Naik Rig Offshore, PHKT Tunjukkan ke Awak Media Operasi Migas yang Tak Pernah Berhenti

    Seputarfakta.com - Cindy -

    Seputar Kaltim

    20 Mei 2026 01:47 WIB

    Rig Asian Endeavour 1 (AE-1) saat menjalankan aktivitas pengeboran lepas pantai pada wilayah operasi PHKT di Kalimantan Timur. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Belasan jurnalis Kalimantan Timur berkesempatan melihat langsung aktivitas pengeboran migas offshore di Rig Asian Endeavour (AE-1) pada operasi PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS). 

    Kesempatan tersebut dibuka lewat program BASO IGA PHI Edisi Khusus Goes to Rig, 7 Mei 2026 lalu. Awak media diajak memahami proses operasi migas lepas pantai yang berjalan selama 24 jam di tengah laut, dengan sistem dua shift kerja.

    Dalam kunjungan itu, para jurnalis tak hanya melihat proses pengeboran, tetapi juga menyaksikan ketatnya penerapan keselamatan kerja di area rig. Sebelum pergantian shift, seluruh kru lebih dulu mengikuti safety meeting membahas kesiapan kerja hingga potensi risiko operasional.

    Media juga diajak melihat proses pengeboran sumur Sejadi SJ-4RD1 yang mencapai kedalaman 9.112 feet atau sekitar 2,78 kilometer di bawah permukaan bumi. Operasi itu dijalankan sekitar 120 personel onboard (POB).

    Assistant Manager Drilling Operations PHKT, Bidner Sianturi mengatakan, kegiatan itu menjadi ruang bagi media melihat langsung realita kerja di industri hulu migas offshore.

    "Harapan kami teman-teman media tidak hanya datang melihat rig, tetapi pulang membawa cerita tentang kerja keras di balik energi dan semangat pekerja migas menjaga ketahanan energi nasional," ujarnya.

    Menurut dia, budaya HSSE atau Health, Safety, Security, and Environment menjadi hal utama yang diterapkan dalam seluruh operasi perusahaan.

    Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Erwin yang ikut dalam kunjungan tersebut mengaku mendapat perspektif baru terkait operasi migas offshore.

    "Saat melihat langsung di lapangan, kami memahami operasional migas memiliki proses yang sangat kompleks dan disiplin keselamatan yang tinggi," katanya.

    Ia menilai keterbukaan perusahaan memberi kesempatan media masuk langsung ke area operasi menjadi pengalaman penting bagi jurnalis dalam menyampaikan informasi yang lebih utuh kepada masyarakat.

    Selain PHKT, kegiatan tersebut juga menghadirkan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi yang memaparkan peran pengawasan industri hulu migas nasional.

    Manager Communication, Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan berharap media dapat menghadirkan pemberitaan yang objektif dan informatif terkait industri hulu migas.

    Menurutnya, industri migas offshore merupakan sektor dengan risiko tinggi, padat teknologi dan investasi sehingga membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk informasi publik yang akurat dan berimbang.

    "Kami berharap rekan-rekan media dapat memberitakan aktivitas kami secata positif, infofmatif, dan objektif, sehingga masyarakat dapat memahami dan memberikan dukungan terhadap upaya perusahaan dan pekerja migas dalam menyediakan energi bagi pembangunan Indonesia," ucapnya. 

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Naik Rig Offshore, PHKT Tunjukkan ke Awak Media Operasi Migas yang Tak Pernah Berhenti

    Seputarfakta.com - Cindy -

    Seputar Kaltim

    20 Mei 2026 01:47 WIB

    Rig Asian Endeavour 1 (AE-1) saat menjalankan aktivitas pengeboran lepas pantai pada wilayah operasi PHKT di Kalimantan Timur. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Belasan jurnalis Kalimantan Timur berkesempatan melihat langsung aktivitas pengeboran migas offshore di Rig Asian Endeavour (AE-1) pada operasi PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS). 

    Kesempatan tersebut dibuka lewat program BASO IGA PHI Edisi Khusus Goes to Rig, 7 Mei 2026 lalu. Awak media diajak memahami proses operasi migas lepas pantai yang berjalan selama 24 jam di tengah laut, dengan sistem dua shift kerja.

    Dalam kunjungan itu, para jurnalis tak hanya melihat proses pengeboran, tetapi juga menyaksikan ketatnya penerapan keselamatan kerja di area rig. Sebelum pergantian shift, seluruh kru lebih dulu mengikuti safety meeting membahas kesiapan kerja hingga potensi risiko operasional.

    Media juga diajak melihat proses pengeboran sumur Sejadi SJ-4RD1 yang mencapai kedalaman 9.112 feet atau sekitar 2,78 kilometer di bawah permukaan bumi. Operasi itu dijalankan sekitar 120 personel onboard (POB).

    Assistant Manager Drilling Operations PHKT, Bidner Sianturi mengatakan, kegiatan itu menjadi ruang bagi media melihat langsung realita kerja di industri hulu migas offshore.

    "Harapan kami teman-teman media tidak hanya datang melihat rig, tetapi pulang membawa cerita tentang kerja keras di balik energi dan semangat pekerja migas menjaga ketahanan energi nasional," ujarnya.

    Menurut dia, budaya HSSE atau Health, Safety, Security, and Environment menjadi hal utama yang diterapkan dalam seluruh operasi perusahaan.

    Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Erwin yang ikut dalam kunjungan tersebut mengaku mendapat perspektif baru terkait operasi migas offshore.

    "Saat melihat langsung di lapangan, kami memahami operasional migas memiliki proses yang sangat kompleks dan disiplin keselamatan yang tinggi," katanya.

    Ia menilai keterbukaan perusahaan memberi kesempatan media masuk langsung ke area operasi menjadi pengalaman penting bagi jurnalis dalam menyampaikan informasi yang lebih utuh kepada masyarakat.

    Selain PHKT, kegiatan tersebut juga menghadirkan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi yang memaparkan peran pengawasan industri hulu migas nasional.

    Manager Communication, Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan berharap media dapat menghadirkan pemberitaan yang objektif dan informatif terkait industri hulu migas.

    Menurutnya, industri migas offshore merupakan sektor dengan risiko tinggi, padat teknologi dan investasi sehingga membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk informasi publik yang akurat dan berimbang.

    "Kami berharap rekan-rekan media dapat memberitakan aktivitas kami secata positif, infofmatif, dan objektif, sehingga masyarakat dapat memahami dan memberikan dukungan terhadap upaya perusahaan dan pekerja migas dalam menyediakan energi bagi pembangunan Indonesia," ucapnya. 

    (Sf/Rs)