Seputar Kaltim

    Nelayan Bontang Hilang 5 Hari, Ditemukan Meninggal di Pantai Teluk Prancis Kutim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    19 Agustus 2026 pukul 10:17 WITA

    Evakuasi jenazah nelayan yang ditemukan di Pantai Teluk Prancis, Sangatta Selatan, Kutim. (Foto: Tim SAR Gabungan Sangatta)

    Sangatta – Seorang nelayan asal Kota Bontang yang sebelumnya dilaporkan tenggelam ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Teluk Prancis, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa (18/8/2026) siang.

    Jenazah ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA oleh dua orang yang melakukan pencarian di sepanjang kawasan pantai. Keduanya merupakan kerabat korban.

    Saat menyisir kawasan Pantai Teluk Prancis, kedua saksi menemukan jenazah berada di tepi pantai. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Basarnas Bontang.

    Tim Basarnas Bontang bersama personel TNI AL Pos Kenyamukan kemudian mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi terhadap jenazah. Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam di wilayah perairan Kota Bontang pada Kamis (13/8/2026).

    Kasat Pol Airud Polres Kutim, IPTU Herianto mengatakan, personel Pol Airud bersama jajaran terkait langsung menuju lokasi setelah menerima informasi mengenai penemuan jenazah tersebut.

    Namun, saat petugas tiba, proses evakuasi telah dilakukan oleh Basarnas Bontang bersama personel TNI AL Pos Kenyamukan.

    “Setelah menerima informasi, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun, saat petugas tiba, jenazah telah lebih dahulu dievakuasi oleh Basarnas Bontang bersama personel TNI AL Pos Kenyamukan,” ujar Herianto. 

    Dari keterangan saksi di lokasi, jenazah tersebut diduga kuat merupakan nelayan asal Bontang yang sebelumnya dilaporkan tenggelam. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa menuju Kota Bontang untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

    Herianto mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun kawasan pantai agar memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas.

    “Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut maupun di sekitar pantai agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, serta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Nelayan Bontang Hilang 5 Hari, Ditemukan Meninggal di Pantai Teluk Prancis Kutim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    19 Agustus 2026 pukul 10:17 WITA

    Evakuasi jenazah nelayan yang ditemukan di Pantai Teluk Prancis, Sangatta Selatan, Kutim. (Foto: Tim SAR Gabungan Sangatta)

    Sangatta – Seorang nelayan asal Kota Bontang yang sebelumnya dilaporkan tenggelam ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Teluk Prancis, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa (18/8/2026) siang.

    Jenazah ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA oleh dua orang yang melakukan pencarian di sepanjang kawasan pantai. Keduanya merupakan kerabat korban.

    Saat menyisir kawasan Pantai Teluk Prancis, kedua saksi menemukan jenazah berada di tepi pantai. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Basarnas Bontang.

    Tim Basarnas Bontang bersama personel TNI AL Pos Kenyamukan kemudian mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi terhadap jenazah. Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam di wilayah perairan Kota Bontang pada Kamis (13/8/2026).

    Kasat Pol Airud Polres Kutim, IPTU Herianto mengatakan, personel Pol Airud bersama jajaran terkait langsung menuju lokasi setelah menerima informasi mengenai penemuan jenazah tersebut.

    Namun, saat petugas tiba, proses evakuasi telah dilakukan oleh Basarnas Bontang bersama personel TNI AL Pos Kenyamukan.

    “Setelah menerima informasi, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun, saat petugas tiba, jenazah telah lebih dahulu dievakuasi oleh Basarnas Bontang bersama personel TNI AL Pos Kenyamukan,” ujar Herianto. 

    Dari keterangan saksi di lokasi, jenazah tersebut diduga kuat merupakan nelayan asal Bontang yang sebelumnya dilaporkan tenggelam. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa menuju Kota Bontang untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

    Herianto mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun kawasan pantai agar memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas.

    “Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut maupun di sekitar pantai agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, serta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)