Muncul Wacana Sekolah Daring Mulai April 2026, Disdikbud Kukar Tetap Pilih Sistem Tatap Muka

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    25 Maret 2026 09:27 WIB

    Ilustrasi sistem pembelajaran tatap muka (Dok: freepik)

    Tenggarong - Muncul wacana penerapan sistem pembelajaran di sekolah melalui daring atau secara online mulai April 2026.

    Wacana ini diusung pemerintah pusat sebagai salah satu upaya menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah menyatakan pihaknya menolak wacana penerapan pembelajaran melalui daring dan tetap memilih sistem tatap muka.

    “Kami berpendapat sekolah online itu tidak salah dalam rangka efisiensi BBM, tapi kalau melihat kondisi di Kukar belum bisa diterapkan secara maksimal,” ujar Heriansyah, Rabu (25/3/2026).

    Penolakan wacana ini dilatarbelakangi berbagai pertimbangan, terutama terkait efektivitas dan kualitas pembelajaran.

    Menurutnya, proses belajar-mengajar melalui sistem tatap muka dinilai lebih efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran daring. Penilaian itu didasari dari pengalaman saat pandemi covid-19 yang melanda Indonesia beberapa tahun lalu, mengakibatkan menurunnya kedisiplinan serta kurangnya interaksi antara guru dan pelajar.

    Selain itu, Disdikbud Kukar juga menilai tidak semua pelajar memiliki handphone (HP) dan akses jaringan yang memadai, sehingga kondisi itu turut menjadi bahan pertimbangan untuk menolak wacana penerapan sekolah daring.

    “Akses internet dan ketersediaan HP turut menjadi pertimbangan karena tidak semua pelajar punya kedua hal tersebut,” terang Heriansyah.

    Melalui sistem tatap muka, para pelajar di Kukar dapat menerima ilmu pembelajaran secara lebih optimal, baik dari sisi pemahaman materi maupun pembentukan karakter.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Muncul Wacana Sekolah Daring Mulai April 2026, Disdikbud Kukar Tetap Pilih Sistem Tatap Muka

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    25 Maret 2026 09:27 WIB

    Ilustrasi sistem pembelajaran tatap muka (Dok: freepik)

    Tenggarong - Muncul wacana penerapan sistem pembelajaran di sekolah melalui daring atau secara online mulai April 2026.

    Wacana ini diusung pemerintah pusat sebagai salah satu upaya menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah menyatakan pihaknya menolak wacana penerapan pembelajaran melalui daring dan tetap memilih sistem tatap muka.

    “Kami berpendapat sekolah online itu tidak salah dalam rangka efisiensi BBM, tapi kalau melihat kondisi di Kukar belum bisa diterapkan secara maksimal,” ujar Heriansyah, Rabu (25/3/2026).

    Penolakan wacana ini dilatarbelakangi berbagai pertimbangan, terutama terkait efektivitas dan kualitas pembelajaran.

    Menurutnya, proses belajar-mengajar melalui sistem tatap muka dinilai lebih efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran daring. Penilaian itu didasari dari pengalaman saat pandemi covid-19 yang melanda Indonesia beberapa tahun lalu, mengakibatkan menurunnya kedisiplinan serta kurangnya interaksi antara guru dan pelajar.

    Selain itu, Disdikbud Kukar juga menilai tidak semua pelajar memiliki handphone (HP) dan akses jaringan yang memadai, sehingga kondisi itu turut menjadi bahan pertimbangan untuk menolak wacana penerapan sekolah daring.

    “Akses internet dan ketersediaan HP turut menjadi pertimbangan karena tidak semua pelajar punya kedua hal tersebut,” terang Heriansyah.

    Melalui sistem tatap muka, para pelajar di Kukar dapat menerima ilmu pembelajaran secara lebih optimal, baik dari sisi pemahaman materi maupun pembentukan karakter.

    (Sf/Rs)