Seputar Kaltim

    Nelayan Jarang Melaut, Harga Ikan di Pasar PPU Merangkak Naik

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    26 Mei 2026 pukul 22:26 WITA

    Harga ikan di pasar tradisional PPU mengalami kenaikan akibat pasokan nelayan berkurang imbas kenaikan BBM. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mulai terasa di lapak pedagang ikan pasar tradisional Penajam Paser Utara (PPU). Pasokan ikan dari nelayan lokal menurun, sementara harga jual ikut merangkak naik.

    Rahman (53), salah satu pedagang ikan di Pasar Petung, mengatakan kondisi itu terjadi karena banyak nelayan memilih tidak melaut setelah biaya operasional meningkat, ditambah cuaca buruk atau gelombang tinggi di perairan.

    "Pasokan dari nelayan berkurang selama BBM naik karena nelayan jarang turun. Cuaca buruk juga pengaruh, biasanya susah dapat ikan," ujarnya, Selasa (26/5/2026).

    Menurut dia, hasil tangkapan yang masuk ke pasar kini tidak sebanyak biasanya. Dampaknya, harga ikan dari nelayan ikut naik hingga sekitar 30 persen.

    Pedagang pun terpaksa mencari pasokan tambahan dari luar daerah untuk menjaga stok tetap tersedia. Ikan didatangkan dari Samarinda, Bontang, Sulawesi hingga Banjarmasin.

    Rahman menjelaskan, nelayan lokal biasanya memasok ikan jenis tembang, selar dan gembung hasil tangkapan pak gae, mancing maupun renggek. Sementara ikan kiriman dari luar daerah didominasi tongkol, tuna dan bandeng.

    Adapun harga jual di pasar saat ini di antaranya tembang Rp15 ribu per kilogram, tongkol Rp35 ribu per kilogram, bandeng kecil Rp20 ribu per kilogram, bandeng besar Rp35 ribu per kilogram dan tuna Rp40 ribu per kilogram.

    Kenaikan harga tersebut mulai dikeluhkan pembeli. Di sisi lain, pedagang juga mengaku penjualan ikut terdampak karena kondisi area pasar dinilai kurang nyaman.

    Jalan yang becek di sekitar lapak ikan disebut membuat pembeli enggan berlama-lama di pasar. "Ini masukan buat pemerintah supaya fasilitas dagang kami diperhatikan. Paritnya dibenahi, jalannya juga. Kalau becek terus pembeli malas datang," katanya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Nelayan Jarang Melaut, Harga Ikan di Pasar PPU Merangkak Naik

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    26 Mei 2026 pukul 22:26 WITA

    Harga ikan di pasar tradisional PPU mengalami kenaikan akibat pasokan nelayan berkurang imbas kenaikan BBM. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mulai terasa di lapak pedagang ikan pasar tradisional Penajam Paser Utara (PPU). Pasokan ikan dari nelayan lokal menurun, sementara harga jual ikut merangkak naik.

    Rahman (53), salah satu pedagang ikan di Pasar Petung, mengatakan kondisi itu terjadi karena banyak nelayan memilih tidak melaut setelah biaya operasional meningkat, ditambah cuaca buruk atau gelombang tinggi di perairan.

    "Pasokan dari nelayan berkurang selama BBM naik karena nelayan jarang turun. Cuaca buruk juga pengaruh, biasanya susah dapat ikan," ujarnya, Selasa (26/5/2026).

    Menurut dia, hasil tangkapan yang masuk ke pasar kini tidak sebanyak biasanya. Dampaknya, harga ikan dari nelayan ikut naik hingga sekitar 30 persen.

    Pedagang pun terpaksa mencari pasokan tambahan dari luar daerah untuk menjaga stok tetap tersedia. Ikan didatangkan dari Samarinda, Bontang, Sulawesi hingga Banjarmasin.

    Rahman menjelaskan, nelayan lokal biasanya memasok ikan jenis tembang, selar dan gembung hasil tangkapan pak gae, mancing maupun renggek. Sementara ikan kiriman dari luar daerah didominasi tongkol, tuna dan bandeng.

    Adapun harga jual di pasar saat ini di antaranya tembang Rp15 ribu per kilogram, tongkol Rp35 ribu per kilogram, bandeng kecil Rp20 ribu per kilogram, bandeng besar Rp35 ribu per kilogram dan tuna Rp40 ribu per kilogram.

    Kenaikan harga tersebut mulai dikeluhkan pembeli. Di sisi lain, pedagang juga mengaku penjualan ikut terdampak karena kondisi area pasar dinilai kurang nyaman.

    Jalan yang becek di sekitar lapak ikan disebut membuat pembeli enggan berlama-lama di pasar. "Ini masukan buat pemerintah supaya fasilitas dagang kami diperhatikan. Paritnya dibenahi, jalannya juga. Kalau becek terus pembeli malas datang," katanya.

    (Sf/Lo)