Seputar Kaltim

    Muncul Keluhan Air Bikin Gatal, Perumda AMDT Pastikan Kualitas Air Sesuai Standar

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    09 Juni 2026 pukul 19:36 WITA

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Keluhan warga yang mengaitkan air PDAM dengan rasa gatal di kulit mendapat tanggapan dari Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). 

    Direktur AMDT, Abdul Rasyid menegaskan air produksi yang didistribusikan ke pelanggan telah melalui pengolahan sesuai standar dan rutin diuji setiap bulan.

    Menurut Rasyid, air yang keluar dari instalasi pengolahan dipastikan memenuhi ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan kualitas dilakukan secara berkala melalui uji laboratorium kesehatan yang melibatkan Laboratorium Kesehatan DLH Balikpapan.

    "Kualitas air bersih kita selalu diperiksa setiap bulan. Rata-rata pelanggan tidak ada keluhan gatal. Kalau ada, itu bisa jadi ada masalah di pipa bocor yang kemudian menyedot air parit di sekitarnya. Pasti gatal dipakai mandi," kata Rasyid, Senin (8/6/2026).

    Ia menjelaskan, kasus air yang menyebabkan iritasi atau gatal-gatal kerap berkaitan dengan kebocoran jaringan distribusi. Saat pipa yang berada di bawah parit mengalami kerusakan, air dari luar berpotensi masuk ke dalam jaringan.

    "Sepanjang yang saya tahu air produksi PDAM aman saja. Jadi itu kasuistik. Pipa di bawah parit kemungkinan putus lalu disedot. Kalau menyebabkan gatal, itu sering sekali," ujarnya.

    Rasyid menegaskan kualitas air produksi Danum Taka tetap mengacu pada standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Selain pemeriksaan laboratorium rutin, perusahaan juga melakukan pembersihan filter secara berkala serta mengontrol penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan.

    "Kita juga rajin melakukan pembersihan. Penggunaan bahan kimia juga sesuai aturan, tidak melampaui ketentuan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Kadarnya sesuai," katanya.

    Meski dinyatakan aman untuk kebutuhan rumah tangga seperti mandi dan mencuci, Rasyid mengingatkan air PDAM tetap perlu diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi sebagai air minum.

    "Masyarakat boleh mengonsumsi, tetapi tidak langsung diminum. Harus diolah atau direbus terlebih dahulu. Kalau untuk aktivitas mandi dan mencuci aman," tegasnya.

    Ia juga meminta pelanggan yang menemukan perubahan kualitas air atau mengalami keluhan tertentu segera melapor, agar petugas dapat melakukan pengecekan langsung di lapangan dan menelusuri kemungkinan gangguan pada jaringan distribusi.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Muncul Keluhan Air Bikin Gatal, Perumda AMDT Pastikan Kualitas Air Sesuai Standar

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    09 Juni 2026 pukul 19:36 WITA

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Keluhan warga yang mengaitkan air PDAM dengan rasa gatal di kulit mendapat tanggapan dari Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). 

    Direktur AMDT, Abdul Rasyid menegaskan air produksi yang didistribusikan ke pelanggan telah melalui pengolahan sesuai standar dan rutin diuji setiap bulan.

    Menurut Rasyid, air yang keluar dari instalasi pengolahan dipastikan memenuhi ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan kualitas dilakukan secara berkala melalui uji laboratorium kesehatan yang melibatkan Laboratorium Kesehatan DLH Balikpapan.

    "Kualitas air bersih kita selalu diperiksa setiap bulan. Rata-rata pelanggan tidak ada keluhan gatal. Kalau ada, itu bisa jadi ada masalah di pipa bocor yang kemudian menyedot air parit di sekitarnya. Pasti gatal dipakai mandi," kata Rasyid, Senin (8/6/2026).

    Ia menjelaskan, kasus air yang menyebabkan iritasi atau gatal-gatal kerap berkaitan dengan kebocoran jaringan distribusi. Saat pipa yang berada di bawah parit mengalami kerusakan, air dari luar berpotensi masuk ke dalam jaringan.

    "Sepanjang yang saya tahu air produksi PDAM aman saja. Jadi itu kasuistik. Pipa di bawah parit kemungkinan putus lalu disedot. Kalau menyebabkan gatal, itu sering sekali," ujarnya.

    Rasyid menegaskan kualitas air produksi Danum Taka tetap mengacu pada standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Selain pemeriksaan laboratorium rutin, perusahaan juga melakukan pembersihan filter secara berkala serta mengontrol penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan.

    "Kita juga rajin melakukan pembersihan. Penggunaan bahan kimia juga sesuai aturan, tidak melampaui ketentuan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Kadarnya sesuai," katanya.

    Meski dinyatakan aman untuk kebutuhan rumah tangga seperti mandi dan mencuci, Rasyid mengingatkan air PDAM tetap perlu diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi sebagai air minum.

    "Masyarakat boleh mengonsumsi, tetapi tidak langsung diminum. Harus diolah atau direbus terlebih dahulu. Kalau untuk aktivitas mandi dan mencuci aman," tegasnya.

    Ia juga meminta pelanggan yang menemukan perubahan kualitas air atau mengalami keluhan tertentu segera melapor, agar petugas dapat melakukan pengecekan langsung di lapangan dan menelusuri kemungkinan gangguan pada jaringan distribusi.

    (Sf/Lo)