Seputar Kaltim

    MUI dan BI Kaltim Gelar Ulama Peduli Inflasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    28 Maret 2023 pukul 20:06 WITA

    Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, KH Rasyid menyampaikan Inflasi. (Foto : Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Bank Indonesia (BI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim gelar kegiatan Ulama Peduli Inflasi di Masjid Islamic Center Samarinda, Selasa (28/3/2/2023).

    Gubernur Kaltim, Isran Noor dalam sambutannya mengatakan inflasi yang terjadi di Kaltim masih terkendali dan berada di bawah inflasi nasional.

    "Inflasi kita masih terkendali dan di bawah inflasi nasional, very good," ungkapnya.

    Selain itu, kata Isran, ini terjadi karena seluruh masyarakat saling sinergi dalam mengendalikan inflasi di Kaltim. 
    "Seluruh elemen dapat mewujudkan keberhasilan mengendalikan inflasi ini. Bukan semata-mata karena kerja gubernur, melainkan seluruhnya," lanjutnya.

    Perwakilan BI Kaltim, Ricky P Gozali mengatakan pengendalian inflasi menjadi tugas bersama semua masyarakat, termasuk ulama.

    "Saat ini kita bekerjasama dan meminta kepada ulama untuk turut serta dalam pengendalian inflasi. Di Kaltim, ini menjadi dorongan yang menarik karena rakyatnya 87 persen adalah muslim," jelasnya.

    Strategi yang dibuat ini menjadikan langkah terbaik untuk pengendalian inflasi. Ini juga mendapatkan dukungan dari Pemprov Kaltim.

    "Semoga ini menjadi strategi yang baik untuk pertumbuhan ekonomi di Kaltim," imbuhnya.

    Ketua MUI Kaltim, KH Rasyid mengaku untuk menjalani hidup, bukan hanya sekedar beribadah. Tapi juga memperhatikan moral, di mana perlu menyejahterakan diri.

    "Karena masalah inflasi juga bagian dari syariat. Walaupun masih ada keterbatasan dari para ulama yang memang belum bisa mengendalikan ekonomi, tapi menguasai syariat," terangnya.

    KH Rasyid menuturkan, umat islam jangan sampai mempermainkan harga, yakni menaikkan harga atau menurunkan harga sampai pasar terganggu.

    "Sebenarnya tidak boleh menjual barang itu sampai menyulitkan masyarakat, itu yang tidak disukai oleh Allah SWT. Sama juga pembeli tidak boleh sampai menyulitkan penjual, karena selalu menawar dari harga standar. Itu juga tidak boleh," tambahnya.

    Menurutnya, fungsi ulama untuk menyampaikan kepada masyarakat ketentuan-ketentuan yang dilarang maupun yang dihalalkan, terutama dalam agama.

    "Masyarakat harus mengetahui bahwa ketentuan-ketentuan yang di berikan harus ditaati, karena semua yang ada di dunia itu akan di pertanggungjawabkan," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    MUI dan BI Kaltim Gelar Ulama Peduli Inflasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    28 Maret 2023 pukul 20:06 WITA

    Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, KH Rasyid menyampaikan Inflasi. (Foto : Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Bank Indonesia (BI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim gelar kegiatan Ulama Peduli Inflasi di Masjid Islamic Center Samarinda, Selasa (28/3/2/2023).

    Gubernur Kaltim, Isran Noor dalam sambutannya mengatakan inflasi yang terjadi di Kaltim masih terkendali dan berada di bawah inflasi nasional.

    "Inflasi kita masih terkendali dan di bawah inflasi nasional, very good," ungkapnya.

    Selain itu, kata Isran, ini terjadi karena seluruh masyarakat saling sinergi dalam mengendalikan inflasi di Kaltim. 
    "Seluruh elemen dapat mewujudkan keberhasilan mengendalikan inflasi ini. Bukan semata-mata karena kerja gubernur, melainkan seluruhnya," lanjutnya.

    Perwakilan BI Kaltim, Ricky P Gozali mengatakan pengendalian inflasi menjadi tugas bersama semua masyarakat, termasuk ulama.

    "Saat ini kita bekerjasama dan meminta kepada ulama untuk turut serta dalam pengendalian inflasi. Di Kaltim, ini menjadi dorongan yang menarik karena rakyatnya 87 persen adalah muslim," jelasnya.

    Strategi yang dibuat ini menjadikan langkah terbaik untuk pengendalian inflasi. Ini juga mendapatkan dukungan dari Pemprov Kaltim.

    "Semoga ini menjadi strategi yang baik untuk pertumbuhan ekonomi di Kaltim," imbuhnya.

    Ketua MUI Kaltim, KH Rasyid mengaku untuk menjalani hidup, bukan hanya sekedar beribadah. Tapi juga memperhatikan moral, di mana perlu menyejahterakan diri.

    "Karena masalah inflasi juga bagian dari syariat. Walaupun masih ada keterbatasan dari para ulama yang memang belum bisa mengendalikan ekonomi, tapi menguasai syariat," terangnya.

    KH Rasyid menuturkan, umat islam jangan sampai mempermainkan harga, yakni menaikkan harga atau menurunkan harga sampai pasar terganggu.

    "Sebenarnya tidak boleh menjual barang itu sampai menyulitkan masyarakat, itu yang tidak disukai oleh Allah SWT. Sama juga pembeli tidak boleh sampai menyulitkan penjual, karena selalu menawar dari harga standar. Itu juga tidak boleh," tambahnya.

    Menurutnya, fungsi ulama untuk menyampaikan kepada masyarakat ketentuan-ketentuan yang dilarang maupun yang dihalalkan, terutama dalam agama.

    "Masyarakat harus mengetahui bahwa ketentuan-ketentuan yang di berikan harus ditaati, karena semua yang ada di dunia itu akan di pertanggungjawabkan," pungkasnya.

    (Sf/By)