Seputar Kaltim

    Myrna A Safitri Jelaskan Soal Proyeksi Penduduk IKN yang Dibatasi Hanya 2 Juta Jiwa

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Maret 2024 pukul 19:26 WITA

    Deputi LHSDA Otorita IKN, Myrna A Safitri. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wacana pembatasan jumlah penduduk di Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga 2 juta jiwa menjadi topik hangat yang dibahas dalam IKN Talk di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Deputi Lingkungan Hidup, Sosial, dan Budaya Otorita IKN, Myrna A Safitri, menegaskan bahwa proyeksi ini merupakan bagian dari rencana pembangunan IKN yang akan berlangsung hingga tahun 2045.

    Menurut Myrna, masyarakat Kalimantan Timur tidak perlu merasa cemas dengan proyeksi tersebut. "Itu jumlah yang banyak, untuk menuju kesitu (proyeksi pembatasan penduduk) jangan khawatir, kan bangun IKN sampai 2045," ujar Myrna. 

    Ia menambahkan bahwa pembangunan IKN akan dilakukan secara bertahap dan inklusif, memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk tumbuh dan berkembang. Kekhawatiran sebelumnya muncul terkait persaingan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dengan pendatang dari luar daerah. Myrna menanggapi hal ini dengan menyatakan bahwa IKN berkomitmen untuk membangun kota yang inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil bagian dalam pembangunan.

    "Itu tergantung dari kita. Kita ambil opportunity nya atau tidak. Dari kami kebijakan pembangunan inklusif. Harus memberikan ruang pada masyarakat di sekitar," ungkap Myrna.

    Lebih lanjut, Myrna memberikan motivasi kepada para pemuda Kalimantan Timur untuk tidak meragukan kemampuan bersaing SDM lokal. "Yang bisa menjawab itu, diri kita sendiri, apakah kita mampu, kalau tidak kita harus bersaing," tuturnya, menekankan pentingnya sikap proaktif dan kompetitif di tengah persaingan global.

    Pembangunan IKN diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan sosial di Kalimantan Timur. Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, IKN diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru tetapi juga pusat inovasi dan keberlanjutan yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Pembatasan penduduk yang diwacanakan ini bukanlah sebuah penghalang, melainkan sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa pembangunan IKN dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal bagi generasi mendatang. Dengan demikian, IKN tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga menjadi rumah bagi masyarakat yang harmonis dan beragam.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Myrna A Safitri Jelaskan Soal Proyeksi Penduduk IKN yang Dibatasi Hanya 2 Juta Jiwa

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Maret 2024 pukul 19:26 WITA

    Deputi LHSDA Otorita IKN, Myrna A Safitri. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wacana pembatasan jumlah penduduk di Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga 2 juta jiwa menjadi topik hangat yang dibahas dalam IKN Talk di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Deputi Lingkungan Hidup, Sosial, dan Budaya Otorita IKN, Myrna A Safitri, menegaskan bahwa proyeksi ini merupakan bagian dari rencana pembangunan IKN yang akan berlangsung hingga tahun 2045.

    Menurut Myrna, masyarakat Kalimantan Timur tidak perlu merasa cemas dengan proyeksi tersebut. "Itu jumlah yang banyak, untuk menuju kesitu (proyeksi pembatasan penduduk) jangan khawatir, kan bangun IKN sampai 2045," ujar Myrna. 

    Ia menambahkan bahwa pembangunan IKN akan dilakukan secara bertahap dan inklusif, memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk tumbuh dan berkembang. Kekhawatiran sebelumnya muncul terkait persaingan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dengan pendatang dari luar daerah. Myrna menanggapi hal ini dengan menyatakan bahwa IKN berkomitmen untuk membangun kota yang inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil bagian dalam pembangunan.

    "Itu tergantung dari kita. Kita ambil opportunity nya atau tidak. Dari kami kebijakan pembangunan inklusif. Harus memberikan ruang pada masyarakat di sekitar," ungkap Myrna.

    Lebih lanjut, Myrna memberikan motivasi kepada para pemuda Kalimantan Timur untuk tidak meragukan kemampuan bersaing SDM lokal. "Yang bisa menjawab itu, diri kita sendiri, apakah kita mampu, kalau tidak kita harus bersaing," tuturnya, menekankan pentingnya sikap proaktif dan kompetitif di tengah persaingan global.

    Pembangunan IKN diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan sosial di Kalimantan Timur. Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, IKN diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru tetapi juga pusat inovasi dan keberlanjutan yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Pembatasan penduduk yang diwacanakan ini bukanlah sebuah penghalang, melainkan sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa pembangunan IKN dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal bagi generasi mendatang. Dengan demikian, IKN tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga menjadi rumah bagi masyarakat yang harmonis dan beragam.

    (Sf/Rs)