Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Aras, menyampaikan sorotan terkait layanan listrik, air bersih, dan drainase dalam Musrenbang Kecamatan Sangatta Utara Kutim. (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Aras, menyoroti persoalan layanan dasar masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Kamis (12/2/2026).
Dalam musyawarah tersebut, Agus menegaskan pentingnya memastikan seluruh persoalan masyarakat benar-benar tersampaikan dan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ia menyoroti masih adanya warga yang belum menikmati layanan listrik dan air bersih secara merata di Sangatta Utara.
Agus mengungkapkan, berdasarkan data yang diterimanya dari pihak kecamatan, masih banyak warga yang belum mendapatkan layanan dasar, terutama listrik PLN dan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam).
“Saya meminta PLN agar ini menjadi perhatian serius dan bisa segera direalisasikan. Ini persoalan dasar yang tidak bisa ditunda-tunda,” ujar Agus.
Ia juga meminta adanya koordinasi lanjutan dengan pihak kecamatan untuk memetakan wilayah mana saja yang belum terlayani listrik.
“Setahu kami, di Sangatta ini surplus listrik. Tapi dalam praktiknya masih ada masyarakat yang belum mendapatkan fasilitas itu. Ini harus jadi perhatian,” tambahnya.
Terkait Perumdam, Agus berharap pemerintah daerah segera menyusun perencanaan menyeluruh untuk menjangkau wilayah yang belum mendapatkan layanan air bersih. Ia juga menyinggung peran Dinas Pekerjaan Umum (PU) dalam mendukung ketersediaan jaringan pipa distribusi.
“Bagaimana kita mau bicara Kutim Hebat kalau pelayanan dasar belum terpenuhi,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan drainase di wilayah perkotaan Sangatta. Ia meminta Dinas PU agar tidak lagi menunda penanganan sistem drainase yang dinilai menjadi salah satu penyebab genangan air.
“Saya minta terkait drainase kota ini benar-benar diseriusi. Jangan lagi ditunda-tunda,” jelasnya.
Agus mengusulkan pengadaan mobil tangki penyedot lumpur untuk membersihkan saluran drainase secara rutin. Ia mencontohkan Kota Samarinda yang telah memiliki armada serupa untuk penanganan sedimentasi.
“Di Samarinda sudah ada mobil tangki yang setiap saat bisa melakukan penyedotan lumpur drainase. Harganya sekitar Rp8 miliar. Ini bisa menjadi langkah tanggap agar genangan air di dalam kota tidak terjadi terus-menerus,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi drainase di Jalan Yos Sudarso yang dinilai sudah mengalami pendangkalan cukup parah karena belum pernah dibersihkan secara maksimal.
“Itu sedimentasinya sudah sangat tinggi. Perlu penanganan rutin,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Aras, menyampaikan sorotan terkait layanan listrik, air bersih, dan drainase dalam Musrenbang Kecamatan Sangatta Utara Kutim. (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Aras, menyoroti persoalan layanan dasar masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Kamis (12/2/2026).
Dalam musyawarah tersebut, Agus menegaskan pentingnya memastikan seluruh persoalan masyarakat benar-benar tersampaikan dan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ia menyoroti masih adanya warga yang belum menikmati layanan listrik dan air bersih secara merata di Sangatta Utara.
Agus mengungkapkan, berdasarkan data yang diterimanya dari pihak kecamatan, masih banyak warga yang belum mendapatkan layanan dasar, terutama listrik PLN dan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam).
“Saya meminta PLN agar ini menjadi perhatian serius dan bisa segera direalisasikan. Ini persoalan dasar yang tidak bisa ditunda-tunda,” ujar Agus.
Ia juga meminta adanya koordinasi lanjutan dengan pihak kecamatan untuk memetakan wilayah mana saja yang belum terlayani listrik.
“Setahu kami, di Sangatta ini surplus listrik. Tapi dalam praktiknya masih ada masyarakat yang belum mendapatkan fasilitas itu. Ini harus jadi perhatian,” tambahnya.
Terkait Perumdam, Agus berharap pemerintah daerah segera menyusun perencanaan menyeluruh untuk menjangkau wilayah yang belum mendapatkan layanan air bersih. Ia juga menyinggung peran Dinas Pekerjaan Umum (PU) dalam mendukung ketersediaan jaringan pipa distribusi.
“Bagaimana kita mau bicara Kutim Hebat kalau pelayanan dasar belum terpenuhi,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan drainase di wilayah perkotaan Sangatta. Ia meminta Dinas PU agar tidak lagi menunda penanganan sistem drainase yang dinilai menjadi salah satu penyebab genangan air.
“Saya minta terkait drainase kota ini benar-benar diseriusi. Jangan lagi ditunda-tunda,” jelasnya.
Agus mengusulkan pengadaan mobil tangki penyedot lumpur untuk membersihkan saluran drainase secara rutin. Ia mencontohkan Kota Samarinda yang telah memiliki armada serupa untuk penanganan sedimentasi.
“Di Samarinda sudah ada mobil tangki yang setiap saat bisa melakukan penyedotan lumpur drainase. Harganya sekitar Rp8 miliar. Ini bisa menjadi langkah tanggap agar genangan air di dalam kota tidak terjadi terus-menerus,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi drainase di Jalan Yos Sudarso yang dinilai sudah mengalami pendangkalan cukup parah karena belum pernah dibersihkan secara maksimal.
“Itu sedimentasinya sudah sangat tinggi. Perlu penanganan rutin,” tutupnya.
(Sf/Rs)