Seputar Kaltim

    Musrenbang Segah Soroti Akses Jalan hingga Sektor Pendidikan, Target Putus Status Kampung Terisolir

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    09 Februari 2026 pukul 20:11 WITA

    Musrenbang tingkat Kecamatan Segah yang digelar di Balai Adat Kecamatan Segah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Musrenbang tingkat Kecamatan Segah yang digelar di Balai Adat Kecamatan Segah menyoroti persoalan klasik, mulai dari konektivitas jalan antarkampung hingga sarana sekolah masih menjadi usulan masyarakat, Senin (9/2/2026).

    Forum tahunan ini menjadi ruang bagi pemerintah kecamatan untuk menyampaikan capaian pembangunan, sekaligus harapan lanjutan di tahun mendatang.

    Camat Segah, Noor Alam menyebut sejumlah pembangunan infrastruktur jalan telah mulai berjalan pada 2025, terutama melalui program semenisasi. Namun pihaknya menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan agar konektivitas antarkampung benar-benar terwujud.

    "Harapan kami di tahun 2026 ini pekerjaan semenisasi mulai dari Kampung Tepian Buah sampai Kampung Labanan bisa dilanjutkan," ujar Noor Alam.

    Ia juga menyoroti peningkatan akses menuju Kampung Siduung Indah yang telah dikerjakan Dinas PUPR. Meski mengalami kemajuan, masyarakat berharap peningkatan jalan tetap berlanjut.

    "Tahun ini kami berharap peningkatan jalan di Kampung Siduung Indah itu bisa dilanjutkan," katanya.

    Ia juga menyampaikan pembangunan jalan dari Kampung Tepian Buah menuju Kampung Long La'ai juga tengah berjalan dan diharapkan terus berlanjut hingga seluruh kampung di Segah saling terhubung.

    Namun persoalan paling mendesak adalah akses menuju Kampung Punan Segah yang rusak parah dan sulit dilalui.

    "Jalan menuju Kampung Punan Segah tidak bisa dilewati. Semoga ada perbaikan jalan menuju kampung itu bisa terealisasi, sehingga tidak ada lagi kampung yang terisolir," tegasnya.

    Ia mengatakan kondisi jalan rusak bahkan berdampak pada tertundanya program pembangunan, termasuk rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu).

    Tak hanya infrastruktur, Noor Alam juga menyinggung persoalan di sektor pendidikan salah satunya rencana pembangunan SMA 16 Segah serta pemanfaatan kantor kecamatan baru yang telah diresmikan Bupati Berau.

    "Kami mohon dukungan agar SMA ini bisa terwujud dan penataan halaman kantor kecamatan dapat dilanjutkan," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Musrenbang Segah Soroti Akses Jalan hingga Sektor Pendidikan, Target Putus Status Kampung Terisolir

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    09 Februari 2026 pukul 20:11 WITA

    Musrenbang tingkat Kecamatan Segah yang digelar di Balai Adat Kecamatan Segah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Musrenbang tingkat Kecamatan Segah yang digelar di Balai Adat Kecamatan Segah menyoroti persoalan klasik, mulai dari konektivitas jalan antarkampung hingga sarana sekolah masih menjadi usulan masyarakat, Senin (9/2/2026).

    Forum tahunan ini menjadi ruang bagi pemerintah kecamatan untuk menyampaikan capaian pembangunan, sekaligus harapan lanjutan di tahun mendatang.

    Camat Segah, Noor Alam menyebut sejumlah pembangunan infrastruktur jalan telah mulai berjalan pada 2025, terutama melalui program semenisasi. Namun pihaknya menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan agar konektivitas antarkampung benar-benar terwujud.

    "Harapan kami di tahun 2026 ini pekerjaan semenisasi mulai dari Kampung Tepian Buah sampai Kampung Labanan bisa dilanjutkan," ujar Noor Alam.

    Ia juga menyoroti peningkatan akses menuju Kampung Siduung Indah yang telah dikerjakan Dinas PUPR. Meski mengalami kemajuan, masyarakat berharap peningkatan jalan tetap berlanjut.

    "Tahun ini kami berharap peningkatan jalan di Kampung Siduung Indah itu bisa dilanjutkan," katanya.

    Ia juga menyampaikan pembangunan jalan dari Kampung Tepian Buah menuju Kampung Long La'ai juga tengah berjalan dan diharapkan terus berlanjut hingga seluruh kampung di Segah saling terhubung.

    Namun persoalan paling mendesak adalah akses menuju Kampung Punan Segah yang rusak parah dan sulit dilalui.

    "Jalan menuju Kampung Punan Segah tidak bisa dilewati. Semoga ada perbaikan jalan menuju kampung itu bisa terealisasi, sehingga tidak ada lagi kampung yang terisolir," tegasnya.

    Ia mengatakan kondisi jalan rusak bahkan berdampak pada tertundanya program pembangunan, termasuk rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu).

    Tak hanya infrastruktur, Noor Alam juga menyinggung persoalan di sektor pendidikan salah satunya rencana pembangunan SMA 16 Segah serta pemanfaatan kantor kecamatan baru yang telah diresmikan Bupati Berau.

    "Kami mohon dukungan agar SMA ini bisa terwujud dan penataan halaman kantor kecamatan dapat dilanjutkan," tutupnya.

    (Sf/Lo)