Seputar Kaltim

    Museum Mulawarman Kukar Dikunjungi Ribuan Wisatawan saat Libur Lebaran

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    28 Maret 2026 pukul 20:08 WITA

    Para pengunjung saat melihat-lihat berbagai benda peninggalan Kerajaan Hindu pada abad ke-4 hingga ke-16 masehi di Museum Mulawarman (Dok: Istimewa)

    Tenggarong - Objek wisata Museum Mulawarman yang terletak di Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) dikunjungi ribuan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, terutama saat momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah berlangsung.

    Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kunjungan di Museum Mulawarman tembus ribuan saat libur panjang Idulfitri.

    Pemandu Wisata Museum Mulawarman, Kasran mengatakan jumlah kunjungan tersebut melebihi hari normal yang biasanya hanya mencapai sekitar 100-150 pengunjung per hari.

    “Kalau hari normal (Senin-Jumat) jumlah pengunjung hanya 100-150 orang saja, sementara saat Sabtu dan Minggu bisa mencapai 500 orang. Tapi saat Idulfitri kemarin jumlah pengunjung membludak hingga ribuan orang,” ujar Kasran, Sabtu (28/3/2026).

    Ia menjelaskan Museum Mulawarman menjadi tempat edukasi sejarah karena menampilkan berbagai macam benda dan replika peninggalan dari kerajaan bercorak Hindu yang ada di Kutai yang eksis sejak pada abad ke-4 masehi.

    Barang-barang yang dipamerkan di museum tersebut meliputi Singgasana Sultan, Meriam VOC, Patung Lembuswana Berlapis Emas, Kalung Uncal hingga berbagai macam keramik kuno dari Jepang, Cina dan Eropa.

    “Barang-barang yang dipajang di sini merupakan peninggalan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berdiri di tanah Kutai pada abad ke-4 hingga ke-16,” terangnya.

    Kasran mengingatkan kepada para wisatawan untuk mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di Museum Mulawarman, salah satunya dengan tidak menyentuh barang-barang yang dipajang secara sembarangan.

    Menurutnya, menyentuh benda-benda tersebut berisiko merusak koleksi, mengingat sebagian besar barang yang dipajang merupakan peninggalan dari abad terdahulu, terutama keramik yang dinilai sangat rentan pecah.

    “Kami minta kepada wisatawan untuk sama-sama menjaga kebersihan dan mematuhi aturan selama berkunjung di Museum Mulawarman,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Museum Mulawarman Kukar Dikunjungi Ribuan Wisatawan saat Libur Lebaran

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    28 Maret 2026 pukul 20:08 WITA

    Para pengunjung saat melihat-lihat berbagai benda peninggalan Kerajaan Hindu pada abad ke-4 hingga ke-16 masehi di Museum Mulawarman (Dok: Istimewa)

    Tenggarong - Objek wisata Museum Mulawarman yang terletak di Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) dikunjungi ribuan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, terutama saat momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah berlangsung.

    Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kunjungan di Museum Mulawarman tembus ribuan saat libur panjang Idulfitri.

    Pemandu Wisata Museum Mulawarman, Kasran mengatakan jumlah kunjungan tersebut melebihi hari normal yang biasanya hanya mencapai sekitar 100-150 pengunjung per hari.

    “Kalau hari normal (Senin-Jumat) jumlah pengunjung hanya 100-150 orang saja, sementara saat Sabtu dan Minggu bisa mencapai 500 orang. Tapi saat Idulfitri kemarin jumlah pengunjung membludak hingga ribuan orang,” ujar Kasran, Sabtu (28/3/2026).

    Ia menjelaskan Museum Mulawarman menjadi tempat edukasi sejarah karena menampilkan berbagai macam benda dan replika peninggalan dari kerajaan bercorak Hindu yang ada di Kutai yang eksis sejak pada abad ke-4 masehi.

    Barang-barang yang dipamerkan di museum tersebut meliputi Singgasana Sultan, Meriam VOC, Patung Lembuswana Berlapis Emas, Kalung Uncal hingga berbagai macam keramik kuno dari Jepang, Cina dan Eropa.

    “Barang-barang yang dipajang di sini merupakan peninggalan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berdiri di tanah Kutai pada abad ke-4 hingga ke-16,” terangnya.

    Kasran mengingatkan kepada para wisatawan untuk mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di Museum Mulawarman, salah satunya dengan tidak menyentuh barang-barang yang dipajang secara sembarangan.

    Menurutnya, menyentuh benda-benda tersebut berisiko merusak koleksi, mengingat sebagian besar barang yang dipajang merupakan peninggalan dari abad terdahulu, terutama keramik yang dinilai sangat rentan pecah.

    “Kami minta kepada wisatawan untuk sama-sama menjaga kebersihan dan mematuhi aturan selama berkunjung di Museum Mulawarman,” tandasnya.

    (Sf/Lo)