Cari disini...
Seputar Kaltim
Bandara Maratua. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Akses menuju Pulau Maratua dan Kepulauan Derawan kini semakin mudah seiring dibukanya rute penerbangan baru Berau-Maratua oleh maskapai Wings Air bersama Lion Group. Rute ini pun menjadi solusi bagi wisatawan yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang dan berlapis untuk mencapai destinasi bahari unggulan Kalimantan Timur tersebut.
Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan Kabupaten Berau memiliki peran strategis sebagai pintu masuk utama pariwisata serta penghubung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan pesisir.
"Berau memiliki peran penting sebagai simpul perjalanan udara di Kalimantan Timur," kata Danang.
Oleh karena itu, ia juga menilai bahwa melalui penerbangan langsung ini, masyarakat dan wisatawan dapat menjangkau Maratua dan Derawan dengan lebih efisien.
"Penerbangan rute Berau-Maratua dan sebaliknya dijadwalkan mulai beroperasi pada 4 Januari 2026, dengan frekuensi terbang setiap Rabu, Jumat, dan Minggu," ungkapnya.
Dirinya pun menyampaikan, rute ini nantinya dilayani oleh Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 yang ideal untuk rute jarak pendek dan wilayah kepulauan. Sehingga dengan hadirnya rute baru tersebut, Berau semakin memperkuat posisinya sebagai akses utama dan hub penghubung antara daratan Kalimantan Timur dengan Kepulauan Maratua dan Derawan.
Selain itu, Berau juga terintegrasi dalam jalur penerbangan multi-kota Kalimantan Timur serta konektivitas dari berbagai kota di Kalimantan dan nasional, termasuk Pulau Jawa, Bali, NTB, dan Sulawesi.
"Konektivitas udara ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur, mulai dari mempercepat perjalanan intra-provinsi, mendukung kelancaran distribusi logistik, hingga menunjang aktivitas layanan publik dan sektor usaha lokal," terangnya.
Danang pun berharap dengan akses udara yang lebih konsisten, Maratua dan Derawan dapat semakin baik dan semakin siap dikunjungi sepanjang tahun. Sehingga, melalui pola perjalanan ini juga dapat membuka peluang bagi wisatawan untuk mengeksplorasi Kalimantan Timur secara menyeluruh, dari kawasan perkotaan hingga kepulauan.
"Bagi pelaku usaha dan masyarakat lokal, penambahan rute ini diharapkan bisa membuka peluang ekonomi yang lebih luas serta meningkatkan akses terhadap berbagai layanan dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bandara Maratua. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Akses menuju Pulau Maratua dan Kepulauan Derawan kini semakin mudah seiring dibukanya rute penerbangan baru Berau-Maratua oleh maskapai Wings Air bersama Lion Group. Rute ini pun menjadi solusi bagi wisatawan yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang dan berlapis untuk mencapai destinasi bahari unggulan Kalimantan Timur tersebut.
Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan Kabupaten Berau memiliki peran strategis sebagai pintu masuk utama pariwisata serta penghubung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan pesisir.
"Berau memiliki peran penting sebagai simpul perjalanan udara di Kalimantan Timur," kata Danang.
Oleh karena itu, ia juga menilai bahwa melalui penerbangan langsung ini, masyarakat dan wisatawan dapat menjangkau Maratua dan Derawan dengan lebih efisien.
"Penerbangan rute Berau-Maratua dan sebaliknya dijadwalkan mulai beroperasi pada 4 Januari 2026, dengan frekuensi terbang setiap Rabu, Jumat, dan Minggu," ungkapnya.
Dirinya pun menyampaikan, rute ini nantinya dilayani oleh Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 yang ideal untuk rute jarak pendek dan wilayah kepulauan. Sehingga dengan hadirnya rute baru tersebut, Berau semakin memperkuat posisinya sebagai akses utama dan hub penghubung antara daratan Kalimantan Timur dengan Kepulauan Maratua dan Derawan.
Selain itu, Berau juga terintegrasi dalam jalur penerbangan multi-kota Kalimantan Timur serta konektivitas dari berbagai kota di Kalimantan dan nasional, termasuk Pulau Jawa, Bali, NTB, dan Sulawesi.
"Konektivitas udara ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur, mulai dari mempercepat perjalanan intra-provinsi, mendukung kelancaran distribusi logistik, hingga menunjang aktivitas layanan publik dan sektor usaha lokal," terangnya.
Danang pun berharap dengan akses udara yang lebih konsisten, Maratua dan Derawan dapat semakin baik dan semakin siap dikunjungi sepanjang tahun. Sehingga, melalui pola perjalanan ini juga dapat membuka peluang bagi wisatawan untuk mengeksplorasi Kalimantan Timur secara menyeluruh, dari kawasan perkotaan hingga kepulauan.
"Bagi pelaku usaha dan masyarakat lokal, penambahan rute ini diharapkan bisa membuka peluang ekonomi yang lebih luas serta meningkatkan akses terhadap berbagai layanan dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir," tandasnya.
(Sf/Rs)