Seputar Kaltim

    Modus QRIS Palsu, Stok Toko Sembako di Bontang Terus Susut, Uang Tak Pernah Masuk

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    08 Oktober 2026 pukul 00:05 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bontang - Stok rokok, snack hingga kebutuhan pokok di sebuah toko sembako di kawasan Lengkol, Tanjung Laut, Bontang, terus berkurang sejak 7 September hingga 5 Oktober 2026.

    Namun, berkurangnya stok tidak diikuti pemasukan dari hasil penjualan. Pemilik toko kemudian menemukan dugaan adanya modus penggunaan bukti pembayaran QRIS yang telah dimanipulasi.

    Pemilik toko mengatakan, kecurigaan bermula ketika jumlah barang yang keluar tidak sebanding dengan hasil pembukuan dan uang yang masuk ke rekening.

    “Stok terus berkurang,” kata pemilik toko, Rabu (7/10/2026).

    Pemilik kemudian mencocokkan kembali transaksi yang dilakukan pembeli dengan mutasi rekening. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah transaksi yang bukti pembayarannya menunjukkan seolah-olah berhasil, tetapi dana tidak pernah masuk ke rekening toko.

    “Setelah dicek, uangnya tidak masuk,” ujarnya.

    Dugaan modus tersebut kemudian terbongkar ketika orang yang diduga menggunakan bukti pembayaran tersebut kembali berbelanja di toko pada Selasa (6/10/2026).

    Pemilik bersama karyawan kemudian mengamankan terduga berinisial NA dan membawanya ke Polres Bontang.

    Polisi selanjutnya melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

    Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Putu Ari Sanjaya Putra mengatakan, dari hasil pengembangan, polisi mengamankan tiga orang terduga, yakni AFS, Nur Alief dan FE.

    “Kami amankan tiga orang,” katanya.

    AFS diamankan sekitar pukul 15.00 WITA di Jalan Selat Malaka, Tanjung Laut. Sementara NA diamankan sekitar pukul 15.30 WITA di Jalan Maluku, Kelurahan Api-Api.

    Selanjutnya, FE diamankan sekitar pukul 17.00 WITA di Jalan S. Parman, Kanaan. “Ketiganya dibawa ke Polres Bontang,” ujar Putu.

    Saat ini, ketiga terduga masih menjalani pemeriksaan. Polisi mendalami peran masing-masing, termasuk rangkaian transaksi yang diduga menggunakan bukti pembayaran QRIS palsu.

    Polisi juga masih menghitung total kerugian yang dialami pemilik toko akibat dugaan transaksi tersebut.“Masih kami lakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Modus QRIS Palsu, Stok Toko Sembako di Bontang Terus Susut, Uang Tak Pernah Masuk

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    08 Oktober 2026 pukul 00:05 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bontang - Stok rokok, snack hingga kebutuhan pokok di sebuah toko sembako di kawasan Lengkol, Tanjung Laut, Bontang, terus berkurang sejak 7 September hingga 5 Oktober 2026.

    Namun, berkurangnya stok tidak diikuti pemasukan dari hasil penjualan. Pemilik toko kemudian menemukan dugaan adanya modus penggunaan bukti pembayaran QRIS yang telah dimanipulasi.

    Pemilik toko mengatakan, kecurigaan bermula ketika jumlah barang yang keluar tidak sebanding dengan hasil pembukuan dan uang yang masuk ke rekening.

    “Stok terus berkurang,” kata pemilik toko, Rabu (7/10/2026).

    Pemilik kemudian mencocokkan kembali transaksi yang dilakukan pembeli dengan mutasi rekening. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah transaksi yang bukti pembayarannya menunjukkan seolah-olah berhasil, tetapi dana tidak pernah masuk ke rekening toko.

    “Setelah dicek, uangnya tidak masuk,” ujarnya.

    Dugaan modus tersebut kemudian terbongkar ketika orang yang diduga menggunakan bukti pembayaran tersebut kembali berbelanja di toko pada Selasa (6/10/2026).

    Pemilik bersama karyawan kemudian mengamankan terduga berinisial NA dan membawanya ke Polres Bontang.

    Polisi selanjutnya melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

    Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Putu Ari Sanjaya Putra mengatakan, dari hasil pengembangan, polisi mengamankan tiga orang terduga, yakni AFS, Nur Alief dan FE.

    “Kami amankan tiga orang,” katanya.

    AFS diamankan sekitar pukul 15.00 WITA di Jalan Selat Malaka, Tanjung Laut. Sementara NA diamankan sekitar pukul 15.30 WITA di Jalan Maluku, Kelurahan Api-Api.

    Selanjutnya, FE diamankan sekitar pukul 17.00 WITA di Jalan S. Parman, Kanaan. “Ketiganya dibawa ke Polres Bontang,” ujar Putu.

    Saat ini, ketiga terduga masih menjalani pemeriksaan. Polisi mendalami peran masing-masing, termasuk rangkaian transaksi yang diduga menggunakan bukti pembayaran QRIS palsu.

    Polisi juga masih menghitung total kerugian yang dialami pemilik toko akibat dugaan transaksi tersebut.“Masih kami lakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)