Cari disini...
Seputar Kaltim
Rutan Kelas II B Tanah Grogot (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Ribuan masyarakat memadati Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Tanah Grogot pada momen libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Masyarakat mendatangi Rutan Tanah Grogot dengan maksud untuk membesuk keluarga mereka yang sedang dalam masa hukuman di lokasi tersebut.
Jadwal besuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) itu dilaksanakan sejak hari pertama perayaan Idulfitri pada 21-24 Maret 2026.
"Tahun lalu kita melaksanakannya dalam waktu tiga hari dan tahun ini kita tambah pelaksanaannya jadi empat hari," kata Kepala Rutan Tanah Grogot, Yusuf Mukarom, Kamis (26/3/2026).
Pembesukan WBP tersebut ditujukan agar masyarakat tetap dapat memanfaatkan momen lebaran bersama keluarga mereka.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan fasilitas foto bersama yang disiapkan dengan nuansa islami guna memberikan kenyamanan dan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga mereka.
"Setiap pembesuk kami beri waktu 15 menit setiap kloternya dan satu kloter kami batasi maksimal lima orang, jadi apabila lebih yang lain akan dimasukan dalam kloter selanjutnya," tambahnya.
Dalam suasana perayaan Idulfitri itu terdata sebanyak 2.885 yang membesuk hampir 800 WBP di antaranya 748 laki-laki, 1.333 perempuan dan 804 anak-anak.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rutan Kelas II B Tanah Grogot (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Ribuan masyarakat memadati Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Tanah Grogot pada momen libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Masyarakat mendatangi Rutan Tanah Grogot dengan maksud untuk membesuk keluarga mereka yang sedang dalam masa hukuman di lokasi tersebut.
Jadwal besuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) itu dilaksanakan sejak hari pertama perayaan Idulfitri pada 21-24 Maret 2026.
"Tahun lalu kita melaksanakannya dalam waktu tiga hari dan tahun ini kita tambah pelaksanaannya jadi empat hari," kata Kepala Rutan Tanah Grogot, Yusuf Mukarom, Kamis (26/3/2026).
Pembesukan WBP tersebut ditujukan agar masyarakat tetap dapat memanfaatkan momen lebaran bersama keluarga mereka.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan fasilitas foto bersama yang disiapkan dengan nuansa islami guna memberikan kenyamanan dan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga mereka.
"Setiap pembesuk kami beri waktu 15 menit setiap kloternya dan satu kloter kami batasi maksimal lima orang, jadi apabila lebih yang lain akan dimasukan dalam kloter selanjutnya," tambahnya.
Dalam suasana perayaan Idulfitri itu terdata sebanyak 2.885 yang membesuk hampir 800 WBP di antaranya 748 laki-laki, 1.333 perempuan dan 804 anak-anak.
(Sf/Lo)