Cari disini...
Seputar Kaltim
Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian nelayan yang dilaporkan hilang (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Seorang nelayan bernama Hasriato berusia 37 tahun, warga RT 01, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan hilang sejak pergi melaut pada 14 Juli 2026 lalu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani menyampaikan berdasarkan keterangan dari warga setempat, korban diketahui pergi untuk memancing dengan metode rawai di perairan Muara Berau sekitar pukul 16.30 WITA sebelum dilaporkan hilang.
Namun hingga keesokan harinya, korban tidak kunjung kembali dan tidak diketahui keberadaannya. “Jadi setelah pergi memancing rawai itu, korban belum kembali hingga keesokan harinya,” ujar Fida, Jumat (17/7/2026).
Fida mengatakan pada Kamis (16/7/2025), warga bersama nelayan yang melintas di perairan Muara Berau menemukan sebuah kapal dalam kondisi setengah tenggelam.
Berdasarkan ciri-ciri fisik kapal, keluarga bersama warga meyakini kapal tersebut merupakan milik korban yang digunakan saat berangkat memancing dengan metode rawai.
Namun hingga kini, penyebab pasti hilangnya korban masih belum diketahui. "Dari ciri-ciri kapal yang ditemukan, keluarga dan warga meyakini itu adalah kapal milik korban," jelasnya.
Kini Tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian dengan menyisir perairan Muara Berau dan lokasi ditemukannya kapal korban.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian nelayan yang dilaporkan hilang (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Seorang nelayan bernama Hasriato berusia 37 tahun, warga RT 01, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan hilang sejak pergi melaut pada 14 Juli 2026 lalu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani menyampaikan berdasarkan keterangan dari warga setempat, korban diketahui pergi untuk memancing dengan metode rawai di perairan Muara Berau sekitar pukul 16.30 WITA sebelum dilaporkan hilang.
Namun hingga keesokan harinya, korban tidak kunjung kembali dan tidak diketahui keberadaannya. “Jadi setelah pergi memancing rawai itu, korban belum kembali hingga keesokan harinya,” ujar Fida, Jumat (17/7/2026).
Fida mengatakan pada Kamis (16/7/2025), warga bersama nelayan yang melintas di perairan Muara Berau menemukan sebuah kapal dalam kondisi setengah tenggelam.
Berdasarkan ciri-ciri fisik kapal, keluarga bersama warga meyakini kapal tersebut merupakan milik korban yang digunakan saat berangkat memancing dengan metode rawai.
Namun hingga kini, penyebab pasti hilangnya korban masih belum diketahui. "Dari ciri-ciri kapal yang ditemukan, keluarga dan warga meyakini itu adalah kapal milik korban," jelasnya.
Kini Tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian dengan menyisir perairan Muara Berau dan lokasi ditemukannya kapal korban.
(Sf/Lo)