Seputar Kaltim

    MTQ ke-45 Kaltim Resmi Dibuka di Kutim, Jadi Panggung Pembinaan Karakter Generasi Digital

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditandai dengan pemukulan beduq oleh Gubernur Kaltim, di Lapangan Helipad Sangatta (foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dibuka di Lapangan Helipad, Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Minggu malam (13/7/2025). Lebih dari sekadar ajang perlombaan, MTQ tahun ini dijadikan momentum untuk memperkuat nilai keislaman sekaligus membentuk karakter generasi muda yang bijak di era digital.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah MTQ, setelah sebelumnya sukses menggelar kegiatan serupa pada 2014.

    “Dengan penuh kemampuan yang kami miliki saat itu, alhamdulillah tahun ini Kutim kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Kalimantan Timur yang ke-45,” ujarnya.

    Lebih jauh, Ardiansyah menekankan bahwa MTQ bukan hanya ajang lomba membaca Al-Qur’an, tetapi sarana penting untuk membumikan nilai keimanan dan ketakwaan di tengah arus deras digitalisasi. Pemerintah Kutim, katanya, telah menyiapkan langkah konkret untuk menjadikan generasi muda tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas.

    “Salah satu bentuknya adalah tambahan mata pelajaran Al-Qur’an di SD dan SMP. Harapan kami, generasi muda Kutai Timur tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berakhlak mulia dan bijak dalam menggunakan teknologi,” tegasnya.

    Kegiatan MTQ ini, menurutnya, bukan hanya bernuansa religius tapi juga edukatif. Di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk gempuran konten digital yang tidak selalu mendidik, MTQ diharapkan jadi ruang alternatif yang memperkuat jati diri Islami serta membentuk karakter tangguh dan berintegritas.

    Untuk mendukung keberhasilan acara ini, Pemkab Kutim juga menggandeng pelaku UMKM dalam penyediaan logistik dan layanan bagi peserta serta pengunjung. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat dampak sosial dan ekonomi MTQ.

    “MTQ ini adalah momentum kebersamaan. Kami ingin syiar Islam tidak hanya hadir dalam lantunan ayat-ayat, tapi juga terasa dalam kehidupan sosial dan pembangunan yang inklusif,” tambah Ardiansyah.

    Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Qur’ani dijadikan landasan dalam menyusun kebijakan daerah, terutama dalam menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman dan pinggiran.

    “Prinsip keadilan sosial yang diajarkan dalam Al-Qur’an menjadi panduan kami dalam merancang kebijakan yang inklusif, menempatkan kemaslahatan umat sebagai prioritas utama,” ucapnya.

    Ardiansyah berharap MTQ ke-45 ini menjadi ajang penguat ukhuwah Islamiyah dan semangat persaudaraan di antara umat Islam se-Kaltim.

    “Kami ucapkan selamat berlomba kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas, dan semoga MTQ ini menjadi ladang pahala dan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    MTQ ke-45 Kaltim Resmi Dibuka di Kutim, Jadi Panggung Pembinaan Karakter Generasi Digital

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditandai dengan pemukulan beduq oleh Gubernur Kaltim, di Lapangan Helipad Sangatta (foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dibuka di Lapangan Helipad, Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Minggu malam (13/7/2025). Lebih dari sekadar ajang perlombaan, MTQ tahun ini dijadikan momentum untuk memperkuat nilai keislaman sekaligus membentuk karakter generasi muda yang bijak di era digital.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah MTQ, setelah sebelumnya sukses menggelar kegiatan serupa pada 2014.

    “Dengan penuh kemampuan yang kami miliki saat itu, alhamdulillah tahun ini Kutim kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Kalimantan Timur yang ke-45,” ujarnya.

    Lebih jauh, Ardiansyah menekankan bahwa MTQ bukan hanya ajang lomba membaca Al-Qur’an, tetapi sarana penting untuk membumikan nilai keimanan dan ketakwaan di tengah arus deras digitalisasi. Pemerintah Kutim, katanya, telah menyiapkan langkah konkret untuk menjadikan generasi muda tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas.

    “Salah satu bentuknya adalah tambahan mata pelajaran Al-Qur’an di SD dan SMP. Harapan kami, generasi muda Kutai Timur tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berakhlak mulia dan bijak dalam menggunakan teknologi,” tegasnya.

    Kegiatan MTQ ini, menurutnya, bukan hanya bernuansa religius tapi juga edukatif. Di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk gempuran konten digital yang tidak selalu mendidik, MTQ diharapkan jadi ruang alternatif yang memperkuat jati diri Islami serta membentuk karakter tangguh dan berintegritas.

    Untuk mendukung keberhasilan acara ini, Pemkab Kutim juga menggandeng pelaku UMKM dalam penyediaan logistik dan layanan bagi peserta serta pengunjung. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat dampak sosial dan ekonomi MTQ.

    “MTQ ini adalah momentum kebersamaan. Kami ingin syiar Islam tidak hanya hadir dalam lantunan ayat-ayat, tapi juga terasa dalam kehidupan sosial dan pembangunan yang inklusif,” tambah Ardiansyah.

    Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Qur’ani dijadikan landasan dalam menyusun kebijakan daerah, terutama dalam menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman dan pinggiran.

    “Prinsip keadilan sosial yang diajarkan dalam Al-Qur’an menjadi panduan kami dalam merancang kebijakan yang inklusif, menempatkan kemaslahatan umat sebagai prioritas utama,” ucapnya.

    Ardiansyah berharap MTQ ke-45 ini menjadi ajang penguat ukhuwah Islamiyah dan semangat persaudaraan di antara umat Islam se-Kaltim.

    “Kami ucapkan selamat berlomba kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas, dan semoga MTQ ini menjadi ladang pahala dan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)