    Sebelumnya, Pemkab PPU mengusulkan delapan titik calon lokasi KNMP, masing-masing Sesumpu, Kayu Api, Tanjung Tengah, Logpond CV Alas, Logpond SDR, Sesulu, Api-Api, dan Babulu Laut.

    Meski survei lapangan telah dilakukan, Andi menyebut keputusan pembangunan tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui KKP.

    "Ketiga lokasi itu sama-sama punya potensi. Harapan kami semuanya bisa direalisasikan," ujarnya.

    Saat ini, kata dia, KKP masih melakukan kajian sebelum menentukan lokasi yang akan ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih di PPU. Pemerintah daerah pun masih menunggu kepastian tersebut.

    "Mudahan tahun ini sudah ada kejelasan, ada surat keputusan sehingga ada titik yang memang ditentukan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih," katanya.

    Andi mengatakan program KNMP dinilai penting untuk mendukung kesejahteraan nelayan karena dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan.

    Dalam konsepnya, kawasan KNMP nantinya dilengkapi fasilitas seperti pabrik es, cold storage, sentra kuliner, SPBU nelayan, bengkel, hingga tempat pendaratan dan pelelangan ikan.

    "Jadi hasil nelayan bisa ditampung dalam satu kawasan. Harapannya itu bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan," tambahnya.

    Ia juga menyebut hingga saat ini belum ada wilayah di Kalimantan Timur yang mendapatkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dari pemerintah pusat.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Nenang, Tanjung Tengah, dan Api-Api Masuk Radar KNMP di PPU

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    13 Mei 2026 pukul 13:53 WITA

    Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan KKP telah melakukan peninjauan di tiga lokasi untuk KNMP. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Tiga lokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah ditinjau Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai calon kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

    Tiga lokasi tersebut berada di Kelurahan Nenang, Tanjung Tengah, dan Api-Api. Ketiganya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

    Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, survei dilakukan setelah sebelumnya pemerintah daerah melakukan audiensi dengan KKP terkait usulan pembangunan dan revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang nantinya akan dikelola melalui program KNMP.

    "Sementara peninjauan oleh KKP sudah dilakukan, tepatnya April lalu. Kami sempat mendampingi, ada tiga lokasi yang disurvei, yakni Kelurahan Nenang, Tanjung Tengah, dan Api-Api," kata Andi, saat diwawancarai, Rabu (6/5/2026) lalu. 

    Sebelumnya, Pemkab PPU mengusulkan delapan titik calon lokasi KNMP, masing-masing Sesumpu, Kayu Api, Tanjung Tengah, Logpond CV Alas, Logpond SDR, Sesulu, Api-Api, dan Babulu Laut.

    Meski survei lapangan telah dilakukan, Andi menyebut keputusan pembangunan tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui KKP.

    "Ketiga lokasi itu sama-sama punya potensi. Harapan kami semuanya bisa direalisasikan," ujarnya.

    Saat ini, kata dia, KKP masih melakukan kajian sebelum menentukan lokasi yang akan ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih di PPU. Pemerintah daerah pun masih menunggu kepastian tersebut.

    "Mudahan tahun ini sudah ada kejelasan, ada surat keputusan sehingga ada titik yang memang ditentukan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih," katanya.

    Andi mengatakan program KNMP dinilai penting untuk mendukung kesejahteraan nelayan karena dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan.

    Dalam konsepnya, kawasan KNMP nantinya dilengkapi fasilitas seperti pabrik es, cold storage, sentra kuliner, SPBU nelayan, bengkel, hingga tempat pendaratan dan pelelangan ikan.

    "Jadi hasil nelayan bisa ditampung dalam satu kawasan. Harapannya itu bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan," tambahnya.

    Ia juga menyebut hingga saat ini belum ada wilayah di Kalimantan Timur yang mendapatkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dari pemerintah pusat.

    (Sf/Rs)