Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memberi sambutan dalam acara Penutupan MTQ ke 53 Tingkat Kecamatan Samarinda Ilir, Kamis (9/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH), menegaskan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan tidak seharusnya dilakukan. Alasannya, dana yang dialokasikan seharusnya disesuaikan untuk mempersiapkan MTQ tingkat nasional yang akan digelar di Kota Samarinda.
AH menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan. Menurutnya, alokasi dana yang dilakukan untuk acara tersebut seharusnya difokuskan pada pembinaan dan persiapan bagi MTQ tingkat nasional. Tetapi atas aspirasi dari seluruh camat, akhirnya diputuskan, siapa yang ingin menyelenggarakan dipersilakan.
“MTQ tingkat kecamatan itu tidak diprogramkan dalam tahun ini, karena kita langsung mempersiapkan untuk MTQ tingkat provinsi dan nasional,” ungkap AH, Kamis (9/5/2024).
Meskipun demikian, Andi Harun merasa keputusan yang diambil oleh pihak kecamatan dalam melaksanakan MTQ tingkat kecamatan adalah tepat. Hal ini disebabkan oleh manfaat yang diberikan terhadap penyebaran Al-Qur'an dan Islam, serta sebagai bentuk pelestarian tradisi masyarakat Samarinda dalam memperlakukan Alquran dengan melaksanakan MTQ setiap tahun di kota tersebut.
Meskipun MTQ tingkat kecamatan tidak diprogramkan dalam tahun ini, namun atas aspirasi dari para camat, diputuskan untuk mempersilahkan camat yang ingin menyelenggarakannya. Dalam konsekuensinya, semua kecamatan di Kota Samarinda menjalankan kegiatan MTQ.
“Aspirasi dari para camat meminta untuk tetap diadakan. Karena itu, diputuskan mempersilahkan camat yang ingin menyelenggarakan. Dan semua kecamatan melaksanakan,” jelasnya.
Orang nomor satu di Samarinda itu menegaskan bahwa keputusan yang diambil para camat dengan menyelenggarakan MTQ tingkat kecamatan adalah hal yang tepat. Di mana ini sejalan dengan upaya mempersiapkan talenta-talenta di tingkat kecamatan untuk berkompetisi di tingkat kota dan nasional di masa depan.
"Saya rasa ini tepat, karena pada akhirnya MTQ ini jadi talent scouting, mempersiapkan para khafilah baik di tingkat kecamatan maupun untuk tingkat kota nanti," bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Samarinda Ilir, Sofiyan, mengungkapkan bahwa ada 130 peserta yang mendaftar dari 8 cabang perlombaan yang diselenggarakan.
Cabang perlombaan tersebut meliputi Tartil, tilawah, qiroat, kaligrafi, makalah karya tulis ilmiah Alquran, musabaqah fahmil Qur'an, hafalan Alquran, dan hadis yang terbagi lagi dalam kategori dewasa, remaja, dan anak-anak.
Awalnya, kata Sofiyan, pelaksanaan MTQ direncanakan pada bulan Februari, namun karena bertepatan dengan pemilihan umum, acara tersebut ditunda hingga bulan Mei.
“Para pemenang dari MTQ tingkat kecamatan ini akan diikutsertakan dalam lomba tingkat kota,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memberi sambutan dalam acara Penutupan MTQ ke 53 Tingkat Kecamatan Samarinda Ilir, Kamis (9/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH), menegaskan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan tidak seharusnya dilakukan. Alasannya, dana yang dialokasikan seharusnya disesuaikan untuk mempersiapkan MTQ tingkat nasional yang akan digelar di Kota Samarinda.
AH menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan. Menurutnya, alokasi dana yang dilakukan untuk acara tersebut seharusnya difokuskan pada pembinaan dan persiapan bagi MTQ tingkat nasional. Tetapi atas aspirasi dari seluruh camat, akhirnya diputuskan, siapa yang ingin menyelenggarakan dipersilakan.
“MTQ tingkat kecamatan itu tidak diprogramkan dalam tahun ini, karena kita langsung mempersiapkan untuk MTQ tingkat provinsi dan nasional,” ungkap AH, Kamis (9/5/2024).
Meskipun demikian, Andi Harun merasa keputusan yang diambil oleh pihak kecamatan dalam melaksanakan MTQ tingkat kecamatan adalah tepat. Hal ini disebabkan oleh manfaat yang diberikan terhadap penyebaran Al-Qur'an dan Islam, serta sebagai bentuk pelestarian tradisi masyarakat Samarinda dalam memperlakukan Alquran dengan melaksanakan MTQ setiap tahun di kota tersebut.
Meskipun MTQ tingkat kecamatan tidak diprogramkan dalam tahun ini, namun atas aspirasi dari para camat, diputuskan untuk mempersilahkan camat yang ingin menyelenggarakannya. Dalam konsekuensinya, semua kecamatan di Kota Samarinda menjalankan kegiatan MTQ.
“Aspirasi dari para camat meminta untuk tetap diadakan. Karena itu, diputuskan mempersilahkan camat yang ingin menyelenggarakan. Dan semua kecamatan melaksanakan,” jelasnya.
Orang nomor satu di Samarinda itu menegaskan bahwa keputusan yang diambil para camat dengan menyelenggarakan MTQ tingkat kecamatan adalah hal yang tepat. Di mana ini sejalan dengan upaya mempersiapkan talenta-talenta di tingkat kecamatan untuk berkompetisi di tingkat kota dan nasional di masa depan.
"Saya rasa ini tepat, karena pada akhirnya MTQ ini jadi talent scouting, mempersiapkan para khafilah baik di tingkat kecamatan maupun untuk tingkat kota nanti," bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Samarinda Ilir, Sofiyan, mengungkapkan bahwa ada 130 peserta yang mendaftar dari 8 cabang perlombaan yang diselenggarakan.
Cabang perlombaan tersebut meliputi Tartil, tilawah, qiroat, kaligrafi, makalah karya tulis ilmiah Alquran, musabaqah fahmil Qur'an, hafalan Alquran, dan hadis yang terbagi lagi dalam kategori dewasa, remaja, dan anak-anak.
Awalnya, kata Sofiyan, pelaksanaan MTQ direncanakan pada bulan Februari, namun karena bertepatan dengan pemilihan umum, acara tersebut ditunda hingga bulan Mei.
“Para pemenang dari MTQ tingkat kecamatan ini akan diikutsertakan dalam lomba tingkat kota,” pungkasnya.
(Sf/Rs)