Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu kapal bermuatan penumpang yang tenggelam di perairan Sungai Mahakam (Dok: Pusdalops BPBD Kukar)
Tenggarong - Arus mudik melalui jalur perairan di Kutai Kartanegara (Kukar) pada Idulfitri 2026 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, tercatat penurunan sekitar 25 persen jumlah penumpang yang menggunakan transportasi air pada musim mudik tahun ini.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kukar, Rakhmadani Hidayat mengatakan penurunan jumlah penumpang ini diduga dipengaruhi rentetan insiden kapal tenggelam yang terjadi pada awal 2026, seperti di Sebulu serta Muara Muntai.
“Masyarakat di 2026 ini cenderung lebih menggunakan jalur darat pasca-kejadian laka air yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Rakhmadani Hidayat, Selasa (24/3/2026).
Ia mengimbau kepada pengelola jasa transportasi air untuk mengutamakan aspek keselamatan, terutama terhadap Anak Buah Kapal (ABK) maupun para penumpang serta memperhatikan kapal agar tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan sebelum melakukan perjalanan.
“Kita minta mereka untuk memperhatikan keselamatan pengguna jasa. Terlebih kami tidak memiliki kewenangan untuk menahan ataupun menunda keberangkatan kapal jika ada temuan overload muatan, otoritasnya ada di KSOP Samarinda,” terangnya.
Selain dipengaruhi rentetan insiden kapal tenggelam, penurunan jumlah penumpang ini juga diduga dikarenakan keterlambatan suplai BBM untuk operasional kapal, sehingga jadwal keberangkatan menjadi tidak tetap.
“Ada beberapa faktor lainnya juga, sepertinya terjadi keterlambatan ketersediaan BBM, sehingga masyarakat memilih opsi lain untuk bepergian,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu kapal bermuatan penumpang yang tenggelam di perairan Sungai Mahakam (Dok: Pusdalops BPBD Kukar)
Tenggarong - Arus mudik melalui jalur perairan di Kutai Kartanegara (Kukar) pada Idulfitri 2026 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, tercatat penurunan sekitar 25 persen jumlah penumpang yang menggunakan transportasi air pada musim mudik tahun ini.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kukar, Rakhmadani Hidayat mengatakan penurunan jumlah penumpang ini diduga dipengaruhi rentetan insiden kapal tenggelam yang terjadi pada awal 2026, seperti di Sebulu serta Muara Muntai.
“Masyarakat di 2026 ini cenderung lebih menggunakan jalur darat pasca-kejadian laka air yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Rakhmadani Hidayat, Selasa (24/3/2026).
Ia mengimbau kepada pengelola jasa transportasi air untuk mengutamakan aspek keselamatan, terutama terhadap Anak Buah Kapal (ABK) maupun para penumpang serta memperhatikan kapal agar tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan sebelum melakukan perjalanan.
“Kita minta mereka untuk memperhatikan keselamatan pengguna jasa. Terlebih kami tidak memiliki kewenangan untuk menahan ataupun menunda keberangkatan kapal jika ada temuan overload muatan, otoritasnya ada di KSOP Samarinda,” terangnya.
Selain dipengaruhi rentetan insiden kapal tenggelam, penurunan jumlah penumpang ini juga diduga dikarenakan keterlambatan suplai BBM untuk operasional kapal, sehingga jadwal keberangkatan menjadi tidak tetap.
“Ada beberapa faktor lainnya juga, sepertinya terjadi keterlambatan ketersediaan BBM, sehingga masyarakat memilih opsi lain untuk bepergian,” tandasnya.
(Sf/Lo)