Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Peserta didik baru di Kutai Timur (Kutim) mulai mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menekankan pembentukan karakter melalui penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono mengatakan, pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026.
Menurutnya, salah satu fokus utama MPLS adalah mengenalkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat kepada peserta didik baru.
“Kegiatan utamanya adalah bagaimana mengenalkan anak-anak ini tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” ujar Mulyono.
Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Kebiasaan ini diharapkan membentuk karakter positif peserta didik sejak dini.
Ia menjelaskan, selain materi utama tersebut, sekolah juga dapat memberikan materi tambahan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah. “Materi tambahannya, pilihan sekolah menyesuaikan,” katanya.
Mulyono menyebut MPLS juga menjadi kesempatan bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah. Tidak hanya lingkungan fisik, tetapi juga lingkungan sosial yang melibatkan hubungan antara siswa, guru dan seluruh warga sekolah.
“Bagaimana pengenalan lingkungan, baik itu lingkungan fisik sekolah maupun dengan lingkungan sekitar, termasuk dengan rekan-rekan, guru dan seluruh ekosistem yang ada di sekolah,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan MPLS dapat membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta membangun kebiasaan positif sejak awal memasuki jenjang pendidikan.
Sementara terkait proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), Mulyono memastikan jenjang PAUD, SD, hingga SMP di Kutim tahun ini berjalan baik.
“Alhamdulillah, untuk jenjang PAUD, SD, SMP tidak ada masalah, clear saja,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Peserta didik baru di Kutai Timur (Kutim) mulai mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menekankan pembentukan karakter melalui penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono mengatakan, pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026.
Menurutnya, salah satu fokus utama MPLS adalah mengenalkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat kepada peserta didik baru.
“Kegiatan utamanya adalah bagaimana mengenalkan anak-anak ini tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” ujar Mulyono.
Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Kebiasaan ini diharapkan membentuk karakter positif peserta didik sejak dini.
Ia menjelaskan, selain materi utama tersebut, sekolah juga dapat memberikan materi tambahan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah. “Materi tambahannya, pilihan sekolah menyesuaikan,” katanya.
Mulyono menyebut MPLS juga menjadi kesempatan bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah. Tidak hanya lingkungan fisik, tetapi juga lingkungan sosial yang melibatkan hubungan antara siswa, guru dan seluruh warga sekolah.
“Bagaimana pengenalan lingkungan, baik itu lingkungan fisik sekolah maupun dengan lingkungan sekitar, termasuk dengan rekan-rekan, guru dan seluruh ekosistem yang ada di sekolah,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan MPLS dapat membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta membangun kebiasaan positif sejak awal memasuki jenjang pendidikan.
Sementara terkait proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), Mulyono memastikan jenjang PAUD, SD, hingga SMP di Kutim tahun ini berjalan baik.
“Alhamdulillah, untuk jenjang PAUD, SD, SMP tidak ada masalah, clear saja,” pungkasnya.
(Sf/Lo)