Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Hotel atlet yang akan beroperasi di tahun 2026. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Progres operasional Hotel Atlet di Kompleks GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, yang sempat tertunda kini terus dikebut.
Aset strategis milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ini ditargetkan siap menerima tamu pada akhir 2025 atau paling lambat awal 2026.
Pengelolaan hotel ini berada di bawah Perusahaan Daerah (Perseroda) Melati Bhakti Satya (MBS).
Kehadiran hotel ini pun digadang-gadang tak hanya menjadi ikon baru, tetapi juga sebagai 'mesin uang' baru untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim.
Direktur Utama Perseroda MBS Kaltim, Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim, membeberkan progres terbaru hotel tersebut.
Menurut Aji, kendala yang membuat hotel ini tertunda operasinya adalah proses perizinan yang kompleks, terutama Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Namun, ia memastikan proses itu kini sedang dikebut.
"Progresnya sekarang kita lagi di tahap perizinan. Izin lingkungan sudah ada, PKKPR juga sudah beres. Sekarang sedang proses untuk SLF," kata Aji Abidharta di Samarinda, Kamis (30/10/2025).
Aji menegaskan, pihaknya tak mau asal-asalan membuka hotel. Aspek keselamatan gedung menjadi prioritas utama.
"Kita ingin pastikan bahwa dari sisi gedung dan semua sistemnya, termasuk fire sprinkler dan keamanan bangunan, semuanya lengkap," jelasnya.
Sembari menunggu izin final terbit, Aji menyebut pihaknya juga tancap gas menyiapkan 'jeroan' hotel.
Proses pengadaan perlengkapan hotel, mulai dari tempat tidur hingga fasilitas dapur untuk layanan bed and breakfast (F&B) terus berjalan.
"Sekarang teman-teman lagi di tahap pengadaan kelengkapan hotel. Kita ingin hotel ini benar-benar siap beroperasi, bukan sekadar buka," ujarnya.
Aji Abidharta menjelaskan, Hotel Atlet dirancang untuk menjadi salah satu sumber PAD baru yang signifikan bagi Pemprov Kaltim.
Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim, skema bagi hasil laba bersihnya sudah diatur dengan jelas.
"Sudah ada aturannya di Pergub. Dari laba bersih, 65 persen untuk operator dalam hal ini BUMD, dan 35 persen untuk Pemprov," ungkap Aji.
Dengan kata lain, setiap keuntungan yang dihasilkan hotel ini akan langsung berkontribusi pada kas daerah.
Aji juga berharap hotel ini bisa menjadi pilihan utama bagi instansi pemerintah untuk menggelar kegiatan.
Dengan demikian, uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dibelanjakan untuk rapat atau kegiatan tidak akan 'lari' ke pihak swasta lain, melainkan kembali lagi ke kas daerah.
"Kami berharap hotel ini bisa jadi tempat kegiatan rapat-rapat pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota," katanya.
"Jadi uang APBD yang dikeluarkan untuk kegiatan juga kembali ke daerah, istilahnya kantong kiri ke kantong kanan," tegas Aji.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kaltim untuk ikut bangga dan mendukung hotel milik daerah ini.
"Kami ingin masyarakat Kaltim merasa memiliki. Kalau ada tamu dari luar daerah atau kegiatan akhir pekan, mari menginap di hotel ini. Karena ini hotelnya Kaltim," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Hotel atlet yang akan beroperasi di tahun 2026. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Progres operasional Hotel Atlet di Kompleks GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, yang sempat tertunda kini terus dikebut.
Aset strategis milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ini ditargetkan siap menerima tamu pada akhir 2025 atau paling lambat awal 2026.
Pengelolaan hotel ini berada di bawah Perusahaan Daerah (Perseroda) Melati Bhakti Satya (MBS).
Kehadiran hotel ini pun digadang-gadang tak hanya menjadi ikon baru, tetapi juga sebagai 'mesin uang' baru untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim.
Direktur Utama Perseroda MBS Kaltim, Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim, membeberkan progres terbaru hotel tersebut.
Menurut Aji, kendala yang membuat hotel ini tertunda operasinya adalah proses perizinan yang kompleks, terutama Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Namun, ia memastikan proses itu kini sedang dikebut.
"Progresnya sekarang kita lagi di tahap perizinan. Izin lingkungan sudah ada, PKKPR juga sudah beres. Sekarang sedang proses untuk SLF," kata Aji Abidharta di Samarinda, Kamis (30/10/2025).
Aji menegaskan, pihaknya tak mau asal-asalan membuka hotel. Aspek keselamatan gedung menjadi prioritas utama.
"Kita ingin pastikan bahwa dari sisi gedung dan semua sistemnya, termasuk fire sprinkler dan keamanan bangunan, semuanya lengkap," jelasnya.
Sembari menunggu izin final terbit, Aji menyebut pihaknya juga tancap gas menyiapkan 'jeroan' hotel.
Proses pengadaan perlengkapan hotel, mulai dari tempat tidur hingga fasilitas dapur untuk layanan bed and breakfast (F&B) terus berjalan.
"Sekarang teman-teman lagi di tahap pengadaan kelengkapan hotel. Kita ingin hotel ini benar-benar siap beroperasi, bukan sekadar buka," ujarnya.
Aji Abidharta menjelaskan, Hotel Atlet dirancang untuk menjadi salah satu sumber PAD baru yang signifikan bagi Pemprov Kaltim.
Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim, skema bagi hasil laba bersihnya sudah diatur dengan jelas.
"Sudah ada aturannya di Pergub. Dari laba bersih, 65 persen untuk operator dalam hal ini BUMD, dan 35 persen untuk Pemprov," ungkap Aji.
Dengan kata lain, setiap keuntungan yang dihasilkan hotel ini akan langsung berkontribusi pada kas daerah.
Aji juga berharap hotel ini bisa menjadi pilihan utama bagi instansi pemerintah untuk menggelar kegiatan.
Dengan demikian, uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dibelanjakan untuk rapat atau kegiatan tidak akan 'lari' ke pihak swasta lain, melainkan kembali lagi ke kas daerah.
"Kami berharap hotel ini bisa jadi tempat kegiatan rapat-rapat pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota," katanya.
"Jadi uang APBD yang dikeluarkan untuk kegiatan juga kembali ke daerah, istilahnya kantong kiri ke kantong kanan," tegas Aji.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kaltim untuk ikut bangga dan mendukung hotel milik daerah ini.
"Kami ingin masyarakat Kaltim merasa memiliki. Kalau ada tamu dari luar daerah atau kegiatan akhir pekan, mari menginap di hotel ini. Karena ini hotelnya Kaltim," pungkasnya.
(Sf/Rs)