Seputar Kaltim

    Nelayan Dilaporkan Hilang di Perairan Loa Kulu, Tim SAR Gabungan Susuri Aliran Sungai

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    02 Agustus 2026 pukul 17:24 WITA

    Tim SAR Gabungan saat melakukan upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang tenggelam di perairan Loa Kulu (Dok: Disdamkar Matan Kukar)

    Tenggarong - Seorang pria berinisial AH (64), warga Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) yang berprofesi sebagai nelayan dilaporkan hilang tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Minggu (2/8/2026).

    Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 8.00 WITA setelah perahu ketinting miliknya ditemukan hanyut tanpa ada seorang pun di atasnya. 

    Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang nelayan bernama Taufik yang saat itu baru kembali mengantar kru kapal menuju wilayah Harapan Baru melalui jalur sungai.

    Sekitar pukul 08.00 Wita, Taufik melihat perahu milik korban hanyut dalam keadaan kosong saat melintas di sekitar lokasi.

    Setelah didekati dan diperiksa, korban tidak ditemukan berada di atas perahu yang biasa digunakannya untuk menangkap ikan menggunakan alat tangkap merawai.

    “Jadi di Taufik ini melihat perahu milik korban dari kejauhan dalam keadaan hanyut atau terapung tanpa adanya seorang pengemudi maupun penumpang di atasnya,” ujar AKP Hari Supranoto.

    Mengetahui hal tersebut, Taufik yang menjadi saksi mata segera memberitahukan temuannya kepada warga sekitar. 

    Informasi itu kemudian diteruskan kepada pihak keluarga untuk memastikan keberadaan korban.

    Setelah dikonfirmasi, keluarga menyatakan korban belum pulang ke rumah sejak berangkat mencari ikan pada pagi hari. 

    Berdasarkan kondisi tersebut, korban diduga terjatuh dan tenggelam di perairan Sungai Mahakam.

    “Saat dikonfirmasi ke pihak keluarga, korban diduga kuat jatuh dan tenggelam di perairan Sungai Mahakam,” terang AKP Hari.

    Kini, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Loa Kulu, Damkar Matan Kukar, Damkar Matan Loa Kulu, relawan Kamaseku serta warga setempat masih menyisir aliran Sungai Mahakam guna mencari keberadaan korban.

    Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sebuah perahu ketinting berwarna biru putih beserta perlengkapan memancing milik korban sebagai barang bukti.

    Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata identitas korban dan para saksi serta berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Kukar dan unsur terkait untuk memperluas area pencarian.

    Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian masih terus berlangsung. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Nelayan Dilaporkan Hilang di Perairan Loa Kulu, Tim SAR Gabungan Susuri Aliran Sungai

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    02 Agustus 2026 pukul 17:24 WITA

    Tim SAR Gabungan saat melakukan upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang tenggelam di perairan Loa Kulu (Dok: Disdamkar Matan Kukar)

    Tenggarong - Seorang pria berinisial AH (64), warga Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) yang berprofesi sebagai nelayan dilaporkan hilang tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Minggu (2/8/2026).

    Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 8.00 WITA setelah perahu ketinting miliknya ditemukan hanyut tanpa ada seorang pun di atasnya. 

    Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang nelayan bernama Taufik yang saat itu baru kembali mengantar kru kapal menuju wilayah Harapan Baru melalui jalur sungai.

    Sekitar pukul 08.00 Wita, Taufik melihat perahu milik korban hanyut dalam keadaan kosong saat melintas di sekitar lokasi.

    Setelah didekati dan diperiksa, korban tidak ditemukan berada di atas perahu yang biasa digunakannya untuk menangkap ikan menggunakan alat tangkap merawai.

    “Jadi di Taufik ini melihat perahu milik korban dari kejauhan dalam keadaan hanyut atau terapung tanpa adanya seorang pengemudi maupun penumpang di atasnya,” ujar AKP Hari Supranoto.

    Mengetahui hal tersebut, Taufik yang menjadi saksi mata segera memberitahukan temuannya kepada warga sekitar. 

    Informasi itu kemudian diteruskan kepada pihak keluarga untuk memastikan keberadaan korban.

    Setelah dikonfirmasi, keluarga menyatakan korban belum pulang ke rumah sejak berangkat mencari ikan pada pagi hari. 

    Berdasarkan kondisi tersebut, korban diduga terjatuh dan tenggelam di perairan Sungai Mahakam.

    “Saat dikonfirmasi ke pihak keluarga, korban diduga kuat jatuh dan tenggelam di perairan Sungai Mahakam,” terang AKP Hari.

    Kini, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Loa Kulu, Damkar Matan Kukar, Damkar Matan Loa Kulu, relawan Kamaseku serta warga setempat masih menyisir aliran Sungai Mahakam guna mencari keberadaan korban.

    Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sebuah perahu ketinting berwarna biru putih beserta perlengkapan memancing milik korban sebagai barang bukti.

    Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata identitas korban dan para saksi serta berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Kukar dan unsur terkait untuk memperluas area pencarian.

    Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian masih terus berlangsung. 

    (Sf/Rs)