Musrenbang di Bontang Utara, Infrastruktur Dasar Jadi Kebutuhan Paling Mendesak

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    12 Februari 2026 10:56 WIB

    Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Bontang Utara dipimpin, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Rafidah. (Foto: Adiepraja/Kominfo Bontang)

    Bontang - Persoalan drainase, turap sungai dan jalan rawan genangan mendominasi usulan warga dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Bontang Utara.

    Musrenbang ini digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (11/2/2026). Dalam agenda itu, sejumlah kelurahan menyampaikan infrastruktur dasar sebagai kebutuhan paling mendesak.

    Di Kelurahan Loktuan, warga mengusulkan penambahan penerangan lampu jalan. Sementara di Kelurahan Guntung, perhatian tertuju pada peninggian dan pendalaman turap sungai di sekitar jembatan RT 02, 08, dan 09, serta usulan drainase, perbaikan parit dan semenisasi lingkungan.

    Masalah serupa muncul di Kelurahan Bontang Baru yang mendorong normalisasi drainase di sejumlah RT untuk mengurangi genangan saat hujan deras. Adapun Kelurahan Bontang Kuala mengajukan peninggian Jalan Piere Tendean, sedangkan rehabilitasi drainase di Jalan Imam Bonjol juga diusulkan guna menekan potensi banjir lokal.

    Usulan berskala besar datang dari Kelurahan Api-Api. Wilayah ini mengajukan pembangunan dan peningkatan turap sungai dari RT 01 hingga RT 41, mengingat tingginya risiko luapan air saat debit sungai meningkat.

    Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Kota Bontang, Rafidah mengatakan hasil musyawarah tingkat kecamatan akan menjadi bahan penyusunan rencana pembangunan tahun berikutnya. Ia menekankan pentingnya penyelarasan antara kebutuhan warga dan kemampuan perencanaan daerah.

    “Semoga hasil dari musyawarah ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam penyusunan rencana pembangunan tahun 2027 demi terwujudnya Kota Bontang yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan,” kata Rafidah dalam forum tersebut.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Musrenbang di Bontang Utara, Infrastruktur Dasar Jadi Kebutuhan Paling Mendesak

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    12 Februari 2026 10:56 WIB

    Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Bontang Utara dipimpin, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Rafidah. (Foto: Adiepraja/Kominfo Bontang)

    Bontang - Persoalan drainase, turap sungai dan jalan rawan genangan mendominasi usulan warga dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Bontang Utara.

    Musrenbang ini digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (11/2/2026). Dalam agenda itu, sejumlah kelurahan menyampaikan infrastruktur dasar sebagai kebutuhan paling mendesak.

    Di Kelurahan Loktuan, warga mengusulkan penambahan penerangan lampu jalan. Sementara di Kelurahan Guntung, perhatian tertuju pada peninggian dan pendalaman turap sungai di sekitar jembatan RT 02, 08, dan 09, serta usulan drainase, perbaikan parit dan semenisasi lingkungan.

    Masalah serupa muncul di Kelurahan Bontang Baru yang mendorong normalisasi drainase di sejumlah RT untuk mengurangi genangan saat hujan deras. Adapun Kelurahan Bontang Kuala mengajukan peninggian Jalan Piere Tendean, sedangkan rehabilitasi drainase di Jalan Imam Bonjol juga diusulkan guna menekan potensi banjir lokal.

    Usulan berskala besar datang dari Kelurahan Api-Api. Wilayah ini mengajukan pembangunan dan peningkatan turap sungai dari RT 01 hingga RT 41, mengingat tingginya risiko luapan air saat debit sungai meningkat.

    Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Kota Bontang, Rafidah mengatakan hasil musyawarah tingkat kecamatan akan menjadi bahan penyusunan rencana pembangunan tahun berikutnya. Ia menekankan pentingnya penyelarasan antara kebutuhan warga dan kemampuan perencanaan daerah.

    “Semoga hasil dari musyawarah ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam penyusunan rencana pembangunan tahun 2027 demi terwujudnya Kota Bontang yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan,” kata Rafidah dalam forum tersebut.

    (Sf/Lo)