Cari disini...
Seputar Kaltim
Anak dan istri korban ikut melakukan pencarian ke Selat Makasar. (Foto:Tangkapan Layar)
Tenggarong - Warga Muara Badak yang hilang di perairan Muara Berau sejak 20 Desember 2024 lalu belum juga ditemukan sampai kini.
Istri dan anak korban pun ikut terjun ke kaut untuk melakukan pencarian sang ayah hingga ke Selat Makassar.
Korban yang hilang tersebut bernama Saipul, warga RT 12 Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang berprofesi sebagai Ship Chandler, penjual ke kapal Vessel di Muara Berau.
Saipul bersama satu orang anggotanya yang dikenal dengan nama Jawa meninggalkan Pelabuhan Toko Lima, Muara Badak sekitar pukul 19.00 Wita pada 19 Desember 2024 lalu dengan tujuan mengantarkan barang jualan ke kapal Vessel Ocean Ambitious.
Namun setelah pukul 00.13 Wita, Saipul Camler mengabarkan ke sahabat Ipul, Taswin bahwa kapal yang ditumpanginya hanyut dan meminta pertolongan untuk dicari. Tapi hingga kini, Ipul Camler dan Jawa belum ditemukan.
Kini, proses pencarian masih dilakukan oleh pihak keluarga dan sahabat Ipul. Sementara, Taswin yang juga pembisnis Muara Badak menyampaikan ke Polairut Muara Badak sudah berusaha melakukan pencarian, tapi belum membuahkan hasil.
"Mohon doanya semoga Ipul Camler dan Jawa bisa segera di temukan," harapnya.
Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar), Setianto Nugroho Aji mengimbau para nelayan yang ada di Kabupaten Kukar untuk tidak berlayar ketika cuaca hujan ekstrim dan gelombang laut sedang tinggi.
"Kita ingatkan lagi untuk nelayan di Kukar jangan ambil resiko dalam pekerjaan, karena sejak bulan desember sampai Februari nanti cuaca kita belum baik," ungkapnya.
Imbauan ini dikeluarkan karena dalam waktu yang berdekatan banyak sekali kejadian di lintas laut, seperti yang terjadi di Bontang, untung saja nelayan ditemukan mengambang dengan selamat.
Ini penting sekali di perhatikan oleh para nelayan agar tidak terjadi hal tak diinginkan.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anak dan istri korban ikut melakukan pencarian ke Selat Makasar. (Foto:Tangkapan Layar)
Tenggarong - Warga Muara Badak yang hilang di perairan Muara Berau sejak 20 Desember 2024 lalu belum juga ditemukan sampai kini.
Istri dan anak korban pun ikut terjun ke kaut untuk melakukan pencarian sang ayah hingga ke Selat Makassar.
Korban yang hilang tersebut bernama Saipul, warga RT 12 Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang berprofesi sebagai Ship Chandler, penjual ke kapal Vessel di Muara Berau.
Saipul bersama satu orang anggotanya yang dikenal dengan nama Jawa meninggalkan Pelabuhan Toko Lima, Muara Badak sekitar pukul 19.00 Wita pada 19 Desember 2024 lalu dengan tujuan mengantarkan barang jualan ke kapal Vessel Ocean Ambitious.
Namun setelah pukul 00.13 Wita, Saipul Camler mengabarkan ke sahabat Ipul, Taswin bahwa kapal yang ditumpanginya hanyut dan meminta pertolongan untuk dicari. Tapi hingga kini, Ipul Camler dan Jawa belum ditemukan.
Kini, proses pencarian masih dilakukan oleh pihak keluarga dan sahabat Ipul. Sementara, Taswin yang juga pembisnis Muara Badak menyampaikan ke Polairut Muara Badak sudah berusaha melakukan pencarian, tapi belum membuahkan hasil.
"Mohon doanya semoga Ipul Camler dan Jawa bisa segera di temukan," harapnya.
Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar), Setianto Nugroho Aji mengimbau para nelayan yang ada di Kabupaten Kukar untuk tidak berlayar ketika cuaca hujan ekstrim dan gelombang laut sedang tinggi.
"Kita ingatkan lagi untuk nelayan di Kukar jangan ambil resiko dalam pekerjaan, karena sejak bulan desember sampai Februari nanti cuaca kita belum baik," ungkapnya.
Imbauan ini dikeluarkan karena dalam waktu yang berdekatan banyak sekali kejadian di lintas laut, seperti yang terjadi di Bontang, untung saja nelayan ditemukan mengambang dengan selamat.
Ini penting sekali di perhatikan oleh para nelayan agar tidak terjadi hal tak diinginkan.
(Sf/By)