Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris Dishub PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo.(Istimewa)
Penajam – Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) menciptakan inovasi terbaru bernama De Lapis, yang merupakan sistem Barcode sebagai Layanan Kepegawaian Dishub.
Sekretaris Dishub PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo mengaku, bahwa program ini sudah diterapkan pada November 2024 dan memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesekretariatan.
Kata dia, De’Lapis tidak hanya dirancang untuk mempermudah dalam urusan administrasi internal saja, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai upaya transparansi dan akuntabilitas di bidang keuangan.
Bahkan, adapun pelayanan yang ditawarkan, seperti layanan pendidikan, kepegawaian, manajemen keuangan dan pendapatan yang dihasilkan dari sektor jasa kepelabuhanan dan parkir.
“Program ini bertujuan untuk mempermudah dan mengefektifkan pelayanan di bidang kepegawaian, sekaligus memastikan transparansi dalam pengelolaan keuangan,” ucap Sunra, Minggu (24/11/2024).
Tidak hanya itu, De’Lapis juga memberikan manfaat besar bagi Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkup Dishub, karena program ini menyediakan akses informasi terkait bimbingan belajar bagi THL yang bersedia untuk menghadapi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Sementara itu, sebagai upaya memberdayakan masyarakat dan mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Dishub PPU juga menggagas program kerja sama dengan Universitas 17 Agustus di Samarinda. Di mana program ini menawarkan kemudahan bagi THL yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 atau S2 tanpa harus menempuh kuliah penuh.
“Melalui konsep rencana pembelajaran lampau, masa kerja THL akan diakui sebagai pengalaman yang dapat dikonversi menjadi Satuan Konversi Semester (SKS). Dengan begitu, jumlah SKS yang harus ditempuh bisa jauh lebih sedikit, misalnya hanya tiga SKS dibandingkan delapan SKS biasa,” jelas Sunra.
Tentu, program ini dinilai sangat membantu bagi THL yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa mengganggu pekerjaan mereka. “Kami berharap program ini memotivasi THL untuk terus meningkatkan kompetensi, sehingga mampu menghadapi tantangan kerja di masa depan,” imbuhnya.
Dengan diluncurkannya De’Lapis, Dishub PPU berharap bisa menjadi salah satu solusi efektif dalam memperbaiki sistem pelayanan. “Inovasi ini menggambarkan komitmen kita untuk memberikan pelayanan yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris Dishub PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo.(Istimewa)
Penajam – Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) menciptakan inovasi terbaru bernama De Lapis, yang merupakan sistem Barcode sebagai Layanan Kepegawaian Dishub.
Sekretaris Dishub PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo mengaku, bahwa program ini sudah diterapkan pada November 2024 dan memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesekretariatan.
Kata dia, De’Lapis tidak hanya dirancang untuk mempermudah dalam urusan administrasi internal saja, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai upaya transparansi dan akuntabilitas di bidang keuangan.
Bahkan, adapun pelayanan yang ditawarkan, seperti layanan pendidikan, kepegawaian, manajemen keuangan dan pendapatan yang dihasilkan dari sektor jasa kepelabuhanan dan parkir.
“Program ini bertujuan untuk mempermudah dan mengefektifkan pelayanan di bidang kepegawaian, sekaligus memastikan transparansi dalam pengelolaan keuangan,” ucap Sunra, Minggu (24/11/2024).
Tidak hanya itu, De’Lapis juga memberikan manfaat besar bagi Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkup Dishub, karena program ini menyediakan akses informasi terkait bimbingan belajar bagi THL yang bersedia untuk menghadapi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Sementara itu, sebagai upaya memberdayakan masyarakat dan mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Dishub PPU juga menggagas program kerja sama dengan Universitas 17 Agustus di Samarinda. Di mana program ini menawarkan kemudahan bagi THL yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 atau S2 tanpa harus menempuh kuliah penuh.
“Melalui konsep rencana pembelajaran lampau, masa kerja THL akan diakui sebagai pengalaman yang dapat dikonversi menjadi Satuan Konversi Semester (SKS). Dengan begitu, jumlah SKS yang harus ditempuh bisa jauh lebih sedikit, misalnya hanya tiga SKS dibandingkan delapan SKS biasa,” jelas Sunra.
Tentu, program ini dinilai sangat membantu bagi THL yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa mengganggu pekerjaan mereka. “Kami berharap program ini memotivasi THL untuk terus meningkatkan kompetensi, sehingga mampu menghadapi tantangan kerja di masa depan,” imbuhnya.
Dengan diluncurkannya De’Lapis, Dishub PPU berharap bisa menjadi salah satu solusi efektif dalam memperbaiki sistem pelayanan. “Inovasi ini menggambarkan komitmen kita untuk memberikan pelayanan yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
(Sf/Rs)