Seputar Kaltim

    Musim Kemarau Tiba, Warga Desa Kersik Bura Diimbau Hemat Air dan Tak Bakar Sampah

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    14 September 2026 pukul 16:05 WITA

    Karhutla di salah satu wilayah Kabupaten Paser. (Foto: BPBD Paser)

    Tana Paser - Guna mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) serta kekurangan air bersih di musim kemarau, Pemerintah Desa (Pemdes) Kersik Bura, Kecamatan Paser Belengkong melakukan langkah antisipatif dengan memberikan imbauan dan edukasi kepada warga secara berkala.

    Imbauan peningkatan kewaspadaan tersebut disuarakan pada berbagai kesempatan pertemuan warga hingga kegiatan rutin tingkat desa.

    Sekretaris Desa (Sekdes) Kersik Bura, Rubiya menyebut langkah pencegahan difokuskan pada penghematan penggunaan air bersih serta penanganan aktivitas pembakaran sampah di lingkungan permukiman. Pemdes meminta seluruh warga untuk senantiasa berhati-hati dan memperhitungkan kondisi cuaca serta tiupan angin saat beraktivitas di luar rumah.

    "Pada kondisi saat ini masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas yang dapat memicu timbulnya api yang dapat menyebabkan kebakaran," kata Rubiya, Senin (14/9/2026).

    Masyarakat sangat dianjurkan untuk meniadakan aktivitas membakar sampah sementara waktu guna menghindari potensi timbulnya percikan api. Tiupan angin kencang di musim kemarau dinilai sangat rawan menyebarkan kobaran api ke area perkebunan maupun pemukiman warga terdekat.

    Rubiya menjelaskan, sosialisasi penanggulangan karhutla itu sebenarnya sudah menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sejak awal memasuki musim kemarau. Upaya dari pemdes juga diselaraskan dengan arahan dan kebijakan pencegahan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

    Selain melalui tatap muka, edukasi juga dimaksimalkan pada sektor digital dengan menyebarkan brosur imbauan resmi dari dinas terkait. Informasi tersebut dibagikan secara masif ke berbagai grup percakapan digital, mulai dari grup ketua RT, organisasi pemuda, hingga kelompok ibu-ibu PKK.

    Langkah tersebut diambil mengingat wilayah Desa Kersik Bura yang terbilang cukup besar dengan mencakup sebanyak 23 Rukun Tetangga (RT). Melalui pertemuan bulanan di tingkat RT, pesan-pesan pencegahan karhutla diharapkan dapat diteruskan secara langsung kepada seluruh lapisan masyarakat.

    Untuk diketahui, Desa Kersik Bura memiliki sekitar 3.000 Kepala Keluarga (KK) yang dengan luasan mencapai sekitar 30 kilometer persegi. Besarnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah menjadi alasan utama pentingnya sinergi antara kepala desa, pengurus RT dan warga.

    "Untuk luasan memang cukup luas, maka itu perlu sinergi yang kuat dari seluruh pihak guna mencegah terjadinya bencana karhutla," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Musim Kemarau Tiba, Warga Desa Kersik Bura Diimbau Hemat Air dan Tak Bakar Sampah

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    14 September 2026 pukul 16:05 WITA

    Karhutla di salah satu wilayah Kabupaten Paser. (Foto: BPBD Paser)

    Tana Paser - Guna mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) serta kekurangan air bersih di musim kemarau, Pemerintah Desa (Pemdes) Kersik Bura, Kecamatan Paser Belengkong melakukan langkah antisipatif dengan memberikan imbauan dan edukasi kepada warga secara berkala.

    Imbauan peningkatan kewaspadaan tersebut disuarakan pada berbagai kesempatan pertemuan warga hingga kegiatan rutin tingkat desa.

    Sekretaris Desa (Sekdes) Kersik Bura, Rubiya menyebut langkah pencegahan difokuskan pada penghematan penggunaan air bersih serta penanganan aktivitas pembakaran sampah di lingkungan permukiman. Pemdes meminta seluruh warga untuk senantiasa berhati-hati dan memperhitungkan kondisi cuaca serta tiupan angin saat beraktivitas di luar rumah.

    "Pada kondisi saat ini masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas yang dapat memicu timbulnya api yang dapat menyebabkan kebakaran," kata Rubiya, Senin (14/9/2026).

    Masyarakat sangat dianjurkan untuk meniadakan aktivitas membakar sampah sementara waktu guna menghindari potensi timbulnya percikan api. Tiupan angin kencang di musim kemarau dinilai sangat rawan menyebarkan kobaran api ke area perkebunan maupun pemukiman warga terdekat.

    Rubiya menjelaskan, sosialisasi penanggulangan karhutla itu sebenarnya sudah menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sejak awal memasuki musim kemarau. Upaya dari pemdes juga diselaraskan dengan arahan dan kebijakan pencegahan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

    Selain melalui tatap muka, edukasi juga dimaksimalkan pada sektor digital dengan menyebarkan brosur imbauan resmi dari dinas terkait. Informasi tersebut dibagikan secara masif ke berbagai grup percakapan digital, mulai dari grup ketua RT, organisasi pemuda, hingga kelompok ibu-ibu PKK.

    Langkah tersebut diambil mengingat wilayah Desa Kersik Bura yang terbilang cukup besar dengan mencakup sebanyak 23 Rukun Tetangga (RT). Melalui pertemuan bulanan di tingkat RT, pesan-pesan pencegahan karhutla diharapkan dapat diteruskan secara langsung kepada seluruh lapisan masyarakat.

    Untuk diketahui, Desa Kersik Bura memiliki sekitar 3.000 Kepala Keluarga (KK) yang dengan luasan mencapai sekitar 30 kilometer persegi. Besarnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah menjadi alasan utama pentingnya sinergi antara kepala desa, pengurus RT dan warga.

    "Untuk luasan memang cukup luas, maka itu perlu sinergi yang kuat dari seluruh pihak guna mencegah terjadinya bencana karhutla," tutupnya.

    (Sf/Lo)