Seputar Kaltim

    Musim Kemarau Susutkan Sungai Mahakam, Akses Transportasi Air ke Pedalaman Mahulu Terputus

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    18 Agustus 2026 pukul 19:05 WITA

    Kepala Dishub Kaltim, Yusliando. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) mulai berdampak signifikan terhadap urat nadi transportasi air di Sungai Mahakam. 

    Penurunan debit air yang cukup drastis menyebabkan kapal angkutan penumpang kesulitan menembus sejumlah rute pedalaman, khususnya menuju wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltim, Yusliando, mengonfirmasi penyusutan air sungai saat ini telah menghambat pelayaran langsung ke beberapa titik utama. Kondisi alam yang tidak menentu membuat navigasi kapal sungai terganggu. 

    "Yang jelas ini kan karena faktor alam, ya. Karena air surut, kita tidak bisa mengakses langsung ke Ujoh Bilang," ungkap Yusliando saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).

    Kondisi paling parah terjadi pada rute menuju Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai yang kini lumpuh dan tidak bisa diakses sama sekali melalui jalur sungai akibat kekeringan. 

    Menyikapi hambatan navigasi alamiah ini, Yusliando menjelaskan bahwa rute perjalanan kini harus dikombinasikan dengan jalur darat. 

    "Hanya saja yang menjadi masalah saat ini adalah kekeringan di Long Apari dan Long Pahangai, yang sekarang tidak bisa kita akses lewat sungai. Sehingga angkutan ke sana sekarang dialihkan menggunakan kendaraan darat," jelasnya.

    Untuk melancarkan skema estafet tersebut, Dinas Perhubungan Kaltim terus memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Mahulu agar mobilitas logistik dan masyarakat tidak terhenti. Kapal penumpang dari arah hilir kini diinstruksikan hanya bersandar hingga batas wilayah Ujoh Bilang. 

    "Sudah, sudah (koordinasi). Jadi nanti kapal kita hanya mengantar sampai di Ujoh Bilang saja. Nanti angkutan dari Ujoh Bilang ke Long Apari dan Long Pahangai akan dilanjutkan oleh kawan-kawan dari Pemerintah Kabupaten Mahulu," tambahnya.

    Meski akses menuju kawasan hulu Mahulu mengalami kendala berat, operasional kapal penumpang di zona lainnya dipastikan masih berjalan stabil. 

    Rute pelayaran reguler tujuan Melak dan Tering di Kabupaten Kutai Barat, serta rute menuju Long Bagun di Mahakam Ulu dipastikan beroperasi normal karena kedalaman alur sungai di titik tersebut masih tergolong aman dilalui lambung kapal.

    Di tengah situasi krisis rute ini, stabilitas layanan angkutan sungai juga ditekan melalui kepastian subsidi bahan bakar minyak (BBM). 

    Pemerintah provinsi memastikan bahwa alokasi insentif bahan bakar tetap berjalan dan dievaluasi setiap tiga bulan, guna menjamin pelaku usaha angkutan tidak semakin terbebani selama mereka tertib memperbarui kelengkapan izin operasional.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Musim Kemarau Susutkan Sungai Mahakam, Akses Transportasi Air ke Pedalaman Mahulu Terputus

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    18 Agustus 2026 pukul 19:05 WITA

    Kepala Dishub Kaltim, Yusliando. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) mulai berdampak signifikan terhadap urat nadi transportasi air di Sungai Mahakam. 

    Penurunan debit air yang cukup drastis menyebabkan kapal angkutan penumpang kesulitan menembus sejumlah rute pedalaman, khususnya menuju wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltim, Yusliando, mengonfirmasi penyusutan air sungai saat ini telah menghambat pelayaran langsung ke beberapa titik utama. Kondisi alam yang tidak menentu membuat navigasi kapal sungai terganggu. 

    "Yang jelas ini kan karena faktor alam, ya. Karena air surut, kita tidak bisa mengakses langsung ke Ujoh Bilang," ungkap Yusliando saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).

    Kondisi paling parah terjadi pada rute menuju Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai yang kini lumpuh dan tidak bisa diakses sama sekali melalui jalur sungai akibat kekeringan. 

    Menyikapi hambatan navigasi alamiah ini, Yusliando menjelaskan bahwa rute perjalanan kini harus dikombinasikan dengan jalur darat. 

    "Hanya saja yang menjadi masalah saat ini adalah kekeringan di Long Apari dan Long Pahangai, yang sekarang tidak bisa kita akses lewat sungai. Sehingga angkutan ke sana sekarang dialihkan menggunakan kendaraan darat," jelasnya.

    Untuk melancarkan skema estafet tersebut, Dinas Perhubungan Kaltim terus memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Mahulu agar mobilitas logistik dan masyarakat tidak terhenti. Kapal penumpang dari arah hilir kini diinstruksikan hanya bersandar hingga batas wilayah Ujoh Bilang. 

    "Sudah, sudah (koordinasi). Jadi nanti kapal kita hanya mengantar sampai di Ujoh Bilang saja. Nanti angkutan dari Ujoh Bilang ke Long Apari dan Long Pahangai akan dilanjutkan oleh kawan-kawan dari Pemerintah Kabupaten Mahulu," tambahnya.

    Meski akses menuju kawasan hulu Mahulu mengalami kendala berat, operasional kapal penumpang di zona lainnya dipastikan masih berjalan stabil. 

    Rute pelayaran reguler tujuan Melak dan Tering di Kabupaten Kutai Barat, serta rute menuju Long Bagun di Mahakam Ulu dipastikan beroperasi normal karena kedalaman alur sungai di titik tersebut masih tergolong aman dilalui lambung kapal.

    Di tengah situasi krisis rute ini, stabilitas layanan angkutan sungai juga ditekan melalui kepastian subsidi bahan bakar minyak (BBM). 

    Pemerintah provinsi memastikan bahwa alokasi insentif bahan bakar tetap berjalan dan dievaluasi setiap tiga bulan, guna menjamin pelaku usaha angkutan tidak semakin terbebani selama mereka tertib memperbarui kelengkapan izin operasional.

    (Sf/Rs)